Archive for the 'Kebijaksanaan AsiaTeng' Category

Shirdi Baba

Judul Buku:

SHRI SAI SATCHARITA

Kisah Keajaiaban, dan Wejangan Shirdi Sai Baba

Saduran dan terjemahan bebas dari Karya Angung Govind Raghunath DabholkarHemadpant” yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Nagesh Vashudev Gunaji.

oleh  Sai das, hamba Sai

***

Kitab ini bukanlah kitab biasa. Kitab ini adalah Kitab Mulia yang berkisah tentang seorang  Sadguru, seorang Guru Sejati, seorang Fakir Sufi yang singgah ke bumi sekitar satu abad yang lalu di satu desa terpencil, Desa Shirdi, di India. Dan para bhakta pun menggelariNya: ”Baginda Shirdi Sai Baba…”

Dari sebuah mesjid kecil di Shirdi, Baginda Sai pun memancarkan sinar KasihNya ke penjuru bumi, tidak hanya pada masa lalu, tetapi juga hingga saat ini. Beliau hadir untuk berbagi Kasih dan Kesadaran Ilahi kepada para bhakta yang percaya kepadaNya – tanpa sekat-sekat agama, suku, bangsa, maupun status social.

Kitab ini ditunjukkan kepada mereka yang tentunya telah pernah mendengar tentang Shirdi Sai Baba, tetapi belum pernah membaca kitab yang penulisnya direstui oleh Beliau sendiri, karena tidak tersedia terjemahan dalam bahasa Indonesia.

Bagi mereka yang tidak mengenal Shirdi Sai Baba sebelumnya, maka sebaiknya buku ini hanya dibaca oleh mereka yang bisa menerima Mansur al-Hallaj. Bin Arabi, Sarmad, Syech Siti Jenar, Sri Krishna, Buddha, atau Isa sebagai pribadi-pribadi yang telah menyentuh dengan kebenaran, dengan Keilahian yang ada pada hati setiap insan. Karena, bila tidak bisa menerima mereka, maka isi buku ini malah akan membingungkan, dan lebih baik tidak dibaca.

***

Shri Sai SatchatitaTulisan di atas  adalah kutipan-kutipan dari sampul buku: “SHRI SAI SATCHARITA, Kisah Keajaiaban, dan Wejangan Shirdi Sai Baba”.oleh : Sai das, hamba Sai.  Diterbitkan oleh: Koperasi Global Anand Krishna-Kuta, Bali.(September 2010)

Learning

Judul Buku:

The Ultimate Learning

Pembelajaran untuk Berkesadaran

oleh Anand Krishna

***

Seorang lelaki berusia 70 tahun berangkat seorang diri dari India dengan menggunakan kapal laut menuju Amerika tanpa bekal, tanpa kenalan, demi memenuhi keinginan guru spiritualnya untuk menyebarkan Berita Baik Kesadarn Kasih. Lelaki itu adalah Abhay Charanaravinda Bhaktivedanta Swami Prabhupada ( 1 September 1896-14 November 1977). Kelak dikenal sebagai pendiri International Society for Krishna Conciousness. Darimana dia memperoleh kekuatan untuk melakukan perjalanan itu?

Ajaran dan kehidupan Chaitaya-lah yang menjadi pendorong  batin Prabhupada. Chaitaya berate “Kesadran”, yaitu Kesadaran akan Kasih Ilahi, Kesadaran akan kasih terhadap sesama mahluk, Kesadaran akan kebersamaan seluruh umat manusia. Sri Chaitaya Mahaprabhu meninggalkan 8 ayat kesadaran, the Ultimate Learning-pembelajaran tertinggi – bagi kita semua. Shiksha Shatakam, kumpulan 8 ayat ini, bias menjadi pemandu bagi setiap panembah, setiap bhakta.

Kendati demikian, persis seperti ilmu-ilmu tinggi lainnya, pembelajaran ini pun menuntut kualifikasi awal, yaitu keterbukaan diri kita untuk menemukan jati diri, untuk menemukan sumber kesadaran di dalam diri, untuk menemukan kasih dan cinta sejati. Ayat-ayat pembelajaran ini ditunjukan kepada mereka yang tidak puas dengan identitas semua pemberian dunia dan siap menemukan identitas diri yang sebenarnya.

***

LearningTulisan di atas  adalah kutipan-kutipan dari sampul buku: “The Ultimate Learning, Pembelajaran untuk Berkesadaran ”. Ditulis oleh Anand Krishna. Diterbitkan oleh: PT. Gramedia Pustaka Utama. (September 2010)

Zen

Judul Buku :

Zen Bagi Orang Modern

ditulis oleh Anand Krishna

***

…Pengotakan dunia berdasarkan ideolog, paham, kepercayaan, kebangsaan dan perbedaan-perbedaan lain, telah menjauhkan manusia dari manusia. Keluarga besar umat manusia berada di ambang perpecahan. Satu-satunya jalan keluar adalah “meditasi“.

Kita telah mencoba begitu banyak cara. Ternayata tak satu pun dapat membantu. Kita semakin terpecah-belah. Semakin banyak “isme-isme” yang muncul, manusia semakin terpisah dari manusia. Dialog dan diskusi tidak pernah membantu dan tidak akan pernah. Yang berdialog itu siapa? Para pakar, para cendikiawan, para profesor dan doktor, para penyandang gelar-gelar besar. Menggunakan gelar di depan dan di belakang nama, sudah membuktikan bahwa mereka memisahkan diri dari sebagian besar masyarakat. Mereka justru menciptakan dan membina bentuk-bentuk baru eksklusivisme [...]

Tidak dapat disampaikan lewat buku

Tidak dapat dijelaskan lewat kata-kata

Hanya dapat ditunjukkan

Hanya dapat dialami

Itulah Zen.

(Terjemahan bebas kata-kata Boddhidharma, seorang Master yang mempopulerkan Zen.)

Bagai telunjuk yang menunjuk bulan, buku ini tidak berpretensi lebih dari itu. Ada sepuluh gambar klasik yang biasa dipakai untuk meditasi Zen. Komentar terhadapnya hanyalah kata-kata gagap yang dalam keterbatasannya mau menggambarkan tahap-tahap Zen. Kata-kata itu sendiri harus diatasi, harus ditinggalkan, untuk membiarkan Anda sendiri melakukan perjalanan menggapai bulan.

Begitu Anda mulai mencecap manisnya Zen, buku ini tinggal tak lebih dari sekedar sepah. Dan sepah memang harus dibuang! Begitu Anda mulai mabok anggur Zen, buku ini harus segera Anda campakkan!!

***

ZenTulisan di atas adalah kutipan dari buku dan sampul buku yang berjudul: Zen Bagi Orang Modern , ditulis oleh Anand Krishna. Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama.