May 6th, 2009 by admin
Judul Buku:
Life Workbook – Melangkah dalam Pencerahan, Kendala dalam Perjalanan, dan Cara Mengatasinya
***
[...] Untuk Anda yang belum sempat membaca ulasan terhadap karya Mahaguru Shankara itu, saya ringkaskan lima topik yang dibahas di sana, yaitu:
1. Kenalilah Dirimu
2. Jagalah Pergaulanmu
3. Pertahankanlah Kesadaranmu
4. Tekun dan Bersemangatlah Selalu
5. Berkaryalah Sesuai dengan Kesadaranmu
Buku ini adalah semacam work book atau Panduan Praktis untuk mempraktikkan kelima langkah tersebut. Dalam buku terdahulu, kita membaca tentang 40 kebiasaan orang-orang yang Tercerahkan, sedangkan dalam panduan ini kita akan membaca tentang 14 kebiasaan, atau lebih tepatnya kelemahan, kesalahan yang dapat menghalangi, memustahilkan atau meniadakan pencerahan.[...]
Buku panduan ini dimaksudkan untuk lebih membumikan 5 Langkah Menuju Kesadaran yang disarikan dari karya Mahaguru Shankara (baca : “5 Steps to Awareness – 40 Kebiasaan Orang yang Tercerahkan “, Karya terakhir Mahaguru Shankara “Saadhanaa Panchakam“. Saduran dan Ulasan dalam Bahasa Indonesia oleh Anand Krishna . Diterbitkan oleh: PT. Gramedia Pustaka Utama)
, karena jalan menuju pencerahan tidak mulus dan tidak mudah. Ada banyak rintangan yang menghadang.
Buku ini dimaksudkan untuk membantu kita mengatasi rintangan yang ada, yaitu 14 kelemahan yang menjadi kendala dalam perjalanan kita menuju puncak ketinggian:
Naastikyam, tidak percaya diri
Anritam, bohong, tidak jujur
Krodham, amarah
Pramaadam, abai, tidak peduli
Dirghasutam, kebiasaan menunda
Adarshanam Gyaanavataam, sembarangan bergaul
Aalasya, sikap malas
Pancha Vratitam, terbawa nafsu
Ek Chintanataa-marthaanaam, kurang pertimbangan
Anartha-Gyeshcha Mantranaam, minta nasihat dari mereka yang tidak kompeten
Nishchitaanaam Anaarambham, tidak menindaklanjuti perencanaan yang sudah dibuat
Mantrasyaa-pari-rakshanam, tidak bisa menyimpan rahasia
Mangaladi Aprayogam, tidak mengindahkan praktik terbaik
Pratyut-thaanam Cha Sarvatah, menciptakan konflik, mencari gara-gara Disertai dengan tuntunan praktik life management, kita akan lebih mudah mengendalikan pikiran dan emosi kita.
***
Tulisan di atas adalah kutipan-kutipan dari sampul buku “Life Workbook – Melangkah dalam Pencerahan, Kendala dalam Perjalanan, dan Cara Mengatasinya”, ditulis oleh Anand Krishna. Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama.
May 5th, 2009 by admin
Judul Buku:
5 Steps to Awareness – 40 Kebiasaan Orang yang Tercerahkan
Karya terakhir Mahaguru Shankara “Saadhanaa Panchakam“
Saduran & Ulasan dalam Bahasa Indonesiaoleh Anand Krishna
***
Saadhanaa Panchakam adalah karya klasik yang banyak dirujuk oleh penyelam kedalaman, penimba makna, dan pencari kebenaran. Karya terakhir Mahaguru Shankara ini memaparkan Lima Langkah Menuju Pencerahan dan Empat Puluh Kebiasaan Orang yang Tercerahkan. Selami karya ini dan songsong pencerahan Anda!
Segala pengetahuan yang kami peroleh lewat guru kami, Shivasoma, berasal dari Guru Besar Bhagavan Shankara yang selalu dikerumuni oleh para pencari kebenaran.
Indravarman, Raja Sriwijaya
Dari prasasti abad ke tujuh atau delapan masehi
Ditemukan di Kambodia
Dalam usianya yang masih sangat muda, hanya 32 tahun, pemuda ajaib ini telah menyelesaikan tugasnya. Para pemikir lain barangkali baru memulai karir mereka di usia itu. Dalam diri Shankara, Kejeniusan Bangsa Hindia Bangkit kembali!
Margaret Nobel
Bangsawan Inggris,
Penulis dan Murid Swami Vivekananda
***
Tulisan di atas adalah kutipan-kutipan dari sampul buku berjudul
” 5 Steps to Awareness- 40 Kebiasaan Orang yang Tercerahkan “, Karya terakhir Mahaguru Shankara “Saadhanaa Panchakam“. Saduran dan Ulasan dalam Bahasa Indonesia oleh Anand Krishna. Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama.
April 30th, 2009 by admin
Judul Buku:
The Gita of Management- Panduan bagi Eksekutif Muda Berwawasan Modern
***
Zaman telah berubah.
Para eksekutuf bisnis kini meninggalkan ajaran seni berperang Sun Tzu
Dan beralih mengikuti petunjuk Bhagavad Gita yang penuh kedamaian.
( Business Week Edisi Indonesia/ 15-22 November 2006)
… Adalah kecelakaan bagi umat manusia, bagi manusia modern, bagi Orang Indonesia yang belakangan ini lebih menggemari kebijakan Sun Tzu dalam hal bermanajemen, daripada mencari referensi dari khazanah budaya sendiri.
Sri Krishna dan Bhagavad Gita berasal dari budaya kita sendiri, dari Budaya Nusantara yang menjadi bagian dari Peradaban Sindhu. Peradaban ini oleh sejarawan Arab disebut Hindu, oleh barat disebut Indo, Indies, Hindia, Indo dan sebaginya.
Kita tidak sedang berbicara tentang apa yang sekarang disebut “Agama Hindu”. Kita sedang berbicara tentang budaya Indo, tentang nilai-nilai luhur yang terdapat dalam kearifan local kita sendiri. [...]
Sun Tzu mewakili manusia primordial, dimana hukum yang berlaku adalah fight or flight, melawan untuk keluar sebagai pemenang, atau melarikan diri dari medan laga. Berbasiskan konsep dasar itu ia menyusun Seni Perang, untuk memberi kita kemenangan, dan orang modern dengan antusias menerapkannya dalam bisnis.
Sun Tsu adalah sebuah kemerosotan dari kebijaksanaan klasik, dan kita perlu naik kembali ke ketinggian itu: Kebijaksanaan Sri Krishna. Untuk itu, buku ini akan memandu pendakian Anda.
Zaman telah berubah. Para eksekutif bisnis kini meninggalkan ajaran seni perang Sun Tzu…Era ketika Gordon Gekko, tokoh dalam film Wall Street, dengan bangga mengutip Sun Tzu telah pudar. Bhagavad Gita menggeser posisi The Art of War sebagai referensi manajemen.
- - Business Week Indonesia
Sun Tzu masih berkuasa di Cina. Lahir lebih dari 500 tahun sebelum Era Masehi, berarti kira-kira 2500 tahun yang lalu, ia masih hidup, masih kuat, masih Berjaya.
Pertanyaannya, seberapa bergunanya ajarannya bagi kita? Apakah berguna atau justru membahayakan kehidupan kita? Siapakah sesungguhnya Sun Tzu itu?
***
Tulisan di atas adalah kutipan-kutipan dari sampul buku berjudul: ” The Gita of Management- Panduan bagi Eksekutif Muda Berwawasan Modern “, ditulis oleh Anand Krishna. Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama.