November 17th, 2010 by admin
Judul Novel Spiritual :
SHALALA, Merayakan Kehidupan
***
Betapa nikmat dan mencerahkan memasuki misteri Shambala. Keagungan sesaat itu cukup menjadi bekal dalam pergulan hidup sehari-hari, sehingga seluruh tetek bengek keseharian dapat dijalani dengan penuh makna, penghayatan, dan dengan perspektif baru. Shambala karena itu berubah menjadi Shangrila.
Shangrila terus berjalan, dan bersama dengan bergulirnya waktu, bila kita hidup dengan kesadaran kasih, pergaulan kesaharian kita akan menjadikan kita seorang Maitreya – sahabat alam semesta. Dengan kesadaran itu, kita terbebaskan dari Maya, hidup dalam kekinian, dan setiap kejadian akan merupakan mukjizat.
Dengan demikian, Shambala menjadi Shangrila, dan kemudian mewujud dalam Shalala. Hidup menjadi sebuah perayaan besar, penuh keceriaan dan kedalaman.
***
Tulisan di atas adalah kutipan dari sampul Novel Spiritual: “ Shalala, Merayakan Kehidupan ”, ditulis oleh Anand Krishna. Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama.
November 15th, 2010 by admin
Judul Novel Spiritual :
SHANGRILA, Mencecap Sorga di Dunia
***
Betapa indah dan mengagumkan berkanjang dalam misteri Shambala. Betapa nikmat berkubang dalam misteri agung yang melingkupi fakta hidup dan mati. Tetapi kita hidup di bumi, dalam realitas lumpur rutinitas keseharian. Dan kalau realitas sehari-hari itu kita harapkan penuh makna, dimensi misteri Shambala itu mesti mendapat wujud nyatanya. Dimensi misteri mesti mewarnai penghayatan atas realitas hidup hari demi hari. Shambala mesti menjadi Shangrila.
Selami fiksi ini, dan temukan betapa misteri di dalamnya merupakan undangan terbuka bagi Anda juga untuk mengalaminya. Dan lihatlah, setelah mencicipi ketinggiannya, Anda akan menghayati hidup ini secara segar dan baru.
***
Tulisan di atas adalah kutipan dari sampul Novel Spiritual: “ SHANGRILA, MencecapSorga di Dunia “, ditulis oleh Anand Krishna. Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama.
November 15th, 2010 by admin
Judul Novel Spiritual :
SHAMBALA, Fajar Pencerahan di Lembah Kesadaran
***
Betapa sakit hati kita dan gelap dunia ini, ketika penderitaan menimpa, ketika bangunan nilai dan impian kita runtuh, porak poranda. Anehnya, para bijak mengatakan bahwa saat itu justru merupakan saat penuh rahmat; situasi kritis yang bila kita selami kedalamannya, dan berhasil kita lewati, akan membuat kita mengerti perkara-perkara hakiki.
Kekecewaan kita dengan amat jelas menunjukkan bahwa ada sesuatu yang harus kita benahi sehubungan dengan fondasi hidup kita. Penderitaan dengan jelas menyingkapkan bahwa ada yang melenceng dalam persepsi kita terhadap hakikat hidup ini.
Sadar akan kenyataan ini, sedikit demi sedikit, kita akan dituntun oleh berbagai “kebetulan”, yang setahap demi setahap membewa kita ke Pencerahan Purna. Orang yang awas, dan membuka diri terhadap “kebetulan” itu akan tercengang menyaksikan Tuntunan Ilahi dalam berbagai peristiwa tak terduga.
***
Tulisan di atas adalah kutipan dari sampul Novel Spiritual: “ SHAMBALA, Fajar Pencerahan di Lembah Kesadaran “, ditulis oleh Anand Krishna. Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama.