<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Buku Meditasi &#187; Kebijaksanaan Timur</title>
	<atom:link href="http://bukumeditasi.com/category/kebijaksanaan-timur/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bukumeditasi.com</link>
	<description>Buku Spiritual dan Buku Meditasi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 May 2012 03:02:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Hypnotherapy</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/hypnotherapy</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/hypnotherapy#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 May 2012 02:55:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijaksanaan Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Hypnotherapy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=1750</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku : Neo Spiritual HYPNOTHERAPY Seni Pemusatan Diri untuk Bebas dari Pengaruh Hipnosis Massal oleh Anand Krishna *** “Buku ini istimewa, sangat perlu dibaca, dan sarat dengan pembelajaran. Ditulis dengan bahasa yang mudah dimengerti namun didasari riset literature yang dalam mengenai sejarah hipnosis, hipnoterapi, teori pikiran, dan psikologi. Informasi dalam buku ini sangat penting, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku :</p>
<h2 align="center"><strong>Neo Spiritual</strong></h2>
<h2 align="center"><strong>HYPNOTHERAPY</strong></h2>
<p align="center"><strong><em>Seni Pemusatan Diri untuk Bebas dari Pengaruh Hipnosis Massal</em></strong></p>
<p align="center"><em>oleh Anand Krishna</em><strong><em></em></strong></p>
<p align="center">***</p>
<p style="text-align: justify;">“Buku ini istimewa, sangat perlu dibaca, dan sarat dengan pembelajaran. Ditulis dengan bahasa yang mudah dimengerti namun didasari riset literature yang dalam mengenai sejarah hipnosis, hipnoterapi, teori pikiran, dan psikologi. Informasi dalam buku ini sangat penting, khususnya bagi praktisi hipnosis/ hipnoterapi, agar selalu ingat dan sadar bahwa hipnoterapi dipelajari sebagai ilmu psikologi namun dipraktekkan sebagai seni yang membutuhkan kesadaran, integritas, dan kreativitas yang tinggi dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan spiritual.”</p>
<p align="center"><strong>Andi W.Gunawan</strong></p>
<p align="center"><em>Indonesia’s Leading Expert in Mind Technology</em></p>
<p align="center"><em>Dan penulis buku-buku best seller tentang Hipnoterpi</em></p>
<p align="center">***</p>
<p style="text-align: justify;">“Menarik untuk disimak bahwa belakangan ini, pelatihan-pelatihan hipnosis dengan segala variannya berkembang menjadi terapi yang populer di negeri kita. Namun sudah menjadi peristiwa yang umum terjadi bahwa popularitas seringkali disertai resiko penyelewengan dari niat mulia para penggagas dan peletak dasarnya. Inilah yang sedang terjadi pada hipnoterapi Indonesia saat ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Cukup menyegarkan bahwa dalam iklim seperti ini, Anand Krishna mempertemukan kembali hipnosis dengan induknya: Spiritualitas Timur. Dalam buku ini, kita disodorkan banyak informasi yang apa adanya tentang hipnosisi dan, yang lebih penting lagi, kita disadarkan bahwa hipnosis sbenarnya berakar pada spiritualitas Timur.”</p>
<p align="center"><strong>YF La Kahija</strong></p>
<p align="center"><em>Penulis buku tentang Hipnoterapi</em></p>
<p align="center"><em>dan dosen padaFakultas Psikologi Universitas Diponegoro, Semarang</em></p>
<p align="center">***</p>
<p style="text-align: justify;">“Sebagai seorang psikolog dan therapist, termasuk hypnotherapy yang dikaitkan dengan ilmu kuno Ayurveda, saya melihat buku ini sebagai terobosan baru. Sungguhnya isi buku ini berguna bagi setiap therapist, bukan saja bagi para hypnotherapist saja. A must read!”</p>
<p style="text-align: center;" align="center"><strong>Dewi Yuniarti, Dra (psi)</strong></p>
<p align="center"><em>Psikolog/ Ayur Hypno therapist</em></p>
<p align="center">***</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan di atas  adalah kutipan dari sampul buku berjudul: <strong><em> ”Neo Spiritual-HYPNOTHERAPY, Seni Pemusatan Diri untuk Bebes dari Pengaruh Hipnosis Massal”</em></strong>. Ditulis oleh <strong><em>Anand Krishna</em></strong>.  Diterbitkan oleh: <strong>PT. Gramedia Pustaka Utama </strong>– April,2012.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/hypnotherapy/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Vedaanta</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/vedaanta</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/vedaanta#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 07:17:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kebijaksanaan Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Vedaanta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=318</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: VEDAANTA &#8211; Harapan bagi Masa Depan oleh Anand Krishna *** Vedaanta adalah intisari Veda, dan Veda berarti Pengetahuan. Bukan sembarang pengetahuan, dan juga bukan milik satu kelompok atau agama tertentu. Veda adalah Pengetahuan yang bersifat Sanaatana &#8211; langgeng, Abadi, Kekal, Tidak Pernah Tidak Ada &#8211; Selalu Ada, atau lebih tepat lagi jika disebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku:</p>
<h2 style="text-align: justify;"><em><a href="http://www.bukumeditasi.com/stress"><strong>VEDAANTA</strong></a></em><strong><em> &#8211; </em></strong><strong>Harapan</strong><strong> bagi Masa Depan<em> </em></strong></h2>
<h3 style="text-align: center;">oleh  <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a></h3>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.bukumeditasi.com/stress"><strong>Vedaanta</strong></a> adalah intisari <strong>Veda</strong>, dan Veda berarti Pengetahuan. Bukan sembarang pengetahuan, dan juga bukan milik satu kelompok atau agama tertentu. Veda adalah Pengetahuan yang bersifat <strong>Sanaatana</strong> &#8211; langgeng, Abadi, Kekal, Tidak Pernah Tidak Ada &#8211; Selalu Ada, atau lebih tepat lagi jika disebut &#8220;kebijakan&#8221; yang telah Menjadi Pedoman bagi Prilaku Manusia.</p>
<p style="text-align: justify;">Layaknya saripati, Vedaanta sungguh dahsyat. Dia akan mengantar Anda untuk Mengembangkan Kemanusiaan dalam diri Anda, untuk mencapai Kesempurnaan Diri Manusia &#8211; Moksha, Nirvana, Surga, Kerajaan Allah &#8211; banyak istilah, banyak sebutan, namun yang dimaksud adalah satu dan sama&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.aumkar.org"><strong>Anand Krishna</strong></a>, lahir di Solo tahun 1956, adalah penulis yang sangat produktif. Lebih dari 110 judul buku yang telah diterbitkannya dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Sebagai pendiri <strong><a href="http://www.anandkrishna.org">Anand Ashram</a></strong> (Pusat Kesehatan Holistik dan Meditasi, yang berafiliasi dengan PBB), dan penggagas beberapa gerakan popular, antara lain Forum Kebangkitan Jiwa dan Gerakan Integrasi Nasional, Ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, pendidikan, kebangsaan dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan di atas  adalah kutipan dari sampul buku yang berjudul:<strong> &#8221; <a href="http://www.bukumeditasi.com/stress">VEDAANTA</a> Harapan bagi Masa Depan &#8220;</strong> &#8211; , ditulis oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong>Anand Krishna</strong></a>.  Diterbitkan oleh: Pustaka Bali Post.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/vedaanta/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keindahan</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/keindahan</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/keindahan#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 May 2009 03:50:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kebijaksanaan Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Keindahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: Ah!, Mereguk Keindahan Tak Terkatakan, Pragyaa-Paaramitaa Hridaya Sutra Bagi Orang Modern oleh Anand Krishna *** Di tahap awal pencerahannya. Siddhartha Gautama memahami ciri hakiki kehidupan ini sebagai penderitaan, dan beliau menemukan sebab-sebabnya, serta cara pemecahannya. Tetapi, dalam pencerahan purnanya, beliau bicara lain lagi. Puncak kesadarannya itu tercermin dalam wejangan pendek,  Pragyaa Paaramitaa Hridaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku:</p>
<h2><strong>Ah!</strong>, <strong>Mereguk <a href="http://www.bukumeditasi.com/reinkarnasi">Keindahan</a> Tak Terkatakan<em>, </em></strong><em>Pragyaa-Paaramitaa Hridaya Sutra </em>Bagi Orang Modern</h2>
<h3 style="text-align: center;">oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong> </a></h3>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Di tahap awal pencerahannya. Siddhartha Gautama memahami ciri hakiki kehidupan ini sebagai penderitaan, dan beliau menemukan sebab-sebabnya, serta cara pemecahannya. Tetapi, dalam pencerahan purnanya, beliau bicara lain lagi. Puncak kesadarannya itu tercermin dalam wejangan pendek,  <em>Pragyaa Paaramitaa Hridaya Sutra</em>, yang merupakan inti sari ajaran Sang Buddha.</p>
<p style="text-align: justify;">Sutra ini sungguh dahsyat. Menyelami kedalamannya, tiba-tiba anda akan menjadi seorang Selebriti Sejati &#8211; seseorang yang mampu merayakan kehidupan setiap saat dan dalam keadaan apa pun juga.</p>
<p style="text-align: justify;">Sayang sekali, buku ini bukan untuk para pemula yang masih terperangkap dalam dualitas baik-buruk, benar-salah, ilahi-duniawi, maupun yang dengan mata buta dan tanpa tanda tanya menerima doktrin-doktrin (termasuk doktrin agama) yang dicekokkan kepadanya. Pendek kata, buku ini hanya akan bermanfaat bagi para petualang rohani &#8211; para pengembara berjiwa besar yang mungkin hanya bebrapa gelintir dalam setiap kelompok agama!</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan di atas  adalah kutipan dari buku <strong>&#8221; Ah!, Mereguk <a href="http://www.bukumeditasi.com/reinkarnasi">Keindahan</a> Tak Terkatakan</strong>, <strong><em>Pragyaa-Paaramitaa Hridaya Sutra </em>Bagi Orang Modern</strong><strong>&#8220;</strong>, ditulis oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a>.  Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/keindahan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nyanyian</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/nyanyian</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/nyanyian#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 May 2009 03:57:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kebijaksanaan Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Nyanyian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: Bhaja Govindam, Nyanyian Kebijaksanaan Sang Mahaguru Shankara oleh Anand Krishna *** Menyusul ulasan tentang Atma Boddha yang mendapat sambutan antusias dari para penyelam rohani, hadir di hadapan anda ulasan tentang karya Mahaguru Shankara yang unik ini, Bhaja Govindam. Berbeda dengan Atma Boddha yang diperuntukkan bagi para &#8220;murid umum&#8221;, karya ini dimaksudkan untuk para [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku:</p>
<h1 style="text-align: left;"><strong><em>Bhaja Govindam</em></strong>,</h1>
<h2 style="text-align: left;"><a href="http://www.bukumeditasi.com/reinkarnasi">Nyanyian</a> Kebijaksanaan Sang Mahaguru Shankara</h2>
<h3 style="text-align: center;">oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a></h3>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Menyusul ulasan tentang <strong><em>Atma Boddha</em></strong> yang mendapat sambutan antusias dari para penyelam rohani, hadir di hadapan anda ulasan tentang karya <strong>Mahaguru Shankara</strong> yang unik ini, <strong><em>Bhaja Govindam</em></strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbeda dengan <strong><em>Atma Boddha</em></strong> yang diperuntukkan bagi para &#8220;murid umum&#8221;, karya ini dimaksudkan untuk para murid yang sudah ber-<em>murad</em>, berkeinginan tunggal, yaitu &#8220;menginginkan keinginan Sang Kebenaran&#8221;. Dengan kata lain, karya ini bagi mereka yang bertekad untuk &#8220;melenyapkan segala keinginan dalam Kehendak Ilahi&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Selami karya ini dan menyanyilah bersama Sang Mahaguru Shankara, maka hidup ini akan benar-benar menjadi perayaan, dan Anda akan menjadi selebriti sejati.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8230; Hubungan antara guru dan siswa, murshid dan murid, <em>master </em>dan <em>disciple</em>, mungkin merupakan hubungan yang paling mesra. Tidak heran bila hubungan antara Jalaluddin Rumi dan Shams, hubungan antara Yesus dan Maria Magdalena, hubungan antara Krishna dan Radha, sering disalahpahami, disalahartikan, disalahtafsirkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Mesranya hubungan antara murshid dan murid tidak bisa tidak melahirkan energi yang mencerahkan. Kesiapan diri seorang murid dan kedekatannya dengan sang murshid menyebabkan terjadinya &#8220;pencerahan&#8221;. Dan, pencerahan seperti itu tidak semata-mata mencerahkan si murid; sang murshid pun sedikit lebih tercerahkan olehnya. Bila matahari pencerahan terbit, baik murid maupun murshid memperoleh sinarnya. <em>Enlightenment, my dear ones, is an ongoing proc</em>ess. Pencerahan terjadi terus-menerus. Pencerahan tidak pernah berhenti.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Bhaja Govindam</em></strong> lahir dari hubungan mesra seperti itu. Lahir dari hubungan Guru Shankaracharya dengan para muridnya. Sebelum ini kita pernah mengulas karya lain dari Sang Mahaguru, dalam buku yang sudah terbit lebih dulu, yaitu <strong><em>Atma Bodha</em></strong>. Saya merasa perlu mengulas satu lagi karya Shankaracharya, karena karyanya yang satu ini lain dari yang lain. [...]</p>
<p style="text-align: justify;">&#8230; <strong><em>Bhaja Govindam</em></strong> berbeda. Buku ini tidak ditulis. Sang Murshid tidak menulisnya. Beliau menyanyikannya bersama para murid. Sungguh luar biasa. Saya tidak pernah menemukan teks lain seperti ini. Ya, <strong><em>Bhaja Govindam </em></strong>adalah &#8220;<a href="http://www.bukumeditasi.com/reinkarnasi">nyanyian</a> bersama&#8221; Sang Guru bersama para muridnya. Mahaguru Shankara sedang berduet dengan para siswanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bait pertama lagu ini dinyanyikan oleh Shankara. Beberapa bait berikutnya oleh para murid, lalu diakhiri oleh Sang Guru lagi. <a href="http://www.bukumeditasi.com/reinkarnasi">Nyanyian</a> Shankara yang satu ini diperuntukkan bagi para murid, yaitu mereka yang ber-&#8221;<em>murad</em>&#8220;, berkeinginan tunggal. Dan, keinginan tunggal seorang murid adalah menginginkan &#8220;Keinginan Keberadaan&#8221;: Melenyapkan segala keinginan dalam Kehendak Ilahi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Bhaja Govindam</em></strong> merupakan &#8220;<em>injunctions</em>&#8221; Sang Guru bagi para murid [...]</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1311" title="Bhaja Govindam" src="http://bukumeditasi.com/wp-content/uploads/2009/05/e3d79b1461bc6ceac1b5f497089d984f.image.69x120.jpg" alt="Bhaja Govindam" width="69" height="120" />Tulisan di atas  adalah , kutipan-kutipan dari sampul buku berjudul: <strong><em>&#8220;</em></strong><strong><em> Bhaja Govindam</em></strong>, <a href="http://www.bukumeditasi.com/reinkarnasi"><em>Nyanyian</em></a><em> Kebijaksanaan Sang Mahaguru Shankara<strong>&#8220;</strong></em>, ditulis oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a>.  Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/nyanyian/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cinta</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/cinta</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/cinta#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 May 2009 03:57:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kebijaksanaan Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: Narada Bhakti Sutra, Menggapai Cinta Tak Bersyarat dan Tak Terbatas oleh Anand Krishna *** . . . Berhentilah &#8220;mengalir&#8221; ke luar&#8230; Take a U-Turn, berbeloklah kembali ke dalam diri. Apa yang engkau cari itu, tidak ada di luar diri. Ketika George Horrison dari kelompok The Beatles menyadari hal itu, dia melepas segala ketergantungan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku:</p>
<h2 style="text-align: left;"><strong>Narada Bhakti Sutra,</strong> Menggapai <a href="http://www.bukumeditasi.com/kematian">Cinta</a> Tak Bersyarat dan Tak Terbatas</h2>
<h3 style="text-align: center;">oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a></h3>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">. . . Berhentilah &#8220;mengalir&#8221; ke luar&#8230; Take a U-Turn, berbeloklah kembali ke dalam diri. Apa yang engkau cari itu, tidak ada di luar diri.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika George Horrison dari kelompok The Beatles menyadari hal itu, dia melepas segala ketergantungan pada hal-hal di luar diri. Dan menyaatakan dengan gambling, <em>&#8220;All you need is Love.<strong>Hari Bol!</strong>&#8220;</em> Apa yang engkau butuhkan hanyalah kasih. Ucapkan Nama Dia Yang Adalah Wujud <a href="http://www.bukumeditasi.com/kematian">Cinta</a> Kasih!</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Sekarang&#8221;, kata Narada&#8230;&#8221;Sekarang, temukan Pusat Kasih itu di dalam dirimu!&#8221; <strong><em>Narada Bhakti Sutra</em></strong> tidak dimaksudkan bagi mereka yang masih asyik mencari <a href="http://www.bukumeditasi.com/kematian">cinta</a> di luar diri. Ia dimaksudkan bagi mereka yang ingin mencari Pusat Kasih, Sentra <a href="http://www.bukumeditasi.com/kematian">Cinta</a> di dalam dirinya [...]</p>
<p style="text-align: justify;">. . . Termabukkan oleh anggur kasih yang berasal dari dalam diri &#8211; demikian keadaan seorang Kekasih, seorang pe<a href="http://www.bukumeditasi.com/kematian">cinta</a> Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">Bila anda termabukkan oleh sesuatu di luar diri, anda adalah seorang pemabuk. Bila anda termabukkan oleh sesuatu di dalam diri, anda adalah seorang pe<a href="http://www.bukumeditasi.com/kematian">cinta</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Sayangnya para pemabuk tidak bisa memahami keadaan para pe<a href="http://www.bukumeditasi.com/kematian">cinta</a>, kemudian malah menghujat mereka, &#8220;Eh, kamu belum apa-apa. Kamu belum cukup mabuk. Mana gelasmu? Mana botolmu? Mana anggurmu? Siapa Tuhanmu? Nggak mungkin, ah&#8230; Kau ateis. Kau tidak beragama.</p>
<p style="text-align: justify;">Kau belum apa-apa. Siapa yang ingin kau bohongi? Sembahyang saja tidak teratur. Kapan ke tempat ibadah? Saya tidak pernah melihatmu.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Para pe<a href="http://www.bukumeditasi.com/kematian">cinta</a> Allah termabukkan oleh <a href="http://www.bukumeditasi.com/kematian">cinta</a> yang berasal dari dalam diri mereka sendiri. Para kekasih Tuhan termabukkan oleh Tuhan yang &#8220;berada&#8221; di dalam diri mereka sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita masih membutuhkan hal-hal luaran. Masih membutuhkan sarana-sarana dari luar diri. Masih membutuhkan &#8230;dan&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Satu hal penting untuk direnungkan: Termabukkan oleh hal-hal luaran saja, manusia menjadi pemberani. Apalagi termabukkan oleh sesuatu di dalam diri! [...]</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam dunia wayang, <strong>Narada </strong>dikenal sebagai Dewa. <strong>Brahma-Rishi</strong> ini sebenarnya adalah tokoh historis. Sepeninggalan ibunya secara tiba-tiba, pemuda ini mulai mengembara, untuk menguasai segala cabang pengetahuan. Dengan penguasaan pengetahuan yang ada pada zamannya, hati pemuda ini sama sekali tak terpuaskan, sampai akhirnya dia bertemu dengan <strong>Sanatkumara</strong>, seorang pujangga dari kalpa yang sudah berlalu. Olehnya Narada diingatkan bahwa hanya ada satu yang akan memuaskan hatinya&#8230; yaitu, &#8220;Yang Hanya Satu Ada-Nya&#8230;Kasih, <a href="http://www.bukumeditasi.com/kematian">Cinta</a> Tak Bersyarat dan Tak Berbatas.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Karena itu, mulailah Narada menyelami <a href="http://www.bukumeditasi.com/kematian">Cinta</a>, dan <strong><em>Bhakti Sutra </em></strong>adalah mahakarya hasil penyelamannya.</p>
<p>Dengar komentar <strong>Anand Krishna</strong>, kini karya klasik ini terbuka bagi kita. Bagaikan cermin, kita bisa menatapnya untuk menemukan diri, dan Dia Yang Bersemayam Di Dalam Diri: <strong>Narayana</strong>.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1538" title="Narada Bhakti Sutra" src="http://bukumeditasi.com/wp-content/uploads/2009/05/195a1392b0cb890832318bd3.image.73x120.jpg" alt="Narada Bhakti Sutra" width="73" height="120" />Tulisan di atas  adalah kutipan-kutipan dari buku yang brjudul: <strong><em>”</em></strong><strong><em> Narada Bhakti Sutra,</em></strong> <em>Menggapai </em><a href="http://www.bukumeditasi.com/kematian"><em>Cinta</em></a><em> Tak Bersyarat dan Tak Terbatas<strong> ”</strong></em>, ditulis oleh<a href="http://www.aumkar.org"> <strong><em>Anand Krishna</em></strong></a>.  Diterbitkan oleh  PT  Gramedia Pustaka Utama.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/cinta/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebahagiaan</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/kebahagiaan</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/kebahagiaan#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 May 2009 03:56:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kebijaksanaan Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kebahagiaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: ATMA BODHA, Menggapai Kebenaran Sejati ,Kesadaran Murni dan Kebahagiaan Kekal oleh Anand Krishna *** Sejak kelahirannya sudah tampak tanda-tanda istimewa. Konon, ia mulai belajar di Gurukula ketika berumur 3 tahun, dan hanya membutuhkan empat tahun untuk menguasai semua cabang ilmu yang diajarkan di sana. Dialah Shankara, yang pada usia 7 tahun sudah menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku:</p>
<h2 style="text-align: left;"><strong><em>ATMA BODHA</em></strong>, <em>Menggapai Kebenaran Sejati ,Kesadaran Murni dan </em><a href="http://www.bukumeditasi.com/kematian"><em>Kebahagiaan</em></a><em> Kekal</em></h2>
<h4 style="text-align: center;">oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong> </a></h4>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak kelahirannya sudah tampak tanda-tanda istimewa. Konon, ia mulai belajar di Gurukula ketika berumur 3 tahun, dan hanya membutuhkan empat tahun untuk menguasai semua cabang ilmu yang diajarkan di sana. Dialah <strong>Shankara</strong>, yang pada usia 7 tahun sudah menjadi seorang <em>pandit</em>, seorang sarjana.</p>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan hidupnya tidak hanya mengantar dia sampai di situ. Ia bahkan menjadi seorang meditator, yang karena kharisma dan wawasannya mendapat julukan <strong><em>Jagadguru Shankaraachaarya</em></strong> atau Guru Sejagad yang mengajar dari pengalaman. Karena kedalamannya, bahkan dia disebut sebagai <strong><em>Sadguru</em></strong>, Guru Sejati, yang akan melakukan reformasi adat, peraturan, hukum dan penghayatan agama di India.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Atma Bodha</em></strong> adalah buah karya peninggalannya yang terus memberi inspirasi kepada orang yang berani menyelami diri, orang-orang yang berani mempertanyakan dogma-dogma, orang-orang yang siap untuk dikikis kepicikannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk yang belum siap, berhati-hatilah dan diskusikanlah dengan guru-guru Anda, karena Anda akan berubah bila merenungkan dengan serius ayat-ayat dalam buku ini!</p>
<p style="text-align: justify;">&#8230; Seribu tahun berlalu sudah, sejak <strong><em>Bhaaratvarsha</em></strong>, India dikunjungi oleh seorang <strong><em>Mahaatmaa</em></strong>. Kunjungan terakhir oleh Siddhartha, Sang Buddha, telah mengubah pola hidup dan cara berpikir wangsa <strong><em>Bhaarat</em></strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedatanga Shankara seribu tahun kemudian memang sudah ditunggu-tunggu. Anak cucu <strong><em>Bhaarat </em></strong>selalu membuka diri terhadap perubahan. Peraturan mereka, adat mereka, bahkan apa yang disebut &#8220;hukum agama&#8221; pun tidak baku. Semua terbuka bagi pembaharuan, bagi penyesuaian, bahkan perombakan total sesuai dengan tuntutan jaman.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat Shankara lahir, ajaran Sang Buddha sudah mulai banyak diselewengkan. Banyak pula yang meninggalkan rumah tangga dan melarikan diri dari tanggung jawab, dengan menggunakan dalil agama: &#8220;Bukankah Sang Buddha sendiri melakukan hal itu? Di pun meninggalkan istana, istri dan anak yang baru lahir. Salahkah kami bila mengikuti jejaknya?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Lain Siddharta, lain mereka. Shiddarta mencari Kebenaran. Mereka mencari pembenara. Kelahiran Shankara justru untuk meruntuhkan pembenaran-pembenaran dan kemunafikan seperti itu, tapi oleh banyak pihak yang tidak memahaminya. Dia dicap sebagai musuh Buddha [...]</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1313" title="Atma Bodha" src="http://bukumeditasi.com/wp-content/uploads/2009/05/56ab9fb591051409f6c85ce29221e6ec.image.72x120.jpg" alt="Atma Bodha" width="72" height="120" />Tulisan di atas  adalah kutipan-kutipan dari buku: <strong><em>&#8220;</em></strong><strong><em>Atma Bodha</em></strong>, <em>Menggapai Kebenaran Sejati ,Kesadaran Murni dan </em><a href="http://www.bukumeditasi.com/kematian"><em>Kebahagiaan</em></a><em> Kekal<strong> </strong><strong>&#8220;</strong></em>, ditulis oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a>.  Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/kebahagiaan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gita</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/gita</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/gita#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 May 2009 03:55:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kebijaksanaan Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Gita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: Bhagawad Gita bagi Orang Modern oleh Anand Krishna .  .  . Tulisan di atas  adalah kutipan-kutipan dari smpul buku berjudul: &#8220;Bhagawad Gita bagi Orang Modern&#8221;, ditulis oleh Anand Krishna.  Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku:<strong><em></em></strong></p>
<h2><strong>Bhagawad <a href="http://buku-meditasi.com/kematian">Gita</a> bagi Orang Modern<em><br />
</em></strong></h2>
<h3 style="text-align: center;">oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a></h3>
<p>.  .  .</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1532" title="Bhagawad Gita" src="http://bukumeditasi.com/wp-content/uploads/2009/05/73a9717a698f6aabdfb13616eac8f922.image.77x120qq.jpg" alt="Bhagawad Gita" width="72" height="120" />Tulisan di atas  adalah kutipan-kutipan dari smpul buku berjudul: <strong><em>&#8220;Bhagawad <a href="http://buku-meditasi.com/kematian">Gita</a> bagi Orang Modern&#8221;</em></strong>, ditulis oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a>.  Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/gita/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

