Archive for the 'Meditasi dan Kesehatan' Category

Renungan

Judul Buku:

Renungan Harian – Penunjang  Meditasi

ditulis oleh Anand Krishna

***

[... ] Kita pikir, sudah ke dokter – ya sudah cukup. Padahal, diperiksa oleh dokter hanyalah langkah awal. Yang penting adalah obat yang diberikan.

Kita rajin mendatangi masjid, pura, gereja, vihara, atau kuil. Kita pikir, itu sudah cukup. Padahal belum apa-apa. Mendatangi tempat-tempat ibadah, ibarat mendatangi seorang dokter.

Yang penting, justru langkah berikutnya. Langkah yang tidak pernah kita ambil. Kita berhenti di tempat-tempat ibadah. Kita berhenti pada permukaan agama. Kita lupa menyelami esensi agama. Lalu kita mengeluh,”Aduh, aku kok belum sehat-sehat?”

Lalu kita cari dokter yang lain. Kita ke tempat ibadah yang lain. Kita ganti agama. Semuanya sia-sia. Jika Anda tidak mematuhi anjuran dokter, jika Anda tidak minum obat yang ia berikan, kunjungan Anda ke dokter mana pun tidak ada gunanya.

Lewat renungan harian ini, saya mengajak Anda untuk menyelami ajaran para nabi, para mesias, para guru. Kata-kata mereka dapat dijadikan sarana meditasi. Renungkan maknanya. Selami artinya.

Di atas segalanya, lewat Renungan Harian ini saya ingin mengajak Anda untuk menyelami, masuk dan menjalani Millennium Baru dengan Semangat Baru. Semangat lama yang cenderung mengkotak-kotakkan manusia berdasarkan agama dan kepercayaan terbukti hanya menghasilkan peperangan, permusuhan, pertikaian, pertengkaran.

Sudah waktunya, kita menemukan nilai-nilai baru yang dapat mempersatukan umat manusia. Dan untuk itu, kita membutuhkan pemahaman baru, pengertian baru tentang agama apa saja yang kita anut. Kita perlu mendefinisikan kembali ajaran-ajaran agama kita. Dan, yang paling penting, kita perlu menyadari adanya – dan lebih-lebih mengapresiasi, menghargai, dan membiarkan diri diubah oleh – Kebenaran dalam setiap agama, dalam setiap kepercayaan, dalam setiap ajaran luhur.

Saya ingin mengajak Anda untuk melakukan ziarah spiritual, bukan sekedar ziarah intelektual. Salami Siddhartha dan Isa dengan rasa hormat yang sama ketika Anda menyalami Muhammad. Salami para bijak dari Timur Tengah dan Cina, dengan kehangatan yang sama ketika Anda menyalami para bijak dari India. Mengapa? Karena pada dasarnya mereka mengatakan hal yang sama. Bahasa mereka berbeda, tetapi inti pesan mereka sama.

Renungan Harian ini bukan sekedar buku, tetapi merupakan sarana untuk meditasi. Tidak perlu menelan lebih dari satu “pil renungan” setiap hari. Persis seperti resep dokter – 1x sehari, selama 365 hari. Dan, Insya Allah, Anda akan memperoleh kesehatan jasmani dan rohani! [...]

Tanpa refleksi, hidup menjadi tak berarti. Tanpa renungan, hidup menjadi dangkal, bobot sirna, dan kita terperangkap dalam pengejaran tanpa arah. Kesetanan memburu sesuatu, tetapi tidak mencapai apa pun. Ribut mendaki anak tangga, hanya untuk menyadari bahwa tangga itu bersandar di tebing yang salah. Tragis!

Renungan Harian adalah sarana meditasi yang akan membuat hidup Anda penuh makna dan isi. Khasanah rohani dari berbagai tradisi yang disajikan dalam buku ini akan mengisi hidup anda dengan apresiasi terhadap kekayaan jiwa, yang selama ini Anda sikapi dengan penuh prasangka dan curiga. Harta rohani itu akan membuka berbagai cakrawala baru bagi Anda. Dan … lihatlah: anda akan tetap hidup dalam kotak, tetapi tanpa terkotak; Anda akan merambah semua ruang, melintas semua batas, lembut dan cerdas, karena Anda direngkuh oleh Sang Keberadaan yang Maha Luas.

***

Renungan HarianTulisan di atas  adalah kutipan-kutipan dari buku “Renungan Harian- Penunjang Meditasi” , cetakan ketiga:Juni 2002 . Ditulis oleh Anand Krishna.  Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama. (Cetakan pertama: November 1999)

Medis

Judul Buku:

Ilmu Medis & Meditasi

Conscious Mind, Subconscious Mind, Superconscious Mind & No-Mind

oleh Anand Krishna Bersama Dr.B.Setiawan

***

Ilmu Medis & Meditasi. Ini pertemuan pandang antara dua bidang yang sekilas tampak tak bersinggungan, yang diwakili oleh dua praktisinya. Di sini, Anand Krishna berdialog dengan Ahli Bedah & Bedah Syaraf, mengenai perkara-perkara pelik seperti meditasi, kematian, sorga-neraka, dan reinkarnasi.

Bila Anda cenderung mencari penjelasan empiris-ilmiah terhadap perkara-perkara yang selama ini hanya didekati dengan sikap “percaya atau tidak”, Anda akan mendapatkan titik terang ke arah mana pencarian pribadi harus diarahkan.

Fakta-fakta yang diungkap di sini bahkan menantang sains, dan ilmu seperti psikologi, untuk memikirkan ulang bidangnya sendiri.

Dan bagi anda yang lebih mencari manfaat praktis, terbentang keluasan kemungkinan yang sungguh-sungguh membuat anda tercengang: kalau bawah sadar saja dapat kita bersihkan dari sampahnya dan kita manfaatkan, betapa luar biasa lagi bila anda memasuki kesadaran supra, atau bahkan tingkat no-mind, ketika segala bentuk dualitas teratasi!

***

Sebenarnya meditasi tidak perlu dijelas-jelaskan secara ilmiah dari sisi medis, dan cukup dijalani saja! Yang belum sadar dengan penjelasan apa pun juga akan tetap tidur lelap dengan segala mimpinya!

dr.Djoko Pramono

***

Ilmu Medis & MeditasiTulisan di atas  adalah kutipan-kutipan dari, buku “Ilmu Medis & MeditasiConscious Mind, Subconscious Mind, Superconscious Mind & No-Mind “. Cetakan kedua: Februari 2001. Ditulis oleh Anand Krishna Bersama Dr.B.Setiawan.  Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama. (Cetakana pertama:  Maret 2000)

Meditatif

Judul Buku:

SENI MEMBERDAYA DIRI 3, ATISHA Melampaui Meditasi untuk Hidup Meditatif

ditulis oleh Anand Krishna

***

“Ah, Indonesia. You know, kami, orang-orang Tibet, memiliki hubungan yang erat sekali dengan Indonesia.”- demikian kata Yang Mulia Dalai Lama kepada saya.

Ketika itu, beliau berkenaan menerima saya dengan rombongan di ruang kerjanya. Lalu beliau bercerita, “Dulu, You know, di Indonesia, di Svarnadvipa, ada seorang guru besar. Namanya Dharmakitri Svarnadvipi. Dan salah seorang muridnya, Atisha, datang ke Tibet untuk menyebarkan ajaran tentang Bodhichitta. Atisha sendiri adalah seorang guru besar dan veryimportant part of Tibetan Culture and Religion.”

Lima tahun sebelumnya, sekitar akhir bulan November 1991, untuk pertama kalinya saya mendengar tentang Atisha dan tentang [...]

Ajaran Atisha yang akan kita ulas lewat buku ini juga berasal dari tradisi lisan, yang disampaikan oleh Atisha hanya kepada beberapa siswanya dan kemudian ditulis untuk pertama kalinya oleh salah seorang siswa beliau, yaitu Lang-ri Thang-pa (1054 – 1123). Geshe Chekawa (1101 – 1175) mengulas tulisan tersebut dan mempopulerkannya. Tulisan Lang-ri Thang-pa dan ulasan Geshe Chekawa inilah yang kita warisi. Tulisan-tulisan ini masih ada, dalam keadaan utuh dan jelas terbaca. Tujuh Butir Pedoman untuk mengolah Pikiran (mind) – demikianlah judul pemberian Geshe Chekawa. Dan lontar ini pula yang menjdi acuan saya.

Lewat “butir-butir” ini saya mengajak Anda untuk melakoni “Seni Memberdaya Diri 3″. Sudah waktunya kita melampaui meditasi sebagai latihan. Sekarang, hidup kita yang harus menjadi meditatif.

Atisha memberikan pedoman-pedoman yang sangat praktis dan bisa diterapkan dalam hidup sehari-hari. Apakah Anda seorang [...]

Belum Banyak yang tahu bahwa Nusantara pernah memiliki Guru Rohani yang luar biasa pengaruhnya. Orang-orang luar pun sampai berguru kepadanya. Orang itu adalah Dharmakitri dan lewat muridnya, Atisha, ajarannya – yang disebut Bodhichita – menyebar sampai ke Tibet dan India.

Kini melalui Anand Krishna, air kehidupan yang dibawanya kembali mengguyuri Nusantara. Telah tiba saatnya, warisan klasik yang begitu berharga itu merebak kembali, untuk memacu masyarakat sampai mencapai taraf tertinggi dalam perwujudan potensi dirinya. Pelita yang terlupakan itu telah kembali menyinari negeri asalnya.

Sayang sekali, buku ini hanya cocok bagi para pemberani, dan bukan bagi Anda yang fanatik dengan agama Anda; bukan bagi Anda yang masih terobsesi oleh berbagai perkara rendahan.

“Mengikuti ajaran ini ego Anda habis lenyap!Ajarannya dimaksudkan untuk membangkitkan hati, menumbuhkan cinta, kebaikan dan bela rasa terhadap sesama. Sungguh revolusioner, karena dengan mempraktekkan ajaran ini batas pribadi Anda lenyap dalam berhubungan dengan sesama dan membuat Anda memahami dunia ini sebagaimana adanya.”

-          Chogyam Trungpa, Training the Mind

“Dalam keheningan renungan ajaran Atisha dan dengarkan nasihatnya. Nilainya sungguh luar biasa! Ini bukan filsafat…,melainkan kebijaksanaan hidup yang akan memicu transformasi diri Anda. Buku ini akan membuat Anda semakin bijak.”

-          Osho, The Book of Wisdom

***

Semedi3Tulisan di atas  adalah kutipan-kutipan dari, buku “Seni Memberdaya Diri 3, ATISHA Melampaui Meditasi untuk Hidup Meditatif“. Cet. kedua-Desember 1999. Ditulis oleh Anand Krishna. Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama. (cetakan pertama- Juli 1999)