Archive for the 'Kebijaksanaan Timur' Category

Vedaanta

Judul Buku:

VEDAANTAHarapan bagi Masa Depan “, oleh Anand Krishna .

Vedaanta adalah intisari Veda, dan Veda berarti Pengetahuan. Bukan sembarang pengetahuan, dan juga bukan milik satu kelompok atau agama tertentu. Veda adalah Pengetahuan yang bersifat Sanaatana – langgeng, Abadi, Kekal, Tidak Pernah Tidak Ada – Selalu Ada, atau lebih tepat lagi jika disebut “kebijakan” yang telah Menjadi Pedoman bagi Prilaku Manusia.

Layaknya saripati, Vedaanta sungguh dahsyat. Dia akan mengantar Anda untuk Mengembangkan Kemanusiaan dalam diri Anda, untuk mencapai Kesempurnaan Diri Manusia – Moksha, Nirvana, Surga, Kerajaan Allah – banyak istilah, banyak sebutan, namun yang dimaksud adalah satu dan sama…

Anand Krishna, lahir di Solo tahun 1956, adalah penulis yang sangat produktif. Lebih dari 110 judul buku yang telah diterbitkannya dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Sebagai pendiri Anand Ashram (Pusat Kesehatan Holistik dan Meditasi, yang berafiliasi dengan PBB), dan penggagas beberapa gerakan popular, antara lain Forum Kebangkitan Jiwa dan Gerakan Integrasi Nasional, Ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, pendidikan, kebangsaan dan lain sebagainya.

Tulisan di atas adalah kutipan dari sampul buku yang berjudul: VEDAANTAHarapan bagi Masa Depan “, ditulis oleh Anand Krishna. Diterbitkan oleh: Pustaka Bali Post.

Keindahan

Judul Buku:

Ah!, Mereguk Keindahan Tak Terkatakan, Pragyaa-Paaramitaa Hridaya Sutra Bagi Orang Modern , oleh Anand Krishna .

Di tahap awal pencerahannya. Siddhartha Gautama memahami ciri hakiki kehidupan ini sebagai penderitaan, dan beliau menemukan sebab-sebabnya, serta cara pemecahannya. Tetapi, dalam pencerahan purnanya, beliau bicara lain lagi. Puncak kesadarannya itu tercermin dalam wejangan pendek,  Pragyaa Paaramitaa Hridaya Sutra, yang merupakan inti sari ajaran Sang Buddha.

Sutra ini sungguh dahsyat. Menyelami kedalamannya, tiba-tiba anda akan menjadi seorang Selebriti Sejati – seseorang yang mampu merayakan kehidupan setiap saat dan dalam keadaan apa pun juga.

Sayang sekali, buku ini bukan untuk para pemula yang masih terperangkap dalam dualitas baik-buruk, benar-salah, ilahi-duniawi, maupun yang dengan mata buta dan tanpa tanda tanya menerima doktrin-doktrin (termasuk doktrin agama) yang dicekokkan kepadanya. Pendek kata, buku ini hanya akan bermanfaat bagi para petualang rohani – para pengembara berjiwa besar yang mungkin hanya bebrapa gelintir dalam setiap kelompok agama!

Tulisan di atas  adalah , kutipan-kutipan dari buku: ” Ah!, Mereguk Keindahan Tak Terkatakan, Pragyaa-Paaramitaa Hridaya Sutra Bagi Orang Modern, ditulis oleh Anand Krishna.  Diterbitkan oleh: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Nyanyian

Judul Buku:

Bhaja Govindam, Nyanyian Kebijaksanaan Sang Mahaguru Shankara”, oleh Anand Krishna .

Menyusul ulasan tentang Atma Boddha yang mendapat sambutan antusias dari para penyelam rohani, hadir di hadapan anda ulasan tentang karya Mahaguru Shankara yang unik ini, Bhaja Govindam.

Berbeda dengan Atma Boddha yang diperuntukkan bagi para “murid umum”, karya ini dimaksudkan untuk para murid yang sudah ber-murad, berkeinginan tunggal, yaitu “menginginkan keinginan Sang Kebenaran”. Dengan kata lain, karya ini bagi mereka yang bertekad untuk “melenyapkan segala keinginan dalam Kehendak Ilahi”.

Selami karya ini dan menyanyilah bersama Sang Mahaguru Shankara, maka hidup ini akan benar-benar menjadi perayaan, dan Anda akan menjadi selebriti sejati.

… Hubungan antara guru dan siswa, murshid dan murid, master dan disciple, mungkin merupakan hubungan yang paling mesra. Tidak heran bila hubungan antara Jalaluddin Rumi dan Shams, hubungan antara Yesus dan Maria Magdalena, hubungan antara Krishna dan Radha, sering disalahpahami, disalahartikan, disalahtafsirkan.

Mesranya hubungan antara murshid dan murid tidak bisa tidak melahirkan energi yang mencerahkan. Kesiapan diri seorang murid dan kedekatannya dengan sang murshid menyebabkan terjadinya “pencerahan”. Dan, pencerahan seperti itu tidak semata-mata mencerahkan si murid; sang murshid pun sedikit lebih tercerahkan olehnya. Bila matahari pencerahan terbit, baik murid maupun murshid memperoleh sinarnya. Enlightenment, my dear ones, is an ongoing process. Pencerahan terjadi terus-menerus. Pencerahan tidak pernah berhenti.

Bhaja Govindam lahir dari hubungan mesra seperti itu. Lahir dari hubungan Guru Shankaracharya dengan para muridnya. Sebelum ini kita pernah mengulas karya lain dari Sang Mahaguru, dalam buku yang sudah terbit lebih dulu, yaitu Atma Bodha. Saya merasa perlu mengulas satu lagi karya Shankaracharya, karena karyanya yang satu ini lain dari yang lain. [...]

Bhaja Govindam berbeda. Buku ini tidak ditulis. Sang Murshid tidak menulisnya. Beliau menyanyikannya bersama para murid. Sungguh luar biasa. Saya tidak pernah menemukan teks lain seperti ini. Ya, Bhaja Govindam adalah “nyanyian bersama” Sang Guru bersama para muridnya. Mahaguru Shankara sedang berduet dengan para siswanya.

Bait pertama lagu ini dinyanyikan oleh Shankara. Beberapa bait berikutnya oleh para murid, lalu diakhiri oleh Sang Guru lagi. Nyanyian Shankara yang satu ini diperuntukkan bagi para murid, yaitu mereka yang ber-”murad“, berkeinginan tunggal. Dan, keinginan tunggal seorang murid adalah menginginkan “Keinginan Keberadaan”: Melenyapkan segala keinginan dalam Kehendak Ilahi.

Bhaja Govindam merupakan “injunctions” Sang Guru bagi para murid [...]

Tulisan di atas  adalah , kutipan-kutipan dari buku: Bhaja Govindam, Nyanyian Kebijaksanaan Sang Mahaguru Shankara, ditulis oleh Anand Krishna.  Diterbitkan oleh: PT. Gramedia Pustaka Utama.