June 3rd, 2009 by admin
Judul Buku :
” Zen Bagi Orang Modern “, ditulis oleh Anand Krishna.
…Pengotakan dunia berdasarkan ideolog, paham, kepercayaan, kebangsaan dan perbedaan-perbedaan lain, telah menjauhkan manusia dari manusia. Keluarga besar umat manusia berada di ambang perpecahan. Satu-satunya jalan keluar adalah “meditasi“.
Kita telah mencoba begitu banyak cara. Ternayata tak satu pun dapat membantu. Kita semakin terpecah-belah. Semakin banyak “isme-isme” yang muncul, manusia semakin terpisah dari manusia. Dialog dan diskusi tidak pernah membantu dan tidak akan pernah. Yang berdialog itu siapa? Para pakar, para cendikiawan, para profesor dan doktor, para penyandang gelar-gelar besar. Menggunakan gelar di depan dan di belakang nama, sudah membuktikan bahwa mereka memisahkan diri dari sebagian besar masyarakat. Mereka justru menciptakan dan membina bentuk-bentuk baru eksklusivisme [...]
Tidak dapat disampaikan lewat buku
Tidak dapat dijelaskan lewat kata-kata
Hanya dapat ditunjukkan
Hanya dapat dialami
Itulah Zen.
(Terjemahan bebas kata-kata Boddhidharma, seorang Master yang mempopulerkan Zen.)
Bagai telunjuk yang menunjuk bulan, buku ini tidak berpretensi lebih dari itu. Ada sepuluh gambar klasik yang biasa dipakai untuk meditasi Zen. Komentar terhadapnya hanyalah kata-kata gagap yang dalam keterbatasannya mau menggambarkan tahap-tahap Zen. Kata-kata itu sendiri harus diatasi, harus ditinggalkan, untuk membiarkan Anda sendiri melakukan perjalanan menggapai bulan.
Begitu Anda mulai mencecap manisnya Zen, buku ini tinggal tak lebih dari sekedar sepah. Dan sepah memang harus dibuang! Begitu Anda mulai mabok anggur Zen, buku ini harus segera Anda campakkan!!
Tulisan di atas adalah kutipan dari buku dan sampul buku yang berjudul: ” Zen Bagi Orang Modern ”, ditulis oleh Anand Krishna. Diterbitkan oleh: PT.Gramedia Pustaka Utama.
June 3rd, 2009 by admin
Judul Buku :
” I Ching Bagi Orang Mordern “, oleh Anand Krishna .
… I Ching bukan sebuah buku. “I Ching” berarti “sebuah lagu”, “sebuah nyanyian”. Dan sebuah lagu, tidak dapat dinyanykan oleh mereka yang bersuara datar, sumbang. Sebuah lagu juga tidak dapat dinyanikan dengan satu nada. Harus ada perubahan. Dari satu nada ke nada yang lain. Untuk menyanyikan lagu yang indah ini, memang dibutuhkan sedikit keahlian.
Jika suara Anda datar, sumbang, jika Anda tidak menguasai nada-nada yang berbeda, belum saatnya Anda menyelami “I Ching“. Anda akan memperkosa jiwanya. Bayangkan sebuah lagu yang indah dinyanyikan oleh seseorang yang tidak memiliki suara! “I Ching” sering diperkosa. Sering dinyanyikan oleh mereka yang bersuara datar, sumbang, yang tidak berjiwa seni, sehingga keindahannya pun hialng[...]
I Ching adalah “sebuah nyanyian”. Berasal dari Cina lagu yang indah ini jauh lebih tua dari Lao Tze dan Kung Fu Tze. Lagu Kehidupan ini terdiri dari 64 karakter Cina. Setiap nada berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari satu lagu yang sama.
Enampuluh empat karakter ini bagaikan 64 sisi permata. Setiap sisi sungguh khas, indah dan unik! Kendati demikian, masih tetap merupakan bagian tak terpisahkan dari permata yang sama. Karena itu, setiap karakter memeiliki 64 makna! Dan tak heran, kalau ada sekian banyak versi I Ching. Lain Versi, lain pula interpretasinya.
Dalam buku ini Anda akan menemukan “versi Tao”, versi yang disebut-sebut sangat “Klasik”. Karena hanya memaparkan 64 karakter, ditambah seppatah dua patah kata unuk setiap karakter, guna memicu pengembangan kreativitas dan reseptivitas anda, agar menemukan sendiri makna yang tersembunyi.
Selami lagu ini, dan harmoninya akan mewarnai hidup Anda.
Tulisan di atas adalah kutipan dari buku dan sampul buku berjudul: ” I Ching Bagi Orang Modern “, ditulis oleh Anand Krishna. Diterbitkan oleh: PT.Gramedia Pustaka Utama.
June 1st, 2009 by admin
Judul Buku:
” Tao Teh Ching Bagi Orang Modern “, oleh Anand Krishna .
… Kurang lebih 2500 tahun yang lalu, Lao Tze membicarakan hal-hal yang masih sangat relevan bagi zaman kita sekarang. Korupsi, kolusi dan kemunafikan, membuatnya muak. Ia sudah tidak tahan lagi. Ia mengasingkan diri ke suatu tempat yang terpencil.
Ia tidak mendirikan suatu sekte. Ia tidak meletakkan dasar bagi suatu kepercayaan baru. Ia sadar sepenuhnya bahwa lembaga-lembaga semacam itu pada suatu hari akan kehilangan esensinya dan yang tertinggal hanya kerangkanya saja. Ia bicara tentang kesadaran. Kesadaran yang harus diperoleh sendiri, lewat penemuan jati diri, lewat pencerahan. Kesadaran yang tidak tergantung pada anjuran atau pun pengalaman orang lain. Kesadaran yang harus menjadi pengalaman pribadi setiap individu [...]
Mendengar Sabda Pencerahan sungguh membahagiakan. Baru mendengar saja, kita merasa terbawa ke suatu ketinggian atau kedalaman yang tak terhingga. Baru mendengar saja, misteri hidup ini terkuak tabir demi tabir, dan kita terdorong untuk menyelami paradoks-paradoksnya. Baru mendengar saja, kita merasa disemangati untuk menggapai kualitas tak terperikan, yang bahkan tak berani kita memimpikannya.
Melalui Anand Krishna, Lao Tze kini menghampiri anda untuk menyampaikan bingkisan istimewanya. Anda akan segera menikmati isinya: Mutiara-Mutiara Pencerahan.
Buku ini juga dilengkapi dengan Latihan-Latihan Tao Yin: 6 latihan untuk mencicipi Madu Sorgawi, melihat Cahaya Sorgawi, menikmati Musik Sorgawi, dalam proses mana Anda akan diresapi dengan kedamaian dan memancarkannya ke sekitar Anda: dan 9 Latihan Lanjutan untuk Meningkatkan Kesadaran, dimana Anda akan larut dalam Tarian Sorgawi.
Apa pun agama dan keyakinan Anda, Tao Teh Ching dan Latihan Tao Yin akan sangat memperkaya diri dan kehidupan Anda.
Tulisan di atas adalah kutipan dari buku dan sampul buku yang berjudul: ” Tao Teh Ching Bagi Orang Modern “, ditulis oleh Anand Krishna. Diterbitkan oleh: PT.Gramedia Pustaka Utama.