<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Buku Meditasi &#187; Meditasi dan Kesehatan</title>
	<atom:link href="http://bukumeditasi.com/category/meditasi-dan-kesehatan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bukumeditasi.com</link>
	<description>Buku Spiritual dan Buku Meditasi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Jan 2012 05:12:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Neo Spirituality</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/neo-spirituality</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/neo-spirituality#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Dec 2010 03:55:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Meditasi dan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Neo Spirituality]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=948</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: Neospirituality &#38; Meuroscience Puncak Evolusi Kemanusiaan Ditulis oleh  Anand Krishna dan Dr. Bambang Setiawan “Evolusi Spiritual adalah evolusi dari ketidaksadaran menuju kesadaran. Inilah evolusi yang sedang kita jalani saat ini.” *** Roda evolusi sains dan teknologi terus berputar dan berhasil mengantarkan kita pada era baru saat ini. Namun ketika  perkembangan kecerdasan otak dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku:</p>
<h1 style="text-align: left;"><strong><a href="http://www.bukumeditasi.com/iching">Neospirituality</a> &amp; Meuroscience<br />
</strong></h1>
<h2 style="text-align: center;"><em><strong>Puncak Evolusi Kemanusiaan </strong></em></h2>
<h3 style="text-align: center;">Ditulis oleh  <strong><em><a href="http://www.aumkar.org">Anand Krishna</a> </em></strong>dan<em> <strong>Dr. Bambang Setiawan</strong></em></h3>
<p style="text-align: center;"><strong><em><span style="color: #33cccc;">“</span><span style="color: #33cccc;"><span style="color: #33cccc;">E</span>volusi Spiritual adalah evolusi dari ketidaksadaran menuju kesadaran. Inilah evolusi yang sedang kita jalani saat ini.”</span></em></strong></p>
<p align="center">***</p>
<p style="text-align: justify;">Roda evolusi sains dan teknologi terus berputar dan berhasil mengantarkan kita pada era baru saat ini. Namun ketika  perkembangan kecerdasan otak dan kemampuan intelektualitas yang mendasari evolusi itu tidak diimbangi dengan perkembangan spiritualitas dalam diri kita, kerusakanlah yang kita dapati, antara lain pencemaran lingkungan, konflik, perang, serta segala sesuatu yang tidak selaras dan tidak harmonis. Dengan otak yang cerdas dan intelek yang laju berkembang, manusia ternyata cenderung menggunakan pengetahuan, sains, dan teknologi untuk kepentingannya, entah untuk dirinya sendiri, keluarganya, kelompoknya, partainya, umatnya, atau golongannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sains dan spiritualitas bukanlah dua ekstrem atau dua kubu yang terpisah. Pertemuan seorang ilmuwan, ahli bedah syaraf Dr.Bambang Setiawan (almarhum) dengan seorang spiritualis, <a href="http://www.aumkar.org"><strong>Anand Krishna,</strong></a> menunjukkan bahwa sains dan spiritualitas saling melengkapi. Evolusi spiritual semestinya mendapat perhatian kita sebagaimana halnya kita menaruh perhatian pada kecerdasan otak. Jika hal ini terjadi, dengan sendirinya kecerdasan otak dan kecemerlangan daya piker akan menjadi berkah dan menunjang keselarasan alam, kedamaian, serta keharmonisan antarmanusia dan sesame mahluk hidup.</p>
<p align="center">***</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1450" title="Neo Spirituality" src="http://bukumeditasi.com/wp-content/uploads/2010/12/3e611ff6586682011a18376079637742.image.74x120.jpg" alt="Neo Spirituality" width="74" height="120" />Tulisan di atas  adalah kutipan dari sampul buku:<strong> “ <a href="http://www.bukumeditasi.com/iching">Neospirituality</a> &amp; Meuroscience – Puncak Evolusi Kemanusiaan”</strong>, ditulis oleh  <strong><em><a href="http://www.aumkar.org">Anand Krishna</a> </em></strong><em>dan<strong> Dr.Bambang Setiawan</strong></em>.  Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama &#8211; (2010)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/neo-spirituality/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sehat</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/sehat</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/sehat#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 04:35:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Meditasi dan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: Sehat Dalam Sekejap ditulis oleh Anand Krishna *** [...] Anda bisa lari dari keadaan, tapi tidak bias lari dari pikiran [...] Pada awal bulan Maret 1999, The National Institute of Occupational Safety and Health (NIOSH) bekerja sama dengan American Psychological Association mengadakan konfrensi di Baltimore, Amerika Serikat. Yang mereka bicarakan adalah masalah stress [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku:<strong><a href="http://www.bukumeditasi.com/kesadaran"></a></strong></p>
<h1><strong><a href="http://www.bukumeditasi.com/kesadaran">Sehat</a> Dalam Sekejap</strong></h1>
<h1><strong> </strong></h1>
<h3 style="text-align: center;">ditulis oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a></h3>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">[...] Anda bisa lari dari keadaan, tapi tidak bias lari dari pikiran [...]</p>
<p style="text-align: justify;">Pada awal bulan Maret 1999, <em>The National Institute of Occupational Safety and Health (NIOSH)</em> bekerja sama dengan <em>American Psychological Association</em> mengadakan konfrensi di Baltimore, Amerika Serikat. Yang mereka bicarakan adalah masalah stress ini. Tidak heran, karena hasil riset mereka sebelumnya menunjukkan bahwa 25% pekerja di Amerika Serikat mengalami stress &#8220;parah&#8221; di tempat kerja, sampai membutuhkan bantuan medis dan psikologis.</p>
<p style="text-align: justify;">Ironisnya ilmu medis hanya bisa menangani gejala penyakit yang disebabkan oleh stress, depresi dan lain sebagainya. Lalu, sebagaimana dikatakan oleh seorang teman dokter di Ashram, Dr Setiawan: &#8220;obat-obat anti depresi dan anti stres yang biasanya diberikan hanya mengurangi atau menghilangkan gejala-gejala penyakit. Bahkan seorang penderita bisa mengalami ketergantungan obat dengan segala akibatnya. Mau sampai kapan?</p>
<p style="text-align: justify;">Ilmu psikologi menawarkan pengetahuan tentang stress, tentang depresi, tetapi solusi yang ditawarkan juga belum pas, karena ilmu psikologi masih bekerja pada tingkat alam bawah sadar. Yang diarah memang sudah betul, karena kekacauan terjadi di situ, tetapi untuk mengatasinya, harus ada lembaga lebih tinggi dari alam bawah sadar. Seperti huru-hara di jalan raya, yang mengatasinya harus aparat keamanan. Para pelaku huru-hara sendiri tidak bias diharapkan untuk mengatasinya. Dalam hal ini, aparat keamanan itu sebuah perumpamaan untuk menunjukkan <strong>kesadaran murni</strong>. Prosesnya dimulai dengan melampaui alam bawah sadar atau <em>subconscious mind</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Psikiatri juga tidak banyak membantu. Lagi-lagi, yang bisa mereka berikan hanyalah obat penenang, ditambah dengan latihan rileksasi &#8211; yang bisa mengalihkan kesadaran sang penderita dari penderitaannya. Tetapi ya sekedar itu saja &#8211; pengalihan perhatian untuk sesaat.</p>
<p style="text-align: justify;">Seorang penderita stress atau depresi membutuhkan penanganan yang bersifat &#8220;<em>holistc</em>&#8220;. Istilah holistic ini mempunyai akar pada suku kata &#8220;<em>whole</em>&#8221; &#8211; keseluruhan. Nah, setidaknya ada lima aspek utama kepribadian manusia yang harus ditangani. [...]</p>
<p style="text-align: justify;">Tubuh kita memiliki mekanisme alamiah yang luar biasa, yang kalau tidak kita kacaukan, akan menciptakan sendiri pertahanannya terhadap berbagai gangguan dan penyakit. Tetapi, mekanisme alamiah itu sudah banyak terganggu oleh pola makan, cara pandang, dan pembiasaan secara mental maupun emosional, serta pola hidup kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Me</strong>ditasi <strong>Din</strong>amis <strong>A</strong>nanda (<strong>MeDinA</strong>) akan memberdayakan diri Anda, untuk meraih kembali kesehatan fisik, mental dan emosional Anda. Dengan latihan-latihan praktis yang dipaparkan dengan ilustrasi jelas, Anda akan mampu mengatasi gangguan mental seperti amarah dan kesal, duka dan murung, cemas dan gelisah, sampai yang berat-berat seperti, trauma, stress dan depresi, bahkan keinginan untuk bunuh diri.</p>
<p style="text-align: justify;">Melalui meditasi itu, Anda juga dapat mengatasi insomnia dan migraine, serta berbagai bentuk ketergantungan dan kecanduan. Dan untuk ke<a href="http://www.bukumeditasi.com/kesadaran">sehat</a>an fisik secara keseluruhan, disajikan terapi yang amat murah dan luar biasa manfaatnya maupun efektifitasnya: <strong>Terapi Air</strong>.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1286" title="Sehat dalam Sekejap" src="http://bukumeditasi.com/wp-content/uploads/2009/04/sehat-dalam-sekejap.jpg" alt="Sehat dalam Sekejap" width="100" height="167" />Tulisan di atas  adalah kutipan-kutipan dari, buku &#8220;<strong><a href="http://www.bukumeditasi.com/kesadaran">Sehat </a>Dalam Sekejap</strong>&#8220;. Cetakan Ketiga: Februri 2001. Ditulis oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a>.  Diterbitkan oleh: PT  Gramedia Pustaka Utama. (Cetakan pertama: April 2000)</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/sehat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Medis Meditasi</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/medis-meditasi</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/medis-meditasi#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 02:39:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Meditasi dan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Medis Meditasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: MedEri &#8211; Medis Meditasi oleh Anand Krishna bersama Teman-Teman *** [...] The Latin root of the word meditation is similar to the root for medical or medicate and implies the sense of &#8220;attending to&#8221; or &#8220;paying attention to&#8221; something. In meditation, you pay attention to your own deepest, innermost levels-dimensiaon of yourself which [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku:</p>
<h2><strong> MedEri &#8211; </strong><a href="http://www.bukumeditasi.com/kesadaran"><strong>Medis Meditasi</strong></a></h2>
<h3 style="text-align: center;">oleh <a href="http://www.aumkar.org">Anand Krishna</a> bersama Teman-Teman</h3>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">[...] <em>The Latin root of the word meditation is similar to the root for medical or medicate and implies the sense of &#8220;attending to&#8221; or &#8220;paying attention to&#8221; something</em>.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>In meditation, you pay attention to your own deepest, innermost levels-dimensiaon of yourself which are seldom known.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>The English word meditation is based on the Latin root </em><strong>&#8220;med&#8221;</strong><em> which is, &#8220;to measure.&#8221; The present meaning of the word is &#8220;to reflect,&#8221; &#8220;to ponder&#8221; </em>(i.e.to weigh or measure), and &#8220;to give close attention.&#8221; <em>The Latin root of the word meditation, mederi</em>, means &#8220;to heal. &#8220;<em>The word meditation comes from the same Latin root as the word medicine, <strong>MedEri</strong></em>, meaning &#8220;to remedy&#8221;.<em> </em></p>
<p style="text-align: justify;">Inilah hasilnya bila kita membuka Leksikon atau kamus tentang <em>Origin of Words</em>, asal-usul terbentuknya satu kata. Medication atau Medis  dan Meditation atau Meditasi berasal dari satu suku kata yang sama dalam bahasa Latin:</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Akar kata bagi Meitasi dalam bahasa Latin mirip dengan akar kata bagi Medis, maksudnya &#8216;menjaga&#8217;,'merawat&#8217; atau &#8216;memperhatikan&#8217; sesuatu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Dalam Meditasi, kita memperhatikan lapisan-lapisan kesadaran atau dimensi-dimensi terdalam dalam diri kita sendiri, yang biasanya luput dari perhatian.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Meditation dalam bahasa Inggris berasal dari suku kata &#8216;med&#8217; dalam bahasa Latin, yang mana berart&#8217;mengukur&#8217;. Dalam keseharian kita sekarang, kata ini juga dapat diterjemahkan sebagai &#8216;menilai&#8217;, &#8216;menghayati&#8217;, &#8216;meniti&#8217; atau &#8216;memperhatikan secara mendalam&#8217;.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Akar kata bagi &#8216;meditasi&#8217; dalam bahasa Latin yakni &#8216;mederi&#8217;, berarti &#8216;menyembuhkan&#8217;. (Kesimpulannya) kata &#8216;meditasi&#8217; dan &#8216;medis&#8217; dalam bahasa Latin berasal dari suku kata yang sama &#8211; MedEri, berarti menyembuhkan&#8217;.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Bila disimpulkan lebih lanjut, [...]</p>
<p style="text-align: justify;">Di tahun-tahun mendatang, bukan Cuma obat-obatan yang akan diimport. Dokter-dokter asing pun akan &#8220;dipasarkan&#8221; di sini.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketidaktahuan tentang diri sendiri adalah sebab utama makin mahalnya kesehatan. Padahal, penelitian-penelitian ilmiah mutakhir menunjukkan bahwa penyebab kita sakit &#8211; sekaligus penyembuhnya &#8211; tak lain adalah kita sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Inilah cara pandang ilmu kesehatan holistic yang sudah berusia ribuan tahun. Dokter hanyalah seorang &#8216;fasilitator&#8221;, obat-obatan Cuma pelengkap. Yang terpenting, kita sndiri harus berperan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita semua berhak atas kesehatan yang murah. Sekaranglah saatnya. Yang diperlukan Cuma perubahan persepsi.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1317" title="MedEri-Medis Meditasi" src="http://bukumeditasi.com/wp-content/uploads/2009/04/c7ce589908b9227884a0fed14c79c9f7.image.76x120.jpg" alt="MedEri-Medis Meditasi" width="76" height="120" />Tulisan di atas  adalah kutipan-kutipan dari, buku &#8220;<strong>MedEri &#8211; Medis Meditasi</strong>&#8220;. Cetakan I: Juni 2005. Ditulis oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong>Anand Krishna</strong></a> bersama Teman-Teman. Diterbitkan oleh:<a href="http://www.oneearthmedia.net"> <strong>PT One Earth Media</strong></a>.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/medis-meditasi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Renungan</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/renungan</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/renungan#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 02:30:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Meditasi dan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: Renungan Harian &#8211; Penunjang  Meditasi ditulis oleh Anand Krishna *** [... ] Kita pikir, sudah ke dokter &#8211; ya sudah cukup. Padahal, diperiksa oleh dokter hanyalah langkah awal. Yang penting adalah obat yang diberikan. Kita rajin mendatangi masjid, pura, gereja, vihara, atau kuil. Kita pikir, itu sudah cukup. Padahal belum apa-apa. Mendatangi tempat-tempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Judul Buku:</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong> </strong><a href="http://www.bukumeditasi.com/kesadaran"><strong>Renungan</strong></a><strong> Harian &#8211; Penunjang  Meditasi</strong></h2>
<h3 style="text-align: center;">ditulis oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a></h3>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">[... ] Kita pikir, sudah ke dokter &#8211; ya sudah cukup. Padahal, diperiksa oleh dokter hanyalah langkah awal. Yang penting adalah obat yang diberikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita rajin mendatangi masjid, pura, gereja, vihara, atau kuil. Kita pikir, itu sudah cukup. Padahal belum apa-apa. Mendatangi tempat-tempat ibadah, ibarat mendatangi seorang dokter.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang penting, justru langkah berikutnya. Langkah yang tidak pernah kita ambil. Kita berhenti di tempat-tempat ibadah. Kita berhenti pada permukaan agama. Kita lupa menyelami esensi agama. Lalu kita mengeluh,&#8221;Aduh, aku kok belum sehat-sehat?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu kita cari dokter yang lain. Kita ke tempat ibadah yang lain. Kita ganti agama. Semuanya sia-sia. Jika Anda tidak mematuhi anjuran dokter, jika Anda tidak minum obat yang ia berikan, kunjungan Anda ke dokter mana pun tidak ada gunanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lewat renungan harian ini, saya mengajak Anda untuk menyelami ajaran para nabi, para mesias, para guru. Kata-kata mereka dapat dijadikan sarana meditasi. Renungkan maknanya. Selami artinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Di atas segalanya, lewat <em>Renungan Harian</em> ini <strong>saya ingin mengajak Anda untuk menyelami, masuk dan menjalani Millennium Baru dengan Semangat Baru</strong>. Semangat lama yang cenderung mengkotak-kotakkan manusia berdasarkan agama dan kepercayaan terbukti hanya menghasilkan peperangan, permusuhan, pertikaian, pertengkaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah waktunya, kita menemukan nilai-nilai baru yang dapat mempersatukan umat manusia. Dan untuk itu, kita membutuhkan pemahaman baru, pengertian baru tentang agama apa saja yang kita anut. Kita perlu mendefinisikan kembali ajaran-ajaran agama kita. Dan, yang paling penting, kita perlu menyadari adanya &#8211; dan lebih-lebih mengapresiasi, menghargai, dan membiarkan diri diubah oleh &#8211; Kebenaran dalam setiap agama, dalam setiap kepercayaan, dalam setiap ajaran luhur.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya ingin mengajak Anda untuk melakukan ziarah spiritual, bukan sekedar ziarah intelektual. Salami Siddhartha dan Isa dengan rasa hormat yang sama ketika Anda menyalami Muhammad. Salami para bijak dari Timur Tengah dan Cina, dengan kehangatan yang sama ketika Anda menyalami para bijak dari India. Mengapa? Karena pada dasarnya mereka mengatakan hal yang sama. Bahasa mereka berbeda, tetapi inti pesan mereka sama.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Renungan Harian</em> ini bukan sekedar buku, tetapi merupakan sarana untuk meditasi. Tidak perlu menelan lebih dari satu &#8220;pil renungan&#8221; setiap hari. Persis seperti resep dokter &#8211; 1x sehari, selama 365 hari. Dan, Insya Allah, Anda akan memperoleh kesehatan jasmani dan rohani! [...]</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Tanpa refleksi, hidup menjadi tak berarti. Tanpa renungan, hidup menjadi dangkal, bobot sirna, dan kita terperangkap dalam pengejaran tanpa arah. Kesetanan memburu sesuatu, tetapi tidak mencapai apa pun. Ribut mendaki anak tangga, hanya untuk menyadari bahwa tangga itu bersandar di tebing yang salah. Tragis!</p>
<p style="text-align: justify;">Renungan Harian adalah sarana meditasi yang akan membuat hidup Anda penuh makna dan isi. Khasanah rohani dari berbagai tradisi yang disajikan dalam buku ini akan mengisi hidup anda dengan apresiasi terhadap kekayaan jiwa, yang selama ini Anda sikapi dengan penuh prasangka dan curiga. Harta rohani itu akan membuka berbagai cakrawala baru bagi Anda. Dan &#8230; lihatlah: anda akan tetap hidup dalam kotak, tetapi tanpa terkotak; Anda akan merambah semua ruang, melintas semua batas, lembut dan cerdas, karena Anda direngkuh oleh Sang Keberadaan yang Maha Luas.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1277" title="Renungan Harian" src="http://bukumeditasi.com/wp-content/uploads/2009/04/renungan-Harian.jpg" alt="Renungan Harian" width="100" height="169" />Tulisan di atas  adalah kutipan-kutipan dari buku &#8220;<strong>Renungan Harian- Penunjang Meditasi</strong>&#8221; , cetakan ketiga:Juni 2002 . Ditulis oleh <strong><a href="http://www.aumkar.org">Anand Krishna</a></strong>.  Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama. (Cetakan pertama: November 1999)</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/renungan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Medis</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/medis</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/medis#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2009 06:51:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Meditasi dan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Medis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: Ilmu Medis &#38; Meditasi Conscious Mind, Subconscious Mind, Superconscious Mind &#38; No-Mind oleh Anand Krishna Bersama Dr.B.Setiawan *** Ilmu Medis &#38; Meditasi. Ini pertemuan pandang antara dua bidang yang sekilas tampak tak bersinggungan, yang diwakili oleh dua praktisinya. Di sini, Anand Krishna berdialog dengan Ahli Bedah &#38; Bedah Syaraf, mengenai perkara-perkara pelik seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku:</p>
<h2 style="text-align: left;"><strong>Ilmu <a href="http://www.bukumeditasi.com/meditasi">Medis</a> &amp; Meditasi</strong></h2>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Conscious Mind, Subconscious Mind, Superconscious Mind &amp; No-Mind</em><br />
</strong></p>
<h3 style="text-align: center;">oleh <a href="http://www.aumkar.org">Anand Krishna</a> Bersama Dr.B.Setiawan</h3>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Ilmu <a href="http://www.bukumeditasi.com/meditasi">Medis</a> &amp; Meditasi. Ini pertemuan pandang antara dua bidang yang sekilas tampak tak bersinggungan, yang diwakili oleh dua praktisinya. Di sini, <a href="http://www.aumkar.org">Anand Krishna </a>berdialog dengan Ahli Bedah &amp; Bedah Syaraf, mengenai perkara-perkara pelik seperti meditasi, kematian, sorga-neraka, dan reinkarnasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Bila Anda cenderung mencari penjelasan empiris-ilmiah terhadap perkara-perkara yang selama ini hanya didekati dengan sikap &#8220;percaya atau tidak&#8221;, Anda akan mendapatkan titik terang ke arah mana pencarian pribadi harus diarahkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Fakta-fakta yang diungkap di sini bahkan menantang sains, dan ilmu seperti psikologi, untuk memikirkan ulang bidangnya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>D</em>an bagi anda yang lebih mencari manfaat praktis, terbentang keluasan kemungkinan yang sungguh-sungguh membuat anda tercengang: kalau bawah sadar saja dapat kita bersihkan dari sampahnya dan kita manfaatkan, betapa luar biasa lagi bila anda memasuki kesadaran supra, atau bahkan tingkat no-mind, ketika segala bentuk dualitas teratasi!</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Sebenarnya meditasi tidak perlu dijelas-jelaskan secara ilmiah dari sisi medis, dan cukup dijalani saja! Yang belum sadar dengan penjelasan apa pun juga akan tetap tidur lelap dengan segala mimpinya!</em></p>
<p style="text-align: right;"><strong><em>dr.Djoko Pramono</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1288" title="Ilmu Medis &amp; Meditasi" src="http://bukumeditasi.com/wp-content/uploads/2009/04/se-ilmumedismeditasi.jpg" alt="Ilmu Medis &amp; Meditasi" width="100" height="165" />Tulisan di atas  adalah kutipan-kutipan dari, buku &#8220;<strong>Ilmu <a href="http://www.bukumeditasi.com/meditasi">Medis</a> &amp; Meditasi</strong><strong> &#8211; </strong><strong><em>Conscious Mind, Subconscious Mind, Superconscious Mind &amp; No-Mind</em></strong><strong> </strong>&#8220;. Cetakan kedua: Februari 2001. Ditulis oleh <strong><a href="http://www.aumkar.org">Anand Krishna</a></strong> Bersama Dr.B.Setiawan.  Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama. (Cetakana pertama:  Maret 2000)<strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/medis/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meditatif</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/meditatif</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/meditatif#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 03:16:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Meditasi dan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Meditatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: SENI MEMBERDAYA DIRI 3, ATISHA Melampaui Meditasi untuk Hidup Meditatif ditulis oleh Anand Krishna *** &#8220;Ah, Indonesia. You know, kami, orang-orang Tibet, memiliki hubungan yang erat sekali dengan Indonesia.&#8221;- demikian kata Yang Mulia Dalai Lama kepada saya. Ketika itu, beliau berkenaan menerima saya dengan rombongan di ruang kerjanya. Lalu beliau bercerita, &#8220;Dulu, You [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku:</p>
<h2 style="text-align: left;"><strong> SENI MEMBERDAYA DIRI 3, ATISHA Melampaui Meditasi untuk Hidup <a href="http://bukumeditasi.com/meditasi">Meditatif</a></strong></h2>
<h3 style="text-align: center;">ditulis oleh <a href="http://www.aumkar.org">Anand Krishna</a></h3>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ah, Indonesia. <em>You know</em>, kami, orang-orang Tibet, memiliki hubungan yang erat sekali dengan Indonesia.&#8221;- demikian kata <strong>Yang Mulia Dalai Lama</strong> kepada saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika itu, beliau berkenaan menerima saya dengan rombongan di ruang kerjanya. Lalu beliau bercerita, &#8220;Dulu, You know, di Indonesia, di Svarnadvipa, ada seorang guru besar. Namanya <strong>Dharmakitri Svarnadvipi</strong>. Dan salah seorang muridnya, <strong>Atisha</strong>, datang ke Tibet untuk menyebarkan ajaran tentang Bodhichitta. Atisha sendiri adalah seorang guru besar dan <em>veryimportant part of Tibetan Culture and Religion</em>.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Lima tahun sebelumnya, sekitar akhir bulan November 1991, untuk pertama kalinya saya mendengar tentang Atisha dan tentang [...]</p>
<p style="text-align: justify;">Ajaran Atisha yang akan kita ulas lewat buku ini juga berasal dari tradisi lisan, yang disampaikan oleh Atisha hanya kepada beberapa siswanya dan kemudian ditulis untuk pertama kalinya oleh salah seorang siswa beliau, yaitu <strong>Lang-ri Thang-pa</strong> (1054 &#8211; 1123). <strong>Geshe Chekawa</strong> (1101 &#8211; 1175) mengulas tulisan tersebut dan mempopulerkannya. Tulisan Lang-ri Thang-pa dan ulasan Geshe Chekawa inilah yang kita warisi. Tulisan-tulisan ini masih ada, dalam keadaan utuh dan jelas terbaca. <strong><em>Tujuh Butir Pedoman untuk mengolah Pikiran</em></strong> (mind) &#8211; demikianlah judul pemberian Geshe Chekawa. Dan lontar ini pula yang menjdi acuan saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lewat &#8220;butir-butir&#8221; ini saya mengajak Anda untuk melakoni &#8220;Seni Memberdaya Diri 3&#8243;. Sudah waktunya kita melampaui meditasi sebagai latihan. Sekarang, hidup kita yang harus menjadi meditatif.</p>
<p style="text-align: justify;">Atisha memberikan pedoman-pedoman yang sangat praktis dan bisa diterapkan dalam hidup sehari-hari. Apakah Anda seorang [...]</p>
<p style="text-align: justify;">Belum Banyak yang tahu bahwa Nusantara pernah memiliki Guru Rohani yang luar biasa pengaruhnya. Orang-orang luar pun sampai berguru kepadanya. Orang itu adalah Dharmakitri dan lewat muridnya, Atisha, ajarannya &#8211; yang disebut Bodhichita &#8211; menyebar sampai ke Tibet dan India.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini melalui Anand Krishna, air kehidupan yang dibawanya kembali mengguyuri Nusantara. Telah tiba saatnya, warisan klasik yang begitu berharga itu merebak kembali, untuk memacu masyarakat sampai mencapai taraf tertinggi dalam perwujudan potensi dirinya. Pelita yang terlupakan itu telah kembali menyinari negeri asalnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sayang sekali, buku ini hanya cocok bagi para pemberani, dan bukan bagi Anda yang fanatik dengan agama Anda; bukan bagi Anda yang masih terobsesi oleh berbagai perkara rendahan.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Mengikuti ajaran ini ego Anda habis lenyap!Ajarannya dimaksudkan untuk membangkitkan hati, menumbuhkan cinta, kebaikan dan bela rasa terhadap sesama. Sungguh revolusioner, karena dengan mempraktekkan ajaran ini batas pribadi Anda lenyap dalam berhubungan dengan sesama dan membuat Anda memahami dunia ini sebagaimana adanya.&#8221;</em></p>
<p style="text-align: right;">-          <strong>Chogyam Trungpa</strong>, <em>Training the Mind</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Dalam keheningan renungan ajaran Atisha dan dengarkan nasihatnya. Nilainya sungguh luar biasa! Ini bukan filsafat&#8230;,melainkan kebijaksanaan hidup yang akan memicu transformasi diri Anda. Buku ini akan membuat Anda semakin bijak.&#8221;</em></p>
<p style="text-align: right;">-          <strong>Osho</strong>, <em>The Book of Wisdom</em></p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1284" title="Semedi3" src="http://bukumeditasi.com/wp-content/uploads/2009/04/semedi3.jpg" alt="Semedi3" width="100" height="166" />Tulisan di atas  adalah kutipan-kutipan dari, buku &#8220;<strong>Seni Memberdaya Diri 3, ATISHA Melampaui Meditasi untuk Hidup <a href="http://www.bukumeditasi.com/meditasi">Meditatif</a></strong>&#8220;. Cet. kedua-Desember 1999. Ditulis oleh<a href="http://www.aumkar.org"><strong> Anand Krishna</strong></a>. Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama. (cetakan pertama- Juli 1999)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/meditatif/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesadaran</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/kesadaran</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/kesadaran#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 07:43:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Meditasi dan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesadaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: SENI MEMBERDAYA DIRI 2, MEDITASI untuk Peningkatan Kesadaran ditulis oleh Anand Krishna *** Lewat Buku ini, lewat halaman-halaman ini kita bertemu sekali lagi. Jangan kira, pertemuan ini hanya suatu kebetulan. Pertemuan antara saya dan Anda ini bukanlah suatu kebetulan. Pada suatu ketika, di suatu tempat saya berjanji akan menemui Anda kembali. Saya telah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku:</p>
<h2 style="text-align: left;"><strong> SENI MEMBERDAYA DIRI 2, MEDITASI untuk Peningkatan <a href="http://bukumeditasi.com/meditasi">Kesadaran</a></strong></h2>
<h3 style="text-align: center;">ditulis oleh <a href="http://www.aumkar.org">Anand Krishna</a></h3>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Lewat Buku ini, lewat halaman-halaman ini kita bertemu sekali lagi. Jangan kira, pertemuan ini hanya suatu kebetulan. Pertemuan antara saya dan Anda ini bukanlah suatu kebetulan. Pada suatu ketika, di suatu tempat saya berjanji akan menemui Anda kembali. Saya telah menepati janji saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya terserah Anda! Manfaatkan pertemuan ini, manfaatkan kehadiran saya yang bersifat sesaat, sejenak &#8211; atau membiarkan pertemuan ini menjadi sebuah kenangan. Kenangan pahit atau kenagan manis &#8211; itu pun terserah Anda. Selama ini, saya telah mengasuh Anda sebagaimana seorang ibu mengasuh bayinya yang baru lahir. Berakhir sudah peran itu. Berakhir sudah lakon itu. Seorang anak yang masih dibawah umur bisa saja berbuat kesalahan. Sang ibu tidak akan memarahinya. Sang ibu akan menyayanginya, melindunginya. Saya masih tetap seorang ibu, tapi Anda bukan anak di bawah umur lagi. Anda sudah berumur, sudah berusia, sudah dewasa. Itu sebabnya sikap saya pun harus berbeda!</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak bias tidak, saya harus menunjukkan ketololan Anda &#8211; ketidakwarasan Anda &#8211; kebodohan dan ketidaksadaran Anda. Dan ingat [...]</p>
<p style="text-align: justify;">Bersentuhan dengan Reiki dan Kundalini, sungguh luar biasa. Apalagi kalau kemudian diberkahi dengan <em>Clairaudience</em> dan <em>clairvoyance</em>, yang menjadikan kita waskita sehingga bias mendengar dan melihat hal-hal yang gaib, entah yang sudah atau yang akan terjadi. Sungguh luar biasa!</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi seorang Sufi dan seorang Yogi yang pernah bersentuhan langsung dengan <em>Sangkan Paran</em> dan mengalami sendiri  <em>Jumbuhing Kawulo Gusti</em> &#8211; atau pernah direngkuh oleh Sang Khalik &#8211; semua hal yang dahsyat itu tak lebih dari sekedar &#8220;gula-gula&#8221;. Itu hanya pemikat untuk beranjak lebih jauh, agar manusia membuka diri terhadap Anugrah Allah yang lebih dahsyat lagi, yaitu&#8230;(maaf, Anda harus mengalami sendiri sesuatu yang tak terucapkan ini)!</p>
<p style="text-align: justify;">Beranjak lebih jauh berarti meninggalkan, tetapi anehnya dengan itu tidak kehilangan. Sebaliknya, semuanya yang dahsyat itu justru dilipatgandakan. Beranjak lebih jauh berarti bahwa itu tidak terlalu penting, karena yang penting adalah&#8230;(yang tak dapat dikatakan itu).</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau Anda tidak mau beranjak dari &#8220;gula-gula&#8221;, Anda tak pantas menerima anugrah yang lebih besar. Lalu, buku ini pun bukan untuk Anda!</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Saya merindukan guru rohani yang akan membimbing saya, tetapi mereka yang saya temui selalu mensyaratkan untuk masuk ke dalam agama mereka. Saya jadi capai. Tetapi, dengan membaca buku-buku <a href="http://www.aumkar.org"><strong>Anand Krishna</strong></a> saya merasa mendapatkan seorang Guru dan akan tetap menganggap demikian meskipun beliau tidak sedang mencari murid!&#8221;</em></p>
<p style="text-align: right;"><strong>R.A Endang Sw Ahymsha,Ph.D.</strong> -  <em>Wanita Pengusaha</em></p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1282" title="Semedi2" src="http://bukumeditasi.com/wp-content/uploads/2009/04/semedi2.jpg" alt="Semedi2" width="100" height="169" />Tulisan di atas  adalah kutipan-kutipan dari buku &#8220;<strong>Seni Memberdaya Diri 2, MEDITASI untuk Peningkatan <a href="http://www.bukumeditasi.com/meditasi">Kesadaran</a></strong>&#8220;, cet. kedua Juli 2000. Ditulis oleh <strong><a href="http://www.aumkar.org">Anand Krishna</a></strong>. Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama. Cetakan pertama Juni 1999.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/kesadaran/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meditasi</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/meditasi</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/meditasi#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 06:55:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Meditasi dan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Meditasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: SENI MEMBERDAYA DIRI 1 &#8211; MEDITASI untuk Manajemen Stres &#38; NEO ZEN REIKI Untuk Kesehatan Jasmani dan Rohani oleh Anand Krishna *** Alam adalah medan energi yang luar biasa melimpah bagi kita, dan kalau kita berlaku sebagai Anak Alam yang hormat terhadap Sang Ibu, kita akan selalu dipelihara olehnya. Energi Murni Alam Semesta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku:</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>SENI MEMBERDAYA DIRI 1 &#8211; </strong><strong><a href="http://bukumeditasi.com">MEDITASI </a>untuk Manajemen Stres &amp; NEO ZEN REIKI Untuk Kesehatan Jasmani dan Rohani</strong></h2>
<h3 style="text-align: center;">oleh <a href="http://www.aumkar.org">Anand Krishna</a></h3>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Alam adalah medan energi yang luar biasa melimpah bagi kita, dan kalau kita berlaku sebagai Anak Alam yang hormat terhadap Sang Ibu, kita akan selalu dipelihara olehnya. Energi Murni Alam Semesta itu akan membuat kesehatan jiwa dan raga menjadi suatu yang mudah dimiliki dan Anda dapat mengelola kesehatan jiwa-raga Anda sendiri&#8230;tak perlu orang lain!</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagaimana Anda ingin mendengarkan siaran radio atau menikmati acara TV, anda hanya perlu hadir dalam &#8220;frekwensi gelombang yang sama&#8221; dan sesuatu yang luar biasa akan terjadi dalam diri Anda: menjadi sehat, lebih tenang dalam menghadapi dinamika kehidupan ini, lebih kreatif, dan intuisi Anda akan menjadi jauh lebih tajam.</p>
<p style="text-align: justify;">Meditasi &amp; Neo Zen Reiki akan memperkaya hidup Anda. Lebih dari itu, Anda juga akan memperkaya sesama Anda, bahkan setiap mahluk, karena setelah <em>attunement</em> Anda dapat &#8220;menyalurkan&#8221; Reiki itu kepada mereka.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Pengalaman saya sebagai praktisi ilmu kedokteran Barat dan praktisi Neo Zen Reiki sungguh fantastik. Banyak sekali kasus psikomatis, neurologis (antara lain stroke, hipertensi dan tick dolores, perkapuran), hormonal (antara lain diabetes mellitus) menunjukkan perbaikan nyata.&#8221;</em></p>
<p style="text-align: right;"><strong>Dr. Yusnanto</strong> &#8211; <em>Dokter Umum</em></p>
<p style="text-align: justify;">APA MEDITASI ITU ?</p>
<p style="text-align: justify;">MEDITASI bukan konsentrasi. Meditasi juga tidak dapat diterjemahkan sebagai semedi, sebagaimana diartikn sekarang. Duduk diam selama berapa menit atau berapa jam yang sekarang ini disebut semedi, bukan meditasi. <em>Meditasi adalah gaya hidup</em>. Meditasi harus menjadi dasar kehidupan seseorang, baru ia dapat disebut seorang meditator.</p>
<p style="text-align: justify;">Konsentrasi merupakan anak tangga menuju meditasi. Konsentrasi pada dasarnya akan menggelisahkan Anda, sebagaimana naik tangga melelahkan Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Masih ingat waktu Anda baru belajar mengendarai sepeda, motor atau mobil? Anda harus berkonsentrasi, sehingga apabila ada teman yang ajak bicara pada belokan, Anda akan menegurnya, &#8220;Diam dulu dong, saya lagi belok nih&#8221;. Musik yang agak keras dapat membingungkan Anda. Namun sesudah mahir, Anda tidak usah berkonsentrasi lagi. Kesadaran Anda menjadi semakin luas. Anda bisa dengar musik, bicara dengan teman, memikirkan usaha Anda dan tangan serta kaki tetap jalan juga. <em>Meditasi sama dengan perluasan kesadran</em>. Hasil akhir dari meditasi adalah <em>Samadhi</em> atau keseimbangan. Setelah mencapai keseimbangan diri, Anda tidak gelisah lagi, tidak [...]</p>
<p style="text-align: justify;">Neo Zen Reiki</p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun ada istilah <em>Neo </em>yang artinya <em>new</em> atau baru, sebenarnya tidak ada yang baru dalam sistem ini. Penggunaan istilah ini hanya untuk membedakannya dari sistem-sistem yang sedang  dipraktekkan dewasa ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita kembali ke konsep dasar Sensei Usui, ditambah dengan sumber asli dari bahasa Sanskrit yang pernah saya temukan pada tahun 1991. Itulah NEO ZEN REIKI. [...]</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam Reiki, kita berinteraksi dengan energi alam. Kita tidak dapat melawan alam. Alam selalu lebih kuat dari kita, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Kita pasti akan dipengaruhi oleh energi alam. Pengaruh ini pasti positif bagi kita, karena alam Maha Pengasih. Energinya energi murni. Tidak akan pernah terjadi pengaruh negatif.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1280" title="Seni Memberdaya Diri-01" src="http://bukumeditasi.com/wp-content/uploads/2009/04/Seni-Memberdaya-Diri-01.jpg" alt="Seni Memberdaya Diri-01" width="210" height="300" />Tulisan di atas  adalah kutipan-kutipan dari, buku &#8220;<strong>Seni Memberdaya Diri 1, MEDITASI untuk Manajemen Stres &amp; NEO ZEN REIKI Untuk Kesehatan Jasmani dan Rohani </strong>(cet.keenam-2001), ditulis oleh <strong><a href="http://www.aumkar.org">Anand Krishna</a></strong>. Diterbitkan oleh: <strong>PT Gramedia Pustaka Utama</strong>.  (cetakan pertama- thn.1998)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/meditasi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

