<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Buku Meditasi &#187; Pengembangan Diri</title>
	<atom:link href="http://bukumeditasi.com/category/pengembangan-diri/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bukumeditasi.com</link>
	<description>Buku Spiritual dan Buku Meditasi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 May 2012 03:02:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Hypnotherapy</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/hypnotherapy</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/hypnotherapy#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 May 2012 02:55:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijaksanaan Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Hypnotherapy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=1750</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku : Neo Spiritual HYPNOTHERAPY Seni Pemusatan Diri untuk Bebas dari Pengaruh Hipnosis Massal oleh Anand Krishna *** “Buku ini istimewa, sangat perlu dibaca, dan sarat dengan pembelajaran. Ditulis dengan bahasa yang mudah dimengerti namun didasari riset literature yang dalam mengenai sejarah hipnosis, hipnoterapi, teori pikiran, dan psikologi. Informasi dalam buku ini sangat penting, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku :</p>
<h2 align="center"><strong>Neo Spiritual</strong></h2>
<h2 align="center"><strong>HYPNOTHERAPY</strong></h2>
<p align="center"><strong><em>Seni Pemusatan Diri untuk Bebas dari Pengaruh Hipnosis Massal</em></strong></p>
<p align="center"><em>oleh Anand Krishna</em><strong><em></em></strong></p>
<p align="center">***</p>
<p style="text-align: justify;">“Buku ini istimewa, sangat perlu dibaca, dan sarat dengan pembelajaran. Ditulis dengan bahasa yang mudah dimengerti namun didasari riset literature yang dalam mengenai sejarah hipnosis, hipnoterapi, teori pikiran, dan psikologi. Informasi dalam buku ini sangat penting, khususnya bagi praktisi hipnosis/ hipnoterapi, agar selalu ingat dan sadar bahwa hipnoterapi dipelajari sebagai ilmu psikologi namun dipraktekkan sebagai seni yang membutuhkan kesadaran, integritas, dan kreativitas yang tinggi dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan spiritual.”</p>
<p align="center"><strong>Andi W.Gunawan</strong></p>
<p align="center"><em>Indonesia’s Leading Expert in Mind Technology</em></p>
<p align="center"><em>Dan penulis buku-buku best seller tentang Hipnoterpi</em></p>
<p align="center">***</p>
<p style="text-align: justify;">“Menarik untuk disimak bahwa belakangan ini, pelatihan-pelatihan hipnosis dengan segala variannya berkembang menjadi terapi yang populer di negeri kita. Namun sudah menjadi peristiwa yang umum terjadi bahwa popularitas seringkali disertai resiko penyelewengan dari niat mulia para penggagas dan peletak dasarnya. Inilah yang sedang terjadi pada hipnoterapi Indonesia saat ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Cukup menyegarkan bahwa dalam iklim seperti ini, Anand Krishna mempertemukan kembali hipnosis dengan induknya: Spiritualitas Timur. Dalam buku ini, kita disodorkan banyak informasi yang apa adanya tentang hipnosisi dan, yang lebih penting lagi, kita disadarkan bahwa hipnosis sbenarnya berakar pada spiritualitas Timur.”</p>
<p align="center"><strong>YF La Kahija</strong></p>
<p align="center"><em>Penulis buku tentang Hipnoterapi</em></p>
<p align="center"><em>dan dosen padaFakultas Psikologi Universitas Diponegoro, Semarang</em></p>
<p align="center">***</p>
<p style="text-align: justify;">“Sebagai seorang psikolog dan therapist, termasuk hypnotherapy yang dikaitkan dengan ilmu kuno Ayurveda, saya melihat buku ini sebagai terobosan baru. Sungguhnya isi buku ini berguna bagi setiap therapist, bukan saja bagi para hypnotherapist saja. A must read!”</p>
<p style="text-align: center;" align="center"><strong>Dewi Yuniarti, Dra (psi)</strong></p>
<p align="center"><em>Psikolog/ Ayur Hypno therapist</em></p>
<p align="center">***</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan di atas  adalah kutipan dari sampul buku berjudul: <strong><em> ”Neo Spiritual-HYPNOTHERAPY, Seni Pemusatan Diri untuk Bebes dari Pengaruh Hipnosis Massal”</em></strong>. Ditulis oleh <strong><em>Anand Krishna</em></strong>.  Diterbitkan oleh: <strong>PT. Gramedia Pustaka Utama </strong>– April,2012.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/hypnotherapy/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sai Baba</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/sai-baba</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/sai-baba#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Apr 2012 08:31:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh Spiritual]]></category>
		<category><![CDATA[Sai Baba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=1742</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku : SWAMI SRI SATHYA SAI BABA Sebuah Tafsir oleh Sai Das *** “Jika kita ingin menyadari tujuan hidup serta menemukan kedamaian di dalam diri dan memiliki kasih tak terbatas, serta memupuk kembali nilai-nilai universal seperti kebenaran, kebijakan, kedamaian, kasih saying dan tindakan tanpa kekerasan, buku inilah jawabannya. Dengan gaya bahasa yang mudah dipahami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku :</p>
<h3 align="center"><strong>SWAMI SRI SATHYA SAI BABA</strong></h3>
<h4 align="center"><strong><em>Sebuah Tafsir</em></strong></h4>
<h4 align="center"><em>oleh Sai Das</em><strong><em></em></strong></h4>
<p align="center">***</p>
<p style="text-align: justify;">“Jika kita ingin menyadari tujuan hidup serta menemukan kedamaian di dalam diri dan memiliki kasih tak terbatas, serta memupuk kembali nilai-nilai universal seperti kebenaran, kebijakan, kedamaian, kasih saying dan tindakan tanpa kekerasan, buku inilah jawabannya. Dengan gaya bahasa yang mudah dipahami dan mendalam, penulis mengajak kita untuk hidup lebih berkesadaran, lebih kasih”</p>
<p align="right"><strong>I Made Partana, S.H.</strong></p>
<p align="right"><em>Pengajar/ Seniman</em></p>
<p align="center">***</p>
<p style="text-align: justify;">“Tanpa menggurui, buku ini mengingatkan kita bahwa Tuhan ada di dalam setiap mahluk dalam wujud Kasih. Ajaran Swami yang adalah inti dari setiap agama, dibahas dngan lugas oleh Sai Das. Tulisan yang sangat mendamaikan”.</p>
<p style="text-align: right;" align="right"><strong>Devita Rizka Chrysanti</strong></p>
<p align="right"><em>Pengajar/ Guru Bahasa</em></p>
<p align="center">***</p>
<p style="text-align: justify;">“Walau sudah mendengar tentang Sai Baba sejak tahun 1999 dari seorang turis dari Brazil, Awalnya <em>I have no idea</em> siapa tokoh yang begitu kesohor di Barat itu. Saya baru sedikit ‘paham’ tentang beliau setelah membaca <strong><em>Soul Quest</em></strong> karangan Anand Krishna “Sai Das” dan langsung kepincut! Saya semakin larut dan mabuk kasih Baba ketika ia mempersembahkan Sai Anand Gita di altar dunia yang disajikan dalam bahasa Inggris yang mudah dicerna dan enak dibaca.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini Anand Krishna kembali hadirkan secawan anggur kasih Baba. Keindahan kata-kata yang mengalir membuat jiwa menyanyikan lagu Kasih Ilahi. Dan, bagi yang pernah membaca <strong><em>Shri Sai Satcharita</em></strong>, buku ini juga akan membuat Anda terkejut. Saya telah mengalami hali ini.”</p>
<p align="right"><strong>Dominggus M. Koro</strong></p>
<p align="right"><em>Pekerja Pariwisata</em></p>
<p align="center">***</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan di atas  adalah kutipan dari sampul buku berjudul: <strong>SWAMI SRI SATHYA SAI BABA, Sebuah Tafsir</strong><strong>, </strong>oleh : <strong><em>Sai Das</em></strong>.  Publish by: <strong>Anand Krishna Global Co-Operation </strong>– Maret 2012.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/sai-baba/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Guru Yoga</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/guru-yoga</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/guru-yoga#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Apr 2012 08:21:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Yoga]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Yoga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=1723</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku : GURU YOGA The Way Within By Anand Krishna *** Master are not comfort-pillows. Masters are always hostile to our illusory comfort. They cannot be otherwise. They are against our innate laziness. They want us to wake up, then we must bear with the Master-Bell ringing. Let us not put off the Master-Alarm. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku :</p>
<h2 align="center"><strong>GURU YOGA</strong></h2>
<h3 align="center"><strong><em>The Way Within</em></strong></h3>
<h4 align="center"><em>By Anand Krishna</em></h4>
<p align="center">***</p>
<p style="text-align: justify;">Master are not comfort-pillows. Masters are always hostile to our illusory comfort. They cannot be otherwise. They are against our innate laziness. They want us to wake up, then we must bear with the Master-Bell ringing. Let us not put off the Master-Alarm. Let us bear with their hostility to our sleep and laziness.</p>
<p style="text-align: justify;">The True Master is within us, the sound of ringing bell comes from within us. It is our true’self’ trying to wake us up. Let us listen to the calling of our ‘self’ – that is the calling of the Master. Indeed, it is us calling our ‘self’.</p>
<p style="text-align: center;" align="center">***</p>
<p style="text-align: justify;">In this monumental work “Guru Yoga”, Shri Anand Krishna tells us that our greatest treasure is the humand – mind. Its mastery through the practice of meditation, patience, and acts of selflessness (self-sacrifice) can unravel the hidden secrets and mysteries of the universe.</p>
<p style="text-align: justify;">This book is a timely reminder that amidst all kinds of confusions and chaos, peace is still possible. We can live blissfully, if only we are willing to listen to our inner voice and tread the path within that leads us to total freedom.</p>
<p style="text-align: right;" align="right"><strong>Saraswati Dewi, M.Hum</strong></p>
<p style="text-align: right;" align="right"><em>Head of Undergraduate Study of Philosophy</em></p>
<p align="right"><em>University of Indonesia</em></p>
<p align="center">***</p>
<p style="text-align: justify;">In this manual for self-actualization and further development of self-potential, matter and spirit blends so very naturally and harmoniously. It is an invitation to self-empowerment. nAs a researcher and educator I find this book highly beneficial.</p>
<p align="right"><strong>Dr.Ir.N.W. Suriastini, M.Phil.</strong></p>
<p align="right">Research Director Survey METER</p>
<p align="right">Director One Earth Integral Education Foundation</p>
<p align="center">***</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan di atas  adalah kutipan dari sampul buku berjudul: <strong>Guru Yoga- The Way Within</strong><strong>, </strong>oleh : <strong><em>Anand Krishna</em></strong>.  Publish by: <strong>Anand Krishna Global Co-Operation </strong>– Januari 2012.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/guru-yoga/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Zen Yoga</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/the-zen-yoga</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/the-zen-yoga#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 05:12:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Meditasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Zen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=1736</guid>
		<description><![CDATA[Book Title : The Zen YOGA Of Mystic Faith, Tao Wisdom, and Sufi Loving Devotion An Integral approach to Spirituality By Anand Krishna *** The Zen YOGA, of Mystic Faith, Tao Wisdom , and Sufi Loving Devotion – an Integral approach to Spirituality. by : Anand Krishna.  Publish by:  PRIMAL PUBLICATIONS , Delhi – October [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Book Title :</p>
<h2 align="center"><strong>The Zen YOGA</strong></h2>
<h4 align="center"><strong><em>Of Mystic Faith, Tao Wisdom, and Sufi Loving Devotion</em></strong></h4>
<h5 align="center"><em>An Integral approach to Spirituality</em></h5>
<h3 align="center"><strong><em>By Anand Krishna</em></strong><strong></strong></h3>
<h3 align="center">***</h3>
<p style="text-align: justify;"><strong>The Zen YOGA, of Mystic Faith</strong><strong>, </strong>Tao Wisdom , and Sufi Loving Devotion – an Integral approach to Spirituality<strong>.</strong> by : <strong><em>Anand Krishna</em></strong>.  Publish by: <strong> PRIMAL PUBLICATIONS , Delhi </strong>– October 2011.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/the-zen-yoga/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karma Yoga</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/karma-yoga</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/karma-yoga#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Oct 2011 07:03:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Meditasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Yoga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=1584</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: ” Karma Yoga Bagi Orang Modern ” Etos Kerja Transpersonal untuk Zaman Baru oleh Anand Krishna Aku. Aku. Aku. Keakuan inilah yang membuat seseorang mementingkan diri dan menempatkan kepentingan diri di atas kepentingan-kepentingan lain yang jauh lebih besar. Keakuan dan sikap mau menang sendiri ini jugalah yang selanjutnya melahirkan keserakahan dan, ujung-ujungnya, kekacauan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku:</p>
<h2 style="text-align: center;"><strong><em>” Karma </em></strong><a href="http://www.buku-meditasi.com/sehat"><strong><em>Yoga</em></strong></a><strong><em> Bagi Orang Modern ”</em></strong></h2>
<p style="text-align: center;">Etos Kerja Transpersonal untuk Zaman Baru</p>
<p align="center">oleh <strong><em>Anand Krishna</em></strong></p>
<div class="mceTemp">
<dl id="attachment_1595" class="wp-caption alignleft" style="width: 85px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-full wp-image-1595" title="Karma Yoga cover" src="http://bukumeditasi.com/wp-content/uploads/2011/10/Karma-Yoga-cover.jpeg" alt="Karma Yoga-Anand Krishna" width="75" height="123" /></dt>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Aku. Aku. Aku. Keakuan inilah yang membuat seseorang mementingkan diri dan menempatkan kepentingan diri di atas kepentingan-kepentingan lain yang jauh lebih besar. Keakuan dan sikap mau menang sendiri ini jugalah yang selanjutnya melahirkan keserakahan dan, ujung-ujungnya, kekacauan, kerusuhan, dan korupsi – yang cenderung semakin menjadi-jadi di negeri ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Nilai-nilai Transpersonal atau Karma Yoga adalah antidote terhadap pemikiran dan kepentingan sempit semacam itu. Karma yoga mengajak kita untuk berpikir dan berpandangan luas dan menempatkan kepentingan umum jauh di atas kepentingan pribadi. Sesungguhnya nilai-nilai transpersonal sudah menjadi bagian dari budaya kita dan pernah mengantar kita pada masa kejayaan. Buku ini tidak sekedar memperkenalkan psikologi transpersonal, tetapi juga memaparkan aplikasinya dalam segala aspek kehidupan kita.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">“Hal yang paling menantang dari ajaran-ajaran spiritual adalah membumikannya, menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam buku ini, Anand Krishna dengan ringan membawa kita ke dalam seni berkontemplasi dan bermeditasi di keramaian lewat pekerjaan yang bernapaskan pelayanan tanpa pamrih kepada sesama.”</p>
<p style="text-align: right;"><strong>YF La Kahija</strong></p>
<p style="text-align: right;"><em>Peneliti Psikologi Transpersonal, Universitas Dionegoro</em></p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">“Karya-karya Pak Anand selalu menginspirasi dan menyadarkan kita akan nilai-nilai manusia dan kemanusiaan, yang pada akhirnya memotivasi kita untuk memaknai hidup kita bagi sesama, memberikan yang terbaik untuk kemanusiaan.”</p>
<p align="right"><strong>Dr. Prof. Ir. Nizam,M.Sc.,DIC.,Ph.D.</strong></p>
<p align="right"><em>Sekertaris Dewan Pendidikan Tinggi, Kemendiknas</em></p>
<p align="right"><em>Guru Besr Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada</em></p>
<p align="right">
<p align="right">
<p align="right">
<p align="center">***</p>
<p style="text-align: justify;">“ Ketika kerja menjadi rutinitas yang dianggap beban, atau ketika hanya materi yang menjadi tujuan bekerja, Anand Krishan mengajak kita untuk ingat kembali pada konsep ”kerja adalah Yajna” (bekerja keras dan bekerja cerdas dengan tulus ikhlas guna mencapai tujuan hidup: keseimbangan dan kebahagiaan yang dilandasi kebenaran). Buku yang sungguh mencerahkan!”</p>
<p style="text-align: right;"><strong>Desak Nyoman Suarti</strong></p>
<p style="text-align: right;"><em>President Director Suarti Group Pendiri Yayasan Luh Luwih (Pembedayaan Wanita dan kebudayaan), Yayasan IDEP (Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan), &amp; Yayasan Forum Peduli Budaya Bali</em></p>
<p align="center">***</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan di atas  adalah kutipan dari sampul buku: <strong><em>” Karma </em></strong><a href="http://www.buku-meditasi.com/sehat"><strong><em>Yoga</em></strong></a><strong><em> Bagi orang Modern, Etos Kerja Transpersonal untuk Zaman Baru”.</em></strong> Ditulis oleh Anand Krishna. Diterbitkan oleh: PT. Gramedia Pustaka Utama. (Oktober 2011)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/karma-yoga/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Spiritual Astrology</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/spiritual-astrology</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/spiritual-astrology#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Oct 2011 05:01:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Meditasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Astrology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=1574</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku : SPIRITUAL ASTROLOGY Memanfaatkan Pengaruh Konstelasi Perbintangan terhadap Kehidupan di Bumi untuk Pengembangan Potensi-Diri The Ancient Art of Self Empowerment by Bhakti Seva (The Blissful Prophet) Terjemahan bebas, Re-editing, dan Catatan oleh Anand Krishna *** Bhakti Seva memperkaya khasanah pengetahuan dunia dengan menjanjikan kebijakan para resi yang bukan menjadi monopoli satu peradaban. Nilai-nilai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku :</p>
<h2 style="text-align: center;"><strong>SPIRITUAL ASTROLOGY</strong></h2>
<p style="text-align: center;"><em>Memanfaatkan Pengaruh Konstelasi Perbintangan terhadap Kehidupan di Bumi untuk Pengembangan Potensi-Diri</em></p>
<p align="center"><strong><em>The Ancient Art of Self Empowerment </em></strong></p>
<p align="center"><em>by <a href="http://bukumeditasi.com/kesadaran">Bhakti Seva </a>(The Blissful Prophet)</em></p>
<p align="center">Terjemahan bebas, <strong><em>Re-editing</em></strong>, dan Catatan oleh</p>
<p align="center"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></p>
<p align="center">***</p>
<p style="text-align: justify;">Bhakti Seva memperkaya khasanah pengetahuan dunia dengan menjanjikan kebijakan para resi yang bukan menjadi monopoli satu peradaban. Nilai-nilai luhur kebijakan yang ia paparkan bias ditemukan di Mesir “kuno”, di Cina, di antara penduduk asli benua Amerika, Australia, Afrika, dan di seluruh penjuru dunia. Nilai-nilai luhur kebijaksanaan yang dituangkan dalam buku ini besifat universal-bersifat sanatana-sudah ada sejak dulu dan akan tetap ada hingga akhir zaman.</p>
<p style="text-align: justify;">Bacalah lebih dahulu bintang Anda, kemudian bintang orang yang Anda kasihi. Pahamilah potensi diri Anda dan potensi mereka, dan renungkan bagaimana Anda dapat membantu diri Anda dan mereka supaya benih potensi itu bertunas, tumbuh menjadi pohon yang berbunga dan berbuah. Lalu bacalah tentang mereka yang menurut Anda selama ini berlawanan dengan Anda. Berusahalah untuk mengapresiasi kelebihan dan kekurangan dan kelemahan mereka. Renungkan juga cara serta langkah konkrit untuk memperbaiki hubungan Anda dengan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Bhakti Seva meyakinkan kita bahwa kita memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri, mengubah diri, bahkan mentransformasi diri secara total. Apa pun rasi  bintang Anda, jika Anda mengikuti petunjuk-petunjuk yang diberikan dalam buku ini, Anda akan dapat memperbaiki jalan menuju kebahagiaan sejati, kesejahteraan yang sesungguhnya, keharmonisan dalam hubungan dengan orang lain, dan kesehatan diri.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://bukumeditasi.com/wp-content/uploads/2011/10/d9af826461444ba571625641f24927f6.image_.74x120.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1605" title="Spiritual Astrology" src="http://bukumeditasi.com/wp-content/uploads/2011/10/d9af826461444ba571625641f24927f6.image_.74x120.jpg" alt="Spiritual Astrology" width="74" height="120" /></a>Tulisan di atas  adalah kutipan dari sampul buku berjudul: <a href="http://bukumeditasi.com/kesadaran"><strong>SPIRITUAL ASTROLOGY</strong></a><strong>, </strong><em>Memanfaatkan Pengaruh Konstelasi Perbintangan terhadap Kehidupan di Bumi untuk Pengembangan Potensi-Diri -</em><strong> </strong><strong><em>The Ancient Art of Self Empowerment </em></strong><em>by Bhakti Seva (The Blissful Prophet)</em>. Terjemahan bebas, <strong><em>Re-editing</em></strong>, dan Catatan oleh <strong><em>Anand Krishna</em></strong>.  Diterbitkan oleh: <strong>PT Gramedia Pustaka Utama </strong>– Desember 2010.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/spiritual-astrology/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>A New Christ</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/a-new-christ</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/a-new-christ#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Dec 2010 04:43:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[A New Christ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=959</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku : A New Christ Buku terbaik dari penulis The Science of Getting Rich Menjadi Sumber Inspirasi The Secret Wallace D.Wattles Terjemahan bebas, Re-editing, dan Catatan oleh Anand Krishna *** “Yesus memberi tanpa mengharapkan imbalan. Ia tidak peduli akan latar belakang kepercayaan sang penerima. Aku yakin bila Ia berada di tengah kita saat ini, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku :</p>
<h1 style="text-align: left;"><a href="http://www.bukumeditasi.com/zen"><strong>A New Christ</strong></a><strong> </strong></h1>
<h4 style="text-align: center;">Buku terbaik dari penulis <span style="color: #ff00ff;"><strong><em>The Science of Getting Rich</em></strong></span> Menjadi Sumber Inspirasi <span style="color: #ff00ff;"><strong><em>The Secret</em></strong></span></h4>
<h3 style="text-align: center;"><strong><em>Wallace D.Wattles</em></strong></h3>
<p align="center">Terjemahan bebas, <strong><em>Re-editing</em></strong>, dan Catatan oleh</p>
<h3 style="text-align: center;"><a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a></h3>
<p align="center">***</p>
<p align="center">“Yesus memberi tanpa mengharapkan imbalan. Ia tidak peduli akan latar belakang kepercayaan sang penerima. Aku yakin bila Ia berada di tengah kita saat ini, Ia akan memberkahi setiap orang yang menjalani ajaran-Nya, dan mencintai sesama mahluk, walau orang itu tidak pernah bertemu, bahkan mendengar nama-Nya.”</p>
<p align="center"><strong>- Mahatma Gandhi -</strong></p>
<p align="center">***</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Wallace D.Wattles</strong> adalah menulis <strong><em>The Science of Getting Rich</em></strong> (1910) yang menjadi dasar pemikiran buku laris awal milenium ini, <strong><em>The Secret</em></strong>, karya Rhonda Byrne. Namun karya monumental Wattles yang sesungguhnya bukanlah buku yang bernuansa materialistik itu, namun <a href="http://www.bukumeditasi.com/zen"><strong><em>A New Christ</em></strong></a> (1905), yang bersama penulisnya yang lain, <strong><em>Jesus, The Man and His Works</em></strong>, diterjemahkan, disunting ulang, serta diulas oleh <strong><a href="http://www.aumkar.org">Anand Krishna</a>.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kedua buku yang disebut terakhir itulah Wattles muncul sebagai sosok seorang visioner, seorang rasul seperti para rasul dalam Alkitab, seorang murid yang hendak mengikuti jejak gurunya. Dan, kedua buku itulah yang menjelaskan <em>Law of Attraction</em> – Hukum Ketertarikan yang sesungguhnya. Lewat tafsirnya mengenai diri dan ajaran Yesus, Wattles tampak meraih kekayaan dan kebahagiaan sejati seperti yang disebut oleh Yesus: hidup dalam “Kerajaan Allah”.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada yang tidak bisa dilakukan atau dicapai oleh manusia jika ia bermanunggal dengan Sang Kuasa dalam Kerajaan Allah di sini, di dalam dirinya. Dia akan seperti anak-anak: ceria, sukacita, polos tapi tidak bodoh, bersahaja tetapi tidak naif, dan tidak terikat pada apa pun. Dalam kemanunggalan itulah muncul kasih Tanpa Syarat, Kebahagiaan Kekal Tertinggi, dan Keceriaan Abadi. Pada tataran itu kita akan mampu mengasihi sesama, mampu berbuat baik bagi semua.</p>
<p align="center">***</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1467" title="A New Christ" src="http://bukumeditasi.com/wp-content/uploads/2010/12/A-New-Christ.jpg" alt="A New Christ" width="152" height="250" />Tulisan di atas  adalah kutipan dari sampul buku berjudul: <strong><em> ”<a href="http://www.bukumeditasi.com/zen">A New Christ</a>”</em></strong>. Terjemahan bebas, <strong><em>Re-editing</em></strong>, dan Catatan oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong>.</a> Diterbitkan oleh: <strong>PT. Gramedia Pustaka Utama </strong>- 2010.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/a-new-christ/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Youth</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/youth</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/youth#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Dec 2010 03:47:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Youth]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=945</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: Youth Challenges and Empowerment Taklukkan Tantangan dan Berdayakan Dirimu Ditulis oleh Anand Krishna *** Program Youth Empowerment bikin aku ngerti kalo kita, pemuda pemudi Indonesia , emang wajib dan kudu hukumnya berkarya buat bangsa. Kalo bukan kita yang muda-muda, siapa lagi? Udah gitu, program ini gak Cuma bikin kita ngerti, tapi juga ngajarin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku:</p>
<h2 style="text-align: left;"><strong><a href="http://www.bukumeditasi.com/iching">Youth</a> Challenges and Empowerment </strong></h2>
<h3 style="text-align: center;"><em><strong>Taklukkan Tantangan dan Berdayakan Dirimu</strong></em></h3>
<h4 style="text-align: center;"><strong>Ditulis oleh</strong> <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a></h4>
<p align="center">***</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Program <a href="http://www.bukumeditasi.com/iching">Youth</a> Empowerment</em></strong> bikin aku ngerti kalo kita, pemuda pemudi Indonesia , emang wajib dan kudu hukumnya berkarya buat bangsa. Kalo bukan kita yang muda-muda, siapa lagi?</p>
<p style="text-align: justify;">Udah gitu, program ini gak Cuma bikin kita ngerti, tapi juga ngajarin kita cara berkarya buat bangsa. Program ini bikin kita bersemangat untuk berkarya, disiplin, dan membantu mengembangkan potensi diri. Seru banget kan? Nah, udah saatnya kita pemuda dan pemudi bangkit untuk kejayaan Indonesia!</p>
<p style="text-align: right;">-          <strong>Gilang Nadia Putri</strong>, <em>Mahasiswi</em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff0000;">Peringatan bagi Orang Tua</span>:</strong> Jangan biarkan purta-putri Anda membaca buku ini bila Anda mengharapkan kepatuhan buta dari mereka. Jangan biarkan mereka terpengaruh oleh isi buku ini, yang dapat membuat mereka menjadi mandiri seketika, sekarang dan saat ini juga.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>Peringatan bagi kaum muda</strong></span>: Bacalah buku ini bila kau merasa tidak puas dengan apa yang kau dengar dan yang kau lihat di sekitarmu. Bacalah buku ini bila kau tertantang untuk mengubah keadaan dengan terlebih dahulu merubah dirimu. Bacalah buku ini bila kau memiliki keinginan yang membara untuk mengantar bangsamu pada masa depan yang lebih cemerlang daripada masa lalunya. Bacalah buku ini bila kau ingin mandiri, percaya diri, dan mengembangkan potensi diri!</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><em>Penulis dan Penerbit  buku ini tidak bertanggungjawab atas perubahan yang terjadi pada diri pembaca buku ini, yaitu ia lebih mementingkan keluarga besar bangsa dan warga sedunia di atas kepentingan keluarga kecil dan kepentingan kelompok tertentu.</em></span></p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1446" title="Youth" src="http://bukumeditasi.com/wp-content/uploads/2010/12/80b5c9693b81003fa5304a9029f187c5.image.79x120.jpg" alt="Youth" width="79" height="120" />Tulisan di atas  adalah kutipan dari sampul buku: <strong><em>“</em></strong><strong><em><a href="http://www.bukumeditasi.com/iching">Youth</a> Challenges and Empowerment-  Taklukkan Tantangan dan Berdayakan Dirimu</em></strong><strong><em> “</em></strong>, ditulis oleh  <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a>.  Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama &#8211; (2010)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/youth/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mutiara</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/mutiara</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/mutiara#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Dec 2010 03:02:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Mutiara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=923</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku (Buku Saku): 108 Mutiara Kehidupan - The Pocket Anand Krishna 108 Ditulis oleh Anand Krishna *** Saat jenuhmu menggelora… Saat kehidupan terasa hampa Saat segala sesuat tampak mengecewakan Saat tiada keindahan yang bias disapa Saat gelisah mencari arti kehidupan, meraba-raba dalam gelap jiwa… *** Buku kecil ini hadir menawarkan selaksa makanan kehidupan Lahir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku (Buku Saku):</p>
<h1 style="text-align: left;"><strong>108 <a href="http://www.bukumeditasi.com/agama">Mutiara</a> Kehidupan</strong><strong><em> -<br />
</em></strong></h1>
<h2 style="text-align: left;"><strong><em>The Pocket Anand Krishna 108<br />
</em></strong></h2>
<h3 style="text-align: center;">Ditulis oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a></h3>
<p align="center">***</p>
<p><strong><em>Saat jenuhmu menggelora…</em></strong></p>
<p><strong><em>Saat kehidupan terasa hampa</em></strong></p>
<p><strong><em>Saat segala sesuat tampak mengecewakan</em></strong></p>
<p><strong><em>Saat tiada keindahan yang bias disapa</em></strong></p>
<p><strong><em>Saat gelisah mencari arti kehidupan, meraba-raba dalam gelap jiwa…</em></strong></p>
<p align="center">***</p>
<p align="center">Buku kecil ini hadir menawarkan selaksa makanan kehidupan</p>
<p align="center">Lahir dari kedalaman jiwa, keluasan samudera kebijaksanaan</p>
<p align="center">Bukalah hatimu, resapi maknanya</p>
<p align="center">
<p align="center">Hiasi hidupmu dengan <a href="http://www.bukumeditasi.com/agama">mutiara</a> kehidupan</p>
<p align="center">Dan temukan…</p>
<p align="center">Ah, ternyata hidup itu begitu indah…..!</p>
<p align="center">***</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1406" title="Mutiara Kehidupan" src="http://bukumeditasi.com/wp-content/uploads/2010/12/721805b9c992d8e3c1d4f6adda23c965.image.80x120.jpg" alt="Mutiara Kehidupan" width="80" height="120" />Tulisan di atas  adalah kutipa dari sampul buku: <strong><em>” The Pocket Anand Krishna- 108 Mutiara Kehidupan </em></strong><em>”</em> , ditulis oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a>.  Diterbitkan oleh: <strong>Koperasi Global Anand Krishna</strong>, Bekerjasama dengan <a href="http://www.anandkrishna.org"><strong>Yayasan Anand Ashram</strong></a> (Berafiliasi dengan PBB) &#8211; 2008.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/mutiara/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Life After</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/life-after</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/life-after#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Dec 2010 03:29:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Life After]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=1369</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku : Life After Death, Menyingkap Misteri Kehidupan &#38; Kematian ditulis oleh J.P. Vaswani disadur oleh  Anand Krishna *** Tidak ada kematian. Ia persisi seperti matahari, terbenam disini, dan terbit ditempat lain. Demikianlah, kematian hanyalah ilusi. Kematian disusul oleh kelahiran, karena kehidupan tak pernah berakhir. Melalui saduran Anand Krishna, kita kembali menyelami misteri kehidupan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku :</p>
<h1><strong> <a href="http://www.bukumeditasi.com/alam">Life After</a> Death, </strong></h1>
<h2><strong><em>Menyingkap Misteri Kehidupan &amp; Kematian</em></strong><strong></strong></h2>
<h3 style="text-align: center;">ditulis oleh <strong><em>J.P. Vaswani</em></strong></h3>
<h3 style="text-align: center;">disadur oleh  <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a></h3>
<p align="center">***</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada kematian. Ia persisi seperti matahari, terbenam disini, dan terbit ditempat lain. Demikianlah, kematian hanyalah ilusi. Kematian disusul oleh kelahiran, karena kehidupan tak pernah berakhir.</p>
<p style="text-align: justify;">Melalui saduran <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna,</em></strong></a> kita kembali menyelami misteri kehidupan dan kematian bersama <strong><em>J.P. Vaswani</em></strong>, lewat buku kecil yang luar biasa ini. Banyak pertanyaan akan Anda ketahui jawabannya, dan banyak tips praktis yang akan membuat Anda mampu menjalani hidup tanpa ketakutan menghadapi misteri besar hidup ini.</p>
<p align="center">***</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1372" title="Life After Death" src="http://bukumeditasi.com/wp-content/uploads/2010/12/9861fecad5ec8a61950689ce4f1a3b94.image.73x1201.jpg" alt="Life After Death" width="73" height="120" />Tulisan di atas  adalah kutipan dari sampul buku <strong>“<a href="http://www.bukumeditasi.com/alam">Life After </a>Death</strong>, <strong><em>Menyingkap Misteri Kehidupan &amp; Kematian</em></strong>”, ditulis oleh <strong><em><a href="http://www.aumkar.org">Anand Krishna</a>.</em></strong> Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama. (2004)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/life-after/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agama</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/agama</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/agama#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 07:15:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=257</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: Panca Aksara &#8211; Membangkitkan Keagamaan dalam Diri Manusia oleh Anand Krishna *** Setiap orang mendambakan Kebahagiaan Sejati. Kenikmatan Indera semula dianggap sudah cukup membahagiakan. Namun manusia masih saja mendambakan sesuatu, mencari sesuatu yang &#8220;lebih&#8221;. Buku ini memberikan jawaban apa yang sesungguhnya dicari oleh semua mahluk di dunia ini. Penulis buku ini, Anand Krishna, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku:</p>
<h2><strong><em>Panca Aksara</em></strong><strong> &#8211; Membangkitkan Ke</strong><a href="http://www.bukumeditasi.com/stress"><strong>agama</strong></a><strong>an dalam Diri Manusia</strong></h2>
<h3 style="text-align: center;">oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong> </a></h3>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Setiap orang mendambakan Kebahagiaan Sejati. Kenikmatan Indera semula dianggap sudah cukup membahagiakan. Namun manusia masih saja mendambakan sesuatu, mencari sesuatu yang &#8220;lebih&#8221;. </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Buku ini memberikan jawaban apa yang sesungguhnya dicari oleh semua mahluk di dunia ini. Penulis buku ini, <a href="http://www.aumkar.org"><strong>Anand Krishna</strong></a>, lahir di Solo, Jawa Tengah, 1956. Pemegang gelar MBA dari Pascific Southern University, AS ini pada mulanya adalah seorang pengusaha. Namun pada akhirnya ia lebih memilih hidup damai dengan meditasi.</em></p>
<p style="text-align: justify;">&#8230;. Persembahan yang tidak berarti ini, persembahan yang hina nan dina ini &#8211; sesungguhnya merupakan persembahan lama. Antara tahun 1992-1995, kurang lebih 9.000 eksemplar buku kecil ini pernah terbit dengan judul &#8220;<strong><em>Aum Namah Shivaya</em></strong>&#8220;. Berkat bantuan beberapa sahabat [...]</p>
<p style="text-align: justify;">Setalah tahun 1995, edisi tersebut sudah sulit ditemukan. Persediaan di tempat kami pun tinggal beberapa saja untuk keperluan dokumentasi. Banyak yang bertanya tentang edisi baru. Permintaan untuk buku ini datang dari orang Timor, Papua, Bugis, Kalimantatn dan tentunya dari Jawa, Sumatra dan Bali. Saya baru sadar bahwa buku tersebut pernah menjadi sangat populer.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka, saya terdorong, terinspirasi untuk menulis ulang buku ini,dengan beberapa catatan tambahan sesuai dengan perkembangan kesadaranku. Judulnya sengaja diubah untuk mencerminkan keuniversalan pesan di dalam buku ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga setiap orang, setiap manusia Indonesia yang menghargai budaya leluhurnya, menjadi sedikit lebih bangga setelah membaca isi buku ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Shiva bukanlah &#8220;Dewa Perusak&#8221; sebagaimana ditulis dalam buku-buku teks yang sungguh sangat tidak cerdas dan tidak dapat diharapkan untuk mencerdaskan anak-cucu kita. Shiva adalah salah satu sebutan bagi Hyang Maha Kuasa, sebagaimana Allah, God atau Tuhan, adalah sebuta-sebutan lain bagi-Nya. [...]</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan di atas  adalah kutipan-kutipan dari buku dan smpul buku yang berjudul: <em>&#8221; <strong>Panca Aksara</strong> <strong>- Membangkit</strong><strong>kan Ke</strong><a href="http://www.bukumeditasi.com/stress"><strong>agama</strong></a><strong>an dalam Diri Manusia</strong></em><em>&#8221; </em>, ditulis oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong>Anand Krishna</strong></a>.  Diterbitkan oleh: Pustaka Bali Post.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/agama/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alam</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/alam</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/alam#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 May 2009 08:15:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=253</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: Rahasia Alam &#8211; Alam Rahasia, Seni Hidup Harmonis Alami oleh Anand Krishna *** Atmopanishad adalah tuntunan untuk perjalanan ke dalam diri sendiri. Dalam proses itu, Anda tidak hanya akan &#8220;tahu diri&#8221; tetapi juga mengenal Rahasia Alam. Dan selanjutnya pengenalan itu akan membawa Anda memasuki Alam Rahasia. Dilengkapi dengan renungan dan latihan, buku ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku:</p>
<h1><strong>Rahasia <a href="http://www.bukumeditasi.com/stress">Alam</a> &#8211; Alam Rahasia,<em><br />
</em></strong></h1>
<h2><em>Seni Hidup Harmonis Alami</em></h2>
<h4 style="text-align: center;">oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong> </a></h4>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Atmopanishad </em>adalah tuntunan untuk perjalanan ke dalam diri sendiri. Dalam proses itu, Anda tidak hanya akan &#8220;tahu diri&#8221; tetapi juga mengenal Rahasia <a href="http://www.bukumeditasi.com/stress">Alam</a>. Dan selanjutnya pengenalan itu akan membawa Anda memasuki <a href="http://www.bukumeditasi.com/stress">Alam</a> Rahasia.</p>
<p style="text-align: justify;">Dilengkapi dengan renungan dan latihan, buku ini dapat Anda jadikan panduan untuk memasuki <a href="http://www.bukumeditasi.com/stress">Alam</a> Rahasia itu. Di samping itu, latihan-latihan itu juga akan menciptakan bermacam keseimbangan di dalam diri Anda: yang akan berdampak amat positif terhadap kesehatan jiwa raga Anda.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1492" title="alam rahasia" src="http://bukumeditasi.com/wp-content/uploads/2009/05/610e3d8ff6761c476d05a6202935deed.image.72x120.jpg" alt="alam rahasia" width="72" height="120" />Tulisan di atas  adalah , kutipan dari sampul buku berjudul: <strong><em>&#8220;</em></strong><em> </em><strong><em>Rahasia <a href="http://www.bukumeditasi.com/stress">Alam</a> &#8211; <a href="http://www.bukumeditasi.com/stress">Alam</a> Rahasia, </em></strong><em>Seni Hidup Harmonis <a href="http://www.bukumeditasi.com/stress">Alam</a>i</em>,  ditulis oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a>.  Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/alam/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Success</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/success</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/success#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 03:36:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Success]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=263</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: Total  Success &#8211; Meraih Keberhasilan Sejati oleh Anand Krishna *** Buku ini menguak rahasia Keberhasilan Sejati. Keberhasilan Luar Dalam, dari para tokoh awal yang dirujuk sebagai Pemegang Kunci Rahasia Keberhasilan: Napoleon Hill, Dale Carnegie dan Shankara. Belajar dari mereka yang berkilau di bawah sorot matahari dan cemerlang dalam kegelapan, raihlah Keberhasilan Sejati Anda. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku:</p>
<h2 style="text-align: left;"><strong><em>Total  <a href="http://www.bukumeditasi.com/kematian">Success</a> &#8211; Meraih Keberhasilan Sejati</em></strong></h2>
<h3 style="text-align: center;">oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a></h3>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Buku ini menguak rahasia Keberhasilan Sejati. Keberhasilan Luar Dalam, dari para tokoh awal yang dirujuk sebagai Pemegang Kunci Rahasia Keberhasilan:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Napoleon Hill</strong>, <strong>Dale Carnegie</strong> dan <strong>Shankara</strong>. Belajar dari mereka yang berkilau di bawah sorot matahari dan cemerlang dalam kegelapan, raihlah Keberhasilan Sejati Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;"><em>Saya tidak mengukur keberhasilan seseorang dari ketinggian yang telah dia daki, tetapi dari kemampuannya untuk bangkit kembali setiap kali ia jatuh dan menyentuh dasar.</em></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>George S. Patton</em></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align: center;"><em>Manusia mirip dengan kaca patri pada daun jendela.</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Dia selalu berkilau karena sinar matahari.</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Namun, saat gelap, keindahannya hanya muncul bila ada cahaya dari dalam.</em></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>Elizabeth Kubler Ross</em></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>***<br />
</em></strong>
</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1510" title="success" src="http://bukumeditasi.com/wp-content/uploads/2009/05/6cb12381b0d9e29bda04cee1e228d44f.image.73x120.jpg" alt="success" width="73" height="120" />Tulisan di atas  adalah , kutipan dari sampul buku: <strong><em>&#8220;</em></strong><strong><em> Total  <a href="http://www.bukumeditasi.com/kematian">Success</a> &#8211; Meraih Keberhasilan Sejati </em></strong><strong><em> &#8220;</em></strong>, ditulis oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a>.  Diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama. (2008)</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/success/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Happy</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/happy</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/happy#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 07:47:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Happy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=211</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: Be Happy &#8211; Jadilah Bahagia dan Berkah bagi Dunia ditulis oleh Anand Krishna *** Dalam bagian pertama buku ini, kita akan berusaha untuk menemukan definisi kebahagiaan yang cocok bagi kita. Saya sengaja tidak memberikan kesimpulan yang baku. Buku ini adalah sebuah workbook &#8211; buku kerja. Kita harus bekerja untuk menemukan sendiri definisi dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku:</p>
<h2 style="text-align: left;">Be <a href="http://www.bukumeditasi.com/sehat">Happy</a> &#8211; Jadilah Bahagia dan Berkah bagi Dunia</h2>
<h3 style="text-align: center;">ditulis oleh <a href="http://www.aumkar.org">Anand Krishna</a></h3>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam bagian pertama buku ini, kita akan berusaha untuk menemukan definisi kebahagiaan yang cocok bagi kita. Saya sengaja tidak memberikan kesimpulan yang baku. Buku ini adalah sebuah <a href="http://www.bukumeditasi.com/workbook"><strong><em>workbook</em></strong></a> &#8211; buku kerja. Kita harus bekerja untuk menemukan sendiri definisi dan kesimpulan yang cocok bagi kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagaian besar dari artikel-artikel dalam bagian pertama buku ini telah muncul di Koran daerah, seperti <em>Jawa Pos</em>, <em>Radar Bali </em>(Bali), <em>Kedaulatan Rakyar</em> (Yogyakarta), dan <em>Suara Merdeka</em> (Semarang), namun karena keterbatasan ruang hampir semua artikel mesti melewati proses <em>editing</em>, baik oleh penulis mau pun oleh editor. Dalam buku ini, saya memberikan <em>the uncut ver</em>sion, versi utuh sebelum diedit, karena keterbatasan ruang serta keterbatasan lain yang ada di Koran-koran itu bisa diatasi di sini. [...]</p>
<p style="text-align: justify;">&#8230;,apakah kenikmatan indra dan kenyamanan jasmani itu tidak penting? Penting juga! Kita hanya perlu menyadari bahwa semuanya itu &#8220;tidak dapat&#8221; membahagiakan. Silakan memanjakan diri dengan segala macam sarana yang dapat membuat tubuh nyaman dan memberi kenikmatan pada indra. Tidak ada yang salah dengan semuanya itu, asal kita ingat bahwa srana-sarana itu tidak kekal, tidak abadi sehingga tidak dapat membahagiakan manusia untuk selamanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bila hal ini tidak kita sadari, kita bisa terjebak untuk mencari kebahagiaan dari benda-benda dan sarana-sarana di luar diri. Kita menyalahartikan kenikmatan indra dan kenyamanan tubuh sebagai kebahagiaan. Kemudian, ketika [...]</p>
<p align="center"><strong><em>Bahagia dan derita adalah pilihan bebas kita. Pilihlah bahagia,</em></strong></p>
<p align="center"><strong><em> dan singkirkan penghalangnya, maka hidup Anda akan menjadi sebuah perayaan,</em></strong></p>
<p align="center"><strong><em>dan diri Anda pun akan menjadi Berkah bagi dunia.</em></strong></p>
<p align="center">Bila kamu ingin orang lain bahagia, prakteikan belarasa.</p>
<p align="center">Bila kamu ingin bahagia, praktikkan belarasa.</p>
<p align="center"><strong>Dalai Lama</strong></p>
<p align="center">Kebahagiaan adalah milik orang yang merasa diri kecukupan.</p>
<p align="center"><strong>Aristoteles</strong></p>
<p align="center">Kebahagiaan akan memelukmu bila karya dan katamu menguntungkan dirimu dan orang lain.</p>
<p align="center"><strong>Buddha</strong></p>
<p align="center">Kebijakan adalah bagian terpenting dalam kebahagiaan.</p>
<p align="center"><strong>Spohocles</strong></p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1315" title="Be Happy !" src="http://bukumeditasi.com/wp-content/uploads/2009/04/848f682e67a344b7bc3a68315661d24c.image.73x120.jpg" alt="Be Happy !" width="73" height="120" />Tulisan di atas  adalah kutipan-kutipan dari sampul buku berjudul: <strong><em>&#8221; Be </em></strong><a href="http://www.bukumeditasi.com/sehat"><strong><em>Happy</em></strong></a><strong><em>, Jadilah Bahagia dan Berkah bagi Dunia</em>&#8220;</strong>, ditulis oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a>.  Diterbitkan oleh: PT  Gramedia Pustaka Utama.<strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/happy/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fear</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/fear</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/fear#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 07:42:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Fear]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=208</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: Fear Management &#8211; Mengelola Ketakutan, Memacu Evolusi Diri ditulis oleh Anand Krishna *** Selama ini rasa takut kita terima sebagai sesuatu yang mutlak, tak terhindarkan. Psikologi modern bahkan menegaskan rasa takut sebagai sumber energy untuk fight or flight, melawan atau melarikan diri. Ketika kita menghadapi bahaya, rasa takut secara spontan mendorong kita untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku:</p>
<h2 style="text-align: left;"><a href="http://www.bukumeditasi.com/medis-meditasi">Fear</a> Management &#8211; Mengelola Ketakutan, Memacu Evolusi Diri</h2>
<h3 style="text-align: center;">ditulis oleh <a href="http://www.aumkar.org">Anand Krishna</a></h3>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Selama ini rasa takut kita terima sebagai sesuatu yang mutlak, tak terhindarkan. Psikologi modern bahkan menegaskan rasa takut sebagai sumber energy untuk<strong> fight or flight</strong>, melawan atau melarikan diri. Ketika kita menghadapi bahaya, rasa takut secara spontan mendorong kita untuk melawan atau melarikan diri.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Rasa takut atau </em><a href="http://www.bukumeditasi.com/medis-meditasi"><strong><em>FEAR</em></strong></a><strong><em> </em></strong><em>sebenarnya adalah <strong>False Emotion Appearing Real </strong>- Emosi palsu yang Terkesan Nyata. Senagai mahluk yang lebih mulia daripada binatang, kita dapat mengelola rasa takut kita untuk mencapai puncak evolusi diri kita.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Seorang bijak menerjemahkan ketakutan atau dalam bahasa Inggris, <a href="http://www.bukumeditasi.com/medis-meditasi"><strong><em>FEAR</em></strong></a> sebagai singkatan dari <strong>F</strong>alse <strong>E</strong>motion <strong>A</strong>ppearing <strong>R</strong>eal &#8211; Emosi Palsu yang Terkesan Nyata.</p>
<p style="text-align: justify;">Persis seperti &#8220;gelombang&#8221; laut. Apakah gelombang itu dapat dipisahkan dari laut? Apakah gelombang itu memiliki eksistensi di luar laut? Tidak. Sesungguhnya gelombang itu hanyalah sebuah sebutan. Gelombang itu tidak terpisah dari laut. Gelombang itu adalah laut. Sesungguhnya gelombang itu tidak ada; yang ada hanya laut. Kendati demikian, kita memperoleh kesan seolah gelombang itu ada. [...]</p>
<p style="text-align: justify;">Marilah main-main dengan istilah <em>management</em>. Ada arti yang tersirat di situ&#8230;<strong><em>man</em></strong>-<strong><em>age</em></strong>-<strong><em>ment</em></strong>&#8230; Man berarti &#8220;manusia&#8221;. <em>Age</em> berarti &#8220;usia&#8221;, dan ment mengindikasikan adanya &#8220;proses&#8221;. <em>Management</em> berarti <strong>Proses Peng-&#8221;usia&#8221;-an </strong>atau <strong>Pendewasaan Manusia</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika age diartikan sebagai &#8220;zaman&#8221;, <em>management</em> juga dapat diartikan sebagai <strong>Proses Penyelarasan Manusia dengan Zaman</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Proses ini, dan sesungguhnya setiap proses, membutuhkan keahlian. Ya, keahlian untuk menjalankan proses dengan sebaik mungkin, supaya hasilnya sesuai dengan tujuan proses &#8211; itulah <em>Management</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hal ini, tujuan proses yang akan kita jalani adalah: <strong>pendewasaan diri</strong>, <strong>dan penyelarasan dengan zaman</strong>, dengan <strong>alam</strong>, dengan <strong>semesta</strong>. Pendewasaan inilah yang kemudian membebaskan kita dari emosi yang palsu, yang biasa disebut &#8220;rasa takut&#8221;. [...]</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka yang malas mengharapkan zaman berubah. Mereka yang rajin mengubah diri dan menyebabkan terjadinya perubahn pada zaman.</p>
<p style="text-align: justify;">Dunia kita terbagi dalam dua kelompok besar ini. Pertama, kelompok yang malas dan mengharapkan perubahan. Kedua, kelompok yang rajin dan menyebabkan terjadinya perubahan. Celakanya, kelompok pertama selalu mayoritas. Dominasi mereka tidak pernah surut. Jumlah para pemalas selalu lebih banyak. Banyaknya jumlah pemalas itu telah mempengaruhi seluruh budaya kita, peradaban kita, agama dan kepercayaan kita. Lebih banyak diantara kita yang &#8220;berharap&#8221; daripada yang bekerja untuk mewujudkan harapan itu [...]<em></em></p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1545" title="fear" src="http://bukumeditasi.com/wp-content/uploads/2009/04/fear.jpg" alt="fear" width="72" height="120" />Tulisan di atas  adalah kutipan dari sampul buku berjudul: <strong><em>&#8221; </em></strong><a href="http://www.bukumeditasi.com/medis-meditasi"><strong><em>Fear</em></strong></a><strong><em> Management &#8211; Mengelola Ketakutan, Memacu Evolusi Diri</em> &#8220;</strong>, ditulis oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a>.  Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/fear/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Air</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/air</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/air#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 07:34:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Air]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: Mengungkap Misteri Air ditulis oleh Anand Krishna bersama Teman-teman *** Sudah begitu banyak penemuan ilmiah dalam bidang sains yang dilakukan sejumlah orang, yang mengantar manusia pada peradaban modern selama dua abad terakhir ini. Berbagi bentuk teknologi yang menyertai kita sekarang &#8211; mulai dari komputer, telpon genggam, internet, hingga pesawat terbang super canggih &#8211; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku:</p>
<h1 style="text-align: left;">Mengungkap Misteri <a href="http://www.bukumeditasi.com/medis-meditasi">Air</a></h1>
<h3 style="text-align: center;">ditulis oleh <a href="http://www.aumkar.org">Anand Krishna</a> bersama Teman-teman</h3>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah begitu banyak penemuan ilmiah dalam bidang sains yang dilakukan sejumlah orang, yang mengantar manusia pada peradaban modern selama dua abad terakhir ini. Berbagi bentuk teknologi yang menyertai kita sekarang &#8211; mulai dari komputer, telpon genggam, internet, hingga pesawat terbang super canggih &#8211; adalah pengejawantahan dari penemuan-penemuan ilmiah ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Semua itu berpotensi membantu manusia untuk menciptakan dunia yang lebih baik bagi semua. Sayang sekali, kenyataannya tidak demikian yang terjadi. Banyak teknologi yang hanya dapat diakses oleh kaum yang berada &#8211; untuk membantu mereka mengejar &#8220;kenyamanan diri pribadi&#8221;. Tak jarang pula, teknologi menjadi ajang manusia untuk memuaskan nafsu kepemilikannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dunia tidak menjadi lebih baik. Karena kesadaran manusia modern berbanding terbalik dengan sains dan teknologi yang mereka temukan dan ciptakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ditengah keterasingan moderenisasi itu, ternyata masih terdapat sejumlah orang yang sadar. Yang menghendaki sebuah dunia yang lebih baik untuk semua.</p>
<p style="text-align: justify;">Dr. Masaru Emoto adalah salah satu diantaranya. Lewat bukunya <em>Messages from Water</em> ia memberikan &#8220;kabar baik&#8221; pada dunia, tentang temuannya yang luar biasa. Lewat sebuah rangkaian percobaan yang panjang, ia menemukan bahwa molekul-molekul dalam <a href="http://www.bukumeditasi.com/medis-meditasi">air</a> dapat dipengaruhi oleh pikiran, perkataan dan perasaan manusia.[...]</p>
<p style="text-align: justify;">Ada rasa kagum sekaligus keharuan, menyaksikan gambar-gambar Kristal <a href="http://www.bukumeditasi.com/medis-meditasi">air</a> yang indah-sebagai respon terhadap pikiran dan perasaan positif yang disampaikan pada air. Pengalaman yang mencerahkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Merasa bahwa pesan-pesan universal di balik penemuan itu sangat relevan bagi keadaan carut- marut yang sedang terjadi di negeri sendiri, kami memutuskan untuk menggelar diskusi terbuka dengan topik &#8220;Rahasia <a href="http://www.bukumeditasi.com/medis-meditasi">Air</a> untuk Kemanusiaan Baru&#8221; -  yang hasilnya disajikan dalam buku ini. [...]</p>
<p style="text-align: justify;">Di balik itu semua, yang sebetulnya bekerja adalah sifat <a href="http://www.bukumeditasi.com/medis-meditasi">air</a> yang mencair itu. Segala sesuatu yang cair, liquid, mempunyai sifat yang meluas. Handphone yang kita gunakan pun menggunakan prinsip yang sama. Teknologi seluler itu liquid. Dia fluid, meluas. Dan cair tidak harus dalam bentuk <a href="http://www.bukumeditasi.com/medis-meditasi">air</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Pikiran yang cair juga akan meluas. Segala sesuatu yang cair, yang tidak padat, akan bergetar secara lebih cepat.</p>
<p style="text-align: justify;">Belum lama berselang kita mengadakan diskusi tentang kamasutra. Di sini pun kita mendapatkan kesimpulan yang sama. Bahwa segala sesuatu yang cair akan [...]</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Ini bukan klenik. Tapi, sekarang kita benar-benar tahu mengapa seorang dukun bias menyembuhkan pasien hanya dengan &#8220;segelas air putih&#8221;. Mengapa selalu ada &#8220;</em><a href="http://www.bukumeditasi.com/medis-meditasi"><em>air</em></a><em> suci&#8221; dalam hamper setiap tradisi agama.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Dr. Masaru Emoto, bersama tim penelitinya, menemukan fakta tak terbantahkan: Bahwa </em><a href="http://www.bukumeditasi.com/medis-meditasi"><em>air</em></a><em> ternyata dapat merespon pikiran dan perasaan manusia!</em></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.bukumeditasi.com/medis-meditasi"><em>Air</em></a><em> membalas keindahan &#8220;cinta&#8221; dan &#8220;syukur&#8221; yang kita sampaikan, dengan cara yang menakjubkan. Tapi, </em><a href="http://www.bukumeditasi.com/medis-meditasi"><em>air</em></a><em> yang sama dapat pula memantulkan &#8220;kebencian&#8221; dan &#8220;kekerasan&#8221; yang kita lakukan.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Saatnya belajar dari kebijaksanaan </em><a href="http://www.bukumeditasi.com/medis-meditasi"><em>air</em></a><em>. Namun&#8230;hindari buku ini, jika Anda belum siap mengubah cara pandang tentang kehidupan secara revolusioner.</em></p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1496" title="misteri air" src="http://bukumeditasi.com/wp-content/uploads/2009/04/images.jpeg" alt="misteri air" width="56" height="88" />Tulisan di atas  adalah kutipan dari sampul buku berjudul &#8220;<strong> Mengungkap Misteri </strong><a href="http://www.bukumeditasi.com/medis-meditasi"><strong>Air</strong></a><strong> </strong>&#8220;, ditulis oleh <strong><em><a href="http://www.aumkar.org">Anand Krishna</a> </em></strong>bersama<strong><em> Teman-teman</em></strong>.  Diterbitkan oleh:<a href="http://www.on"> <strong>PT. One Earth Media</strong></a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/air/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Marriage</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/marriage</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/marriage#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 07:24:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Marriage]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=201</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: 7 Steps Toward a Happy Marriage-Saptapadi  Tujuh Langkah Menuju Keluarga Bahagia ditulis oleh Anand Krishna *** &#8230; Wilayah luas dari Pegunungan Himalaya hingga Kepulauan Nusantara secara kolektif disebut Wilayah Peradaban Shintu di Cina, Syin atau Shin dan kemudian Hind atau Hindu oleh sejarawan Arab, kemudian Indies, Indishe, Indo, India, oleh bangsa-bangsa Eropa. Kepulauan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku:<strong></strong></p>
<h2 style="text-align: left;"><strong></strong><strong>7 Steps Toward a Happy </strong><a href="http://www.bukumeditasi.com/medis-meditasi"><strong>Marriage</strong></a>-Saptapadi  Tujuh Langkah Menuju Keluarga Bahagia<strong> </strong></h2>
<p style="text-align: center;">ditulis oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a></p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">&#8230; Wilayah luas dari Pegunungan Himalaya hingga Kepulauan Nusantara secara kolektif disebut Wilayah Peradaban Shintu di Cina, Syin atau Shin dan kemudian Hind atau Hindu oleh sejarawan Arab, kemudian Indies, Indishe, Indo, India, oleh bangsa-bangsa Eropa.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepulauan Nusantara yang sebelumnya dikenal dengan sebutan Dvipantara -  Kepulauan di antara Dua Benua, Benua Asia dan Australia &#8211; berada dalam wilayah peradaban yang sama. Peradaban yang sudah maju dan mencapai ketinggian tak terhingga ketika Eropa dan Amerika belum dikenal.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi para saudagar dari mancanegara, kepulauan Nusantara adalah <strong><em>Svarnadwipa</em></strong> &#8211; Kepulauan Emas. Svarnabhumi &#8211; Bumi Emas. Ketika leluhur Kubilai Khan baru belajar membakar daging sebelum dimakan, kita sudah mengenal cara masak dengan menggunakan rempah-rempah yang ada di kepulauan kita. &#8220;Pergilah hingga Lembah Syin untuk menuntut ilmu,&#8221; demikian bunyi sebuah pepatah popular di kawasan Timur Tengah.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepulauan Nusantara memiliki warisan budaya yang kelak akan mempengaruhi para pemikir Yunani seperti Plato, Socrates dan Aristoteles. &#8220;Kenalilah Dirimu!&#8221; &#8211; Inti dan induk filsafat ini bersasal dari wilayah peradaban kita. Para teolog di Timur Tengah di kemudian hari akan mengekspornya ke benua Eropa.[...]</p>
<p style="text-align: justify;">Dari warisan budaya yang kaya ini kita memperoleh &#8220;landasan yang kuat&#8221; bagi perkawinan. Landasan yang kukuh. Landasan berdasarkan saling percaya, saling hormat, dan diatas segalanya, kasih! Tidak ada unsure tindas-menindas; tidak ada dasar subordinansi. Suami dan istri berdiri di atas landasan yang sama, <em>platform </em>yang sama. Sama tinggi, sama rendah. Tidak ada yang lebih penting. Keduanya sama-sama penting.</p>
<p style="text-align: justify;">Dasar-dasar perkawinan ini sungguh sangat ilmiah. Tidak sembarang dibuat, tetapi berdasarkan &#8220;kesadaran manusia&#8221; seutuhnya, sepenuhnya. Ada tujuh lapisan kesadaran yang biasa disebut [...]</p>
<p align="center"><em>Sepasang suami istri yang bertahan dalam perkawinannya,</em></p>
<p align="center"><em>dan hidup bersama dari hari ke hari adalah sebuah mukjizat&#8230;</em></p>
<p align="center"><strong><em>Bill Cosby</em></strong></p>
<p align="center"><em>Sejak awal-mula dunia ini, perkawinan tetap menjadi sebuah misteri.</em></p>
<p align="center"><em>Mereka yang belum kawin ingin kawin; mereka yang sudah kawin ingin mengakhirinya.</em></p>
<p align="center"><strong><em>Ralph Waldon Emerson</em></strong></p>
<p align="center"><em>Seorang perempuan mengawini seorang pria dengan penuh harapan bahwa pada suatu ketika pria pilihannya akan berubah. Seorang pria mengawini seorang perempuan dan berharap ia tak pernah berubah.</em></p>
<p align="center"><em>Karena itu, keduanya kecewa.</em></p>
<p align="center"><strong><em>Albert Einstein</em></strong></p>
<p><strong><em>Saptapadi </em></strong>adalah tujuh langkah bagi mereka yang hendak menjadikan perkawinan tempat berpijak untuk memasuki Pertemuan Agung.</p>
<p><strong><em>Saptapadi</em></strong> adalah tujuh langkah bagi mereka yang tak ingin perkawinan hanya menjadi pertemuan antara dua badan di atas satu ranjang.</p>
<p><strong><em>Saptapadi</em></strong> adalah tujuh langkah bagi mereka yang ingin perkawinan menjadi sarana untuk tumbuh dan berkembang bersama menjadi manusia sempurna.</p>
<p><strong><em>Saptapadi</em></strong> adalah warisan bagi kita yang mendambakan kesucian sebuah perkawinan&#8230;kebahagiaan yang sejati.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1485" title="marriage" src="http://bukumeditasi.com/wp-content/uploads/2009/04/11171859a3ae29a920237a93b20bdcb1.image.75x120.jpg" alt="marriage" width="75" height="120" />Tulisan di atas  adalah kutipan dari sampul buku berjudul: &#8220;<strong>7 Steps toward a happy </strong><a href="http://www.bukumeditasi.com/medis-meditasi"><strong>marriage</strong></a>-Saptapadi tujuh langkah menuju keluarga bahagia&#8221;  oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a>.  Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/marriage/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kamasutra</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/kamasutra</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/kamasutra#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 07:17:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Kamasutra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: Sexual Quotient &#8211; Melampaui Kamasutra Memasuki Tantra oleh Anand Krishna *** Buku ini, Sexual Quotient, Melampaui Kamasutra Memasuki Tantra, diterbitkan dalam rangka memperkaya perspektif kita dalam melihat seks. Selama ini, umumnya kita memandang seks dengan dua macam cara pandang belaka: Menjauh atau menikmati sepuas-puasnya. Pada titik ekstrim, kedua cara pandang ini menghasilkan dua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku:</p>
<h2><strong>Sexual Quotient &#8211; Melampaui <a href="http://www.bukumeditasi.com/renungan">Kamasutra</a> Memasuki Tantra</strong><strong> </strong></h2>
<h3 style="text-align: center;">oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a></h3>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Buku ini, Sexual Quotient, Melampaui <a href="http://www.bukumeditasi.com/renungan">Kamasutra</a> Memasuki Tantra, diterbitkan dalam rangka memperkaya perspektif kita dalam melihat seks.</p>
<p style="text-align: justify;">Selama ini, umumnya kita memandang seks dengan dua macam cara pandang belaka: Menjauh atau menikmati sepuas-puasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada titik ekstrim, kedua cara pandang ini menghasilkan dua kelompok masyarakat yang berbeda dan bahkan saling bertolak belakang. Inilah yang dapat kita lihat dari prilaku kelompok masyarakat yang sangat terpengaruh oleh doktrin yang tertutup di satu sisi, serta masyarakat yang hanya mengejar kesenangan duniawi (baca: hedonism) di sisi lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiada cukup banyak kajian secara jernih terhadap topik ini, akhirnya membuat kita semua hanya menerima begitu saja perspektif umum yang berlaku dalam masyarakat kita. Padahal, tanpa kita sadari, warisan budaya yang kita miliki dalam wilayah peradaban Hindia ( yang membentang dari Pakistan modern hingga ke ujung Timur Kepulauan Nusantara) sebenarnya pernah menyediakan harta berharga berupa nilai-nilai filosofi yang tinggi untuk menempatkan seks dalam konteks evolusi kemanusiaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Buku ini adalah upaya untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai filosofi yang tinggi di balik seks. Dalam buku ini, seks tidak ditempatkan sebagai tujuan utama, tetapi [...]</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.bukumeditasi.com/renungan">Kamasutra</a> dalam pengertian secara generik, bukanlah milik sebuah Negara yang kita sebut India, tetapi milik keseluruhan dari <strong>wilayah peradaban</strong> yang oleh para pedagang dari Timur Tengah zaman dahulu, disebut Hindustan. Wilayah luas yang mencakup Gandhaar (sekarang Qandahar dan merupakan bagian dari Afganistan) hingga perbatasan Astraalaya (sekarang Australia) betul-betul merupakan wilayah Peradaban, dan bukan sebuah Negara atau Imperium. Negara-negara yang ada dalam wilayah peradaban ini bebas, merdeka, termasuk kepulauan Nusantara.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka, tidak heran pula bila di Jawa dan Bali kita masih bisa menemukan lotar-lontar kuno yang bicara tentang Kama. Secara [...]</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Selama ini banyak di antara kita menganggap seks sebagai sesuatu yang tabu dan &#8220;kotor&#8221; &#8211; wajar saja. Kita memang jarang membahasnya secara terbuka. Akibatnya, seks cuma dianggap sebagai cara untuk melampiaskan nafsu belaka.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Padahal, budaya Nusantara di masa lampau menempatkan seks sebagai anak tangga pertama menuju cinta kasih &#8211; lewat <a href="http://www.bukumeditasi.com/renungan">Kamasutra</a>. Lebih dari itu&#8230;lewat Tantra, nafsu seks diolah untuk meningkatkan kesadaran. Demi evolusi spiritual.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Seks dapat menjadi jalan mencapai Kesadaran Supra.</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Buku ini mengajak kita untuk menjadi &#8220;beradab&#8221; lewat seks. Dan sesungguhnya, bila sudah mampu mengendalikan dan mengolah nafsu seks, barulah kita bisa beradab sebagai bangsa&#8230;</em></p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1487" title="kamasutra" src="http://bukumeditasi.com/wp-content/uploads/2009/04/a56157e4c33547329634cf9b0b933a77.image.81x120.jpg" alt="kamasutra" width="81" height="120" />Tulisan di atas  adalah kutipan dari sampul buku berjudul &#8220;<strong>Sexual Quotient &#8211; Melampaui <a href="http://www.bukumeditasi.com/renungan">Kamasutra</a> Memasuki Tantra</strong>&#8220;<strong> </strong>. Ditulis oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a>.  Diterbitkan oleh: <a href="http://www.oneearthmedia.net">PT. One Earth Media</a>.<strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/kamasutra/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seks</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/seks</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/seks#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2009 04:38:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Seks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: Jalan Kesempurnaan Melalui Kamasutra -  Kenikmatan Seks, Kesejukan Cinta &#38; Kesadaran Kasih oleh Anand Krishna *** Ada yang sibuk bergulat dengan Nafsu Birahi. Ada yang menempatkan cinta di atas segalanya. Ada pula yang meninggalkan dua-duanya dan berbicara tentang manisnya Kasih Allah. Yang mengenal seks, tidak mengenal cinta. Yang menyelami cinta, belum menemukan Kasih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku:<strong> </strong></p>
<h2 style="text-align: left;"><strong>Jalan Kesempurnaan Melalui</strong> <strong>Kamasutra -  Kenikmatan </strong><a href="http://www.bukumeditasi.com/renungan"><strong>Seks</strong></a>, <strong>Kesejukan Cinta &amp; Kesadaran Kasih</strong><strong> </strong></h2>
<h4 style="text-align: center;">oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a></h4>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Ada yang sibuk bergulat dengan Nafsu Birahi.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada yang menempatkan cinta di atas segalanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada pula yang meninggalkan dua-duanya dan berbicara tentang manisnya Kasih Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang mengenal <a href="http://bukumeditasi.com/renungan">seks</a>, tidak mengenal cinta.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang menyelami cinta, belum menemukan Kasih dan yang telah menemukan Kasih, tidak berurusan dengan <a href="http://bukumeditasi.com/renungan">Seks</a> dan Cinta.</p>
<p style="text-align: justify;">Segala sesuatu yang dapat memberikan kenyamanan sudah tersedia, namun manusia tetap juga menderita.</p>
<p style="text-align: justify;">Kenapa harus demikian?</p>
<p style="text-align: justify;">Manusia tidak hidup seutuhnya &#8211; kehidupannya terbagi-bagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Peraturan-peraturan baku, ideology-ideologi using, kepercayaan-kepercayaan yang sudah tidak relevan membuat hidupnya menjadi neraka.</p>
<p style="text-align: justify;">Sorga tinggal khayalan belaka &#8211; siapa yang dapat menjaminnya?</p>
<p style="text-align: justify;">Ia bingung apa yang harus dilakukannya? Oleh beberapa kalangan, pembicaraan tentang <a href="http://bukumeditasi.com/renungan">Seks</a> saja sudah dianggap tabu. Bahkan ada lapisan-lapisan masyarakat yang ikut menentukan perilaku seksual.</p>
<p style="text-align: justify;">Apa sebenarnya <a href="http://bukumeditasi.com/renungan">seks</a> itu? Kebutuhan biologis belaka? Hanya pelampiasan Nafsu Birahi? Atau anugrah Allah, tentang mana pengetahuan kita masih sangat-sangat minim?</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://bukumeditasi.com/renungan">Seks</a> adalah anak tangga pertama yang dapat mengantar Anda ke Alam Kasih Illahi yang kekal dan Abadi. Sambil menaiki tangga kehidupan ini, kita juga akan menemukan Cinta. Namun jangan lupa, perjalanan awal harus dimulai dari anak tangga pertama &#8211; dan itu adalah <a href="http://bukumeditasi.com/renungan">Seks</a>!</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>Ada kesan umum yang salah kaprah bahwa seakan-akan <strong>Kamasutra</strong> adalah literature pornografi, dan hanya itu. Kesan itu lebih kuat lagi karena film atau buku-buku &#8220;murahan&#8221; dalam tema yang sama yang memanipulasi postur-postur senggama.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Buku ini lain. <a href="http://www.aumkar.org"><strong>Anand Krishna</strong></a> menampilkannya dalam keutuhannya sebagai jalan menuju kesempurnaan manusia: melalui <a href="http://bukumeditasi.com/renungan">seks,</a> menuju cinta, sampai pada kasih, bahkan Anda dapat melanjutkannya sampai pada Kesadaran Kosmos. <a href="http://bukumeditasi.com/renungan">Seks</a> adalah tahapan atau etape pertama yang amat penting, dan karena itu tidak perlu dihindari atau ditolak. Penolakan terhadapnya hanya akan menghasilkan kerugian besar, kalau bukan membuat kita terobsesi olehnya, dan menjadi mandeg dalam petualangan kita mencari kesejatian diri.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Edisi perluasan ini dilengkapi dengan latihan &#8220;<strong>Medi</strong>tasi <strong>K</strong>undalini <strong>A</strong>nanda&#8221; (MediKA) untuk mengembangkan kenikmatan <a href="http://bukumeditasi.com/renungan">seks</a>, kesejukan cinta dan kesadaran kasih, yang secara terpisah tersedia juga dalam bentuk VCD.</em></p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan di atas  adalah kutipan-kutipan dari buku: &#8221; <strong>Jalan Kesempurnaan Melalui</strong> <strong>Kamasutra </strong>-  Kenikmatan <a href="http://bukumeditasi.com/renungan">Seks,</a> Kesejukan Cinta &amp; Kesadaran Kasih&#8221;<strong> </strong>. Diulas kembali oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a>.  Diterbitkan oleh: PT. Gramedia Pustaka Utama.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/seks/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Awareness</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/awareness</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/awareness#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2009 23:45:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Awareness]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: Neo Psychic Awareness ditulis oleh Anand Krishna *** Buku ini adalah tentang psychic awareness atau kesadaran psikis. Kita sering mengaitkkan kata &#8220;psikis&#8221; dengan sesuatu yang berbau-bau mistis, gaib, indra keenam, dan sebagainya, padahal psikis adalah salah satu lapisan seperti lapisan-lapisan lainnya, lapisan fisik, emosiaonal, intelektual, dan lain sebagainya. Barangkali kita jarang berada di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku:<strong> </strong></p>
<h1><strong>Neo Psychic </strong><a href="http://www.bukumeditasi.com/renungan"><strong>Awareness</strong></a> <strong> </strong></h1>
<h3 style="text-align: center;">ditulis oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a></h3>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Buku ini adalah tentang <em>psychic awareness</em> atau kesadaran psikis. Kita sering mengaitkkan kata &#8220;psikis&#8221; dengan sesuatu yang berbau-bau mistis, gaib, indra keenam, dan sebagainya, padahal psikis adalah salah satu lapisan seperti lapisan-lapisan lainnya, lapisan fisik, emosiaonal, intelektual, dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Barangkali kita jarang berada di lapisan yang satu ini. Ya &#8220;jarang&#8221;, bukan &#8220;tidak pernah&#8221;. Malah sering kali kita berada di lapisan ini &#8220;tanpa sengaja&#8221;, tanpa kesadaran!</p>
<p style="text-align: justify;">Pemahaman kita tentang psikis adalah &#8220;sebuah lapisan kesadaran yang barangkali masih menunggu perkembangan&#8221;. Jadi, ini merupakan potensi diri yang belum terungkap; kemampuan yang belum dioptimalkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Perkembangan lapisan psikis membuat kita menjadi lebih &#8220;intuitif&#8221;. Tetapi, &#8220;intuitif&#8221; bukanlah indra keenam, ketujuh, atau entah keberapa. Kita memahami intuisi sebagai hasil dari &#8220;optimalisasi&#8221; semua indra; perluasan dari indra-indra yang berjumlah lima itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ambil saja penglihatan sebagai contoh. Bila indra penglihatan Anda lebih baik dari penglihatan saya, bila mata Anda lebih sehat daripada mata saya, Anda dapat melihat lebih jelas daripada saya. Barangkali saya membutuhkan kaca mata untuk melihat sejelas Anda.[...]</p>
<p style="text-align: justify;">[...] &#8220;Koreksi terhadap indera&#8221; dilakukan oleh para ahli medis dengan menggunakan alat bantu, obat-obatan dan lain sebagainya. Seperti halnya dengan &#8220;mata&#8221;&#8230; bila kurang sehat, diberi obat, dianjurkan pemakaian kacamata, bila perlu dibedah.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Perkembangan kesadaran psikis&#8221; dilakukan oleh &#8220;diri&#8221; sendiri. Bantuan dari luar dibutuhkan sekedar untuk &#8220;mengingatkan diri&#8221; bahwa &#8220;kita mampu mengembangkan diri&#8221;. Karena itu, untuk &#8220;sementara waktu&#8221; kita boleh mengartikan &#8220;perkembangan kesadaran psikis&#8221; sebagai &#8220;perkembangan diri&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk itu, kita harus mengubah <em>mindset</em> kita: Aku bukanlah panca indra, aku bukanlah badan ini. &#8220;Diri&#8221;-ku bersemayam di dalam badan ini dan menggunakan panca indera untuk keperluannya. [...]</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Ilmu medis memiliki standar tertentu untuk kemampuan persepsi kita. Mata mengandaikan gelombang tertentu. Telinga memiliki skala, sehingga hanya gelombang dengan frekwensi tertentu yang bisa didengar olehnya. Hal yang sama berlaku untuk peraba, penciuman, dan perasa.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Manusia memiliki kemampuan luar biasa, yang dalam diri kebanyakan orang masih terpendam sebagai sebuah potensi. Yang dimaksud adalah psychic awareness atau kesadaran psikis. Lapaisan kesadaran ini sering dikaitkan dengan sesuatu yang berbau mistis, gaib, dan sering disamakan dengan indra keenam.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Buku ini memaparkan bahwa kita bisa mengembangkan kesadaran psikis tertentu, dan Anand Krishna memberikan banyak latihan untuk itu. Dengan latihan tersebut akan terjadi perluasan kemampuan indrawi kita, kita akan menjadi lebih intuitif, lebih peka, dan dapat menggeser keterbatasan persepsi indrawi kita yang biasa.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Dengan kemampuan yang baru itu, Anand Krishna juga mengajak kita untuk membangun Indonesia Baru, mulai dengan dan diri kita sendiri.</em></p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1319" title="Awareness" src="http://bukumeditasi.com/wp-content/uploads/2009/04/de32d3b83468f46b7b96df92ea602b33.image.79x120.jpg" alt="Awareness" width="79" height="120" />Tulisan di atas  adalah kutipan-kutipan dari buku: &#8220;<strong>Neo Psychic Awareness</strong> &#8220;. Ditulis oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a>.  Diterbitkan oleh: PT. Gramedia Pustaka Utama.  (2006)</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/awareness/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Feng Shui</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/feng-shui</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/feng-shui#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2009 02:11:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Feng Shui]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: Neo Vastu Feng Shui Awareness Rahasia Ilmu Kuno Bagi Manusia Modern ditulis oleh Anand Krishna *** [...] Apa sih Feng Shui itu? Feng Shui adalah Ilmu untuk Hidup Selaras, Hidup Harmonis dengan Alam. Itulah definisi Feng Shui. Itulah makna sebenarnya. Barangkali ada yang bertanya, kenapa? Kenapa kita harus hidup selaras dengan alam? Apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku:<strong> </strong></p>
<h1><strong>Neo Vastu </strong><a href="http://www.bukumeditasi.com/medis"><strong>Feng Shui</strong></a><strong> Awareness</strong> <strong> </strong></h1>
<h3 style="text-align: center;">Rahasia Ilmu Kuno Bagi Manusia Modern</h3>
<h3 style="text-align: center;">ditulis oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a></h3>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">[...] Apa <em>sih</em> <a href="http://www.bukumeditasi.com/medis">Feng Shui</a> itu?</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.bukumeditasi.com/medis">Feng Shui</a> adalah <strong>Ilmu untuk Hidup Selaras, Hidup Harmonis dengan Alam</strong>. Itulah definisi <a href="http://www.bukumeditasi.com/medis">Feng Shui</a>. Itulah makna sebenarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Barangkali ada yang bertanya, kenapa? Kenapa kita harus hidup selaras dengan alam? Apa perlu?</p>
<p style="text-align: justify;">Ya, perlu.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena, hidup tidak selaras dengan alam memboroskan sangat banyak energi. Manusia seolah terkuras seluruh energinya, ia menjadi gelisah, gusar tanpa ia mengetahui sebabnya. [...]</p>
<p style="text-align: justify;">[...] Neo <a href="http://www.bukumeditasi.com/medis">Feng Shui</a> lahir dari pertemuan antara Otak Barat dan Hati Timur, Sains Barat dan Kebijaksanaan Timur. Sehingga para pakar <a href="http://www.bukumeditasi.com/medis">Feng Shui</a> tradisional barangkali menganggapnya aneh. Sesuatu yang baru memang selalu terasa aneh. Atau, mungkin, kata &#8220;aneh&#8221; itu sendiri tidak tepat&#8230; apa yang terjadi ketika di rumah kita lahir seorang bayi. Si pendatang baru ini &#8220;aneh&#8221;, &#8220;lucu&#8221; atau apa?</p>
<p style="text-align: justify;">Barangkali sang pendatang baru sangat welcome bagi ibu yang melahirkannya. Tetapi, bagi kakak kandungnya sendiri yang baru berusia 4 &#8211; 5 tahun, barangkali si pendatang malah menimbulkan kecemburuan. Ia merasa tidak diperhatikan, atau kurang diperhatikan oleh ayah dan ibunya. Padahal, itu tidak perlu terjadi. Neo <a href="http://www.bukumeditasi.com/medis">Feng Shui</a> merupakan perkembangan dari <a href="http://www.bukumeditasi.com/medis">Feng Shui</a>. Ia tidak bertentangan dengan versi tradisional, hanya saja ia mengakomodir perkembangan-perkembangan baru dalam &#8220;diri manusia&#8221;&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Ya, Perkembangan-perkembangan baru dalam &#8220;diri manusia&#8221;. Manusia modern sudah jauh berbeda dar manusia 4000-an tahun yang lalu ketika <a href="http://www.bukumeditasi.com/medis">Feng Shui</a> menjelma sebagai ilmu di Chung Kuo, <em>The Middle Earth</em>, Bagian Tengah Dunia -  Cina.</p>
<p style="text-align: justify;">Kebijaksanaan Tao menerima perubahan sebagai hukum alam yang tak pernah berubah. Perubahan itu abadi adanya. Barangkali, hanyalah perubahan yang tak pernah berubah. Sungguh aneh bila para pakar <a href="http://www.bukumeditasi.com/medis">Feng Shui</a> modern tidak mau menerima perubahan dan bertahan pada pendekatan 4000-an tahun yang lalu dengan dalih otentitas dan otoritas.[...]</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>Banyak yang menyalahpahami <a href="http://www.bukumeditasi.com/medis">Feng Shui</a>. Sebagian menganggap takhayul belaka. Sebagian lagi percaya mentah-mentah, tanpa tahu maknanya. Agar bisa kaya.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><a href="http://www.bukumeditasi.com/medis">Feng Shui</a>, sesungguhnya ilmu kuno untuk hidup selaras dengan alam. Ia memanfaatkan energi sekitar kita agar terjadi peningkatan kualitas hidup.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Berangkat dari tradisi yang terbuka pada evolusi, lahirlah Neo Vastu <a href="http://www.bukumeditasi.com/medis">Feng Shui</a>&#8230;</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Menempatkan kesadaran manusia, sebagai  &#8221;titik pusat&#8221; , ilmu ini memberikan kita pandangan lebih utuh untuk &#8220;memanfaatkan&#8221;, dan bukan &#8220;dimanfaatkan&#8221; materi.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Inilah rahasia ilmu kuno yang sangat relevan dengan kebutuhan dan tantangan kita, manusia modern. Penjelasannya mudah dipahami. Praktis, sekaligus visioner.</em></p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1542" title="feng shui" src="http://bukumeditasi.com/wp-content/uploads/2009/04/feng-shui.jpg" alt="feng shui" width="98" height="152" />Tulisan di atas  adalah kutipan-kutipan dari sampul buku:  &#8220;<strong>Neo Vastu <a href="http://www.bukumeditasi.com/medis">Feng Shui</a> Awareness</strong> &#8221; &#8211; Rahasia Ilmu Kuno Bagi Manusia Modern. Ditulis oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a>.  Diterbitkan oleh: <a href="http://www.oneearthmedia.net">PT. One Earth Media</a>. (Agustus &#8211; 2005)</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/feng-shui/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Leadership</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/leadership</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/leadership#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 04:51:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: Self Leadership &#8211; Seni Memimpin Diri oleh Anand Krishna bersama Para Sahabat dan Instruktur *** [...] Bila kita belum bisa memimpin diri, jangan harap dapat menjadi pemimpin dan memimpin orang lain. Sebelum memilih seorang pemimpin, hendaknya kita meneliti dulu kemampuannya untuk memimpin diri. Mampukah ia mengendalikan hawa-nafsu serta syahwatnya? Pengendalian terhadap &#8220;mata&#8221; dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku:<strong> </strong></p>
<h2><strong>Self <a href="http://www.bukumeditasi.com/medis">Leadership</a> &#8211; Seni Memimpin Diri</strong></h2>
<h4 style="text-align: center;">oleh <strong><em><a href="http://www.aumkar.org">Anand Krishna</a> </em></strong><em>bersama <strong>Para Sahabat dan Instruktur</strong></em></h4>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">[...] Bila kita belum bisa memimpin diri, jangan harap dapat menjadi pemimpin dan memimpin orang lain. Sebelum memilih seorang pemimpin, hendaknya kita meneliti dulu kemampuannya untuk memimpin diri. Mampukah ia mengendalikan hawa-nafsu serta syahwatnya? Pengendalian terhadap &#8220;mata&#8221; dan &#8220;penglihatan&#8221; misalnya, mencakup &#8220;pembenahan terhadap cara pandang&#8221;. Bagaimana sang calon pemimpin memandang persoalan yang dihadapi oleh bangsa kita? Sementara kita sudah banyak kecolongan aset-aset yang sangat berharga dan strategis, apakah ia masih sibuk menggodok rancangan undang-undang yang justru mempertajam perbedaan dan dapat menyebabkan disintegrasi bangsa? [...]</p>
<p style="text-align: justify;">[...] : Mastery over self! Pengendalian diri, Kemapuan untuk mengendalikan diri, inilah hal terutama. Saya harus tahu persis apa yang menjadi kelemahan-kelemahanku. Kemudian, berupaya untuk mengatasinya&#8230;Terakhir, baru turun ke jalan untuk menjadi <strong>pelayan, </strong>atau<strong> social worker, pengabdi masyarakat.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa hasrat kuat untuk melayani, kita tidak dapat jadi pemimpin. Seorang pemimpin haruslah berjiwa pelayanan. Namun, jiwa pelayan saja juga tidak membantu. Kita haruslah terlebih dahulu membebaskan diri dari segala macam kelemahan. Karena, kelemahan-kelemahaan itu dapat setiap waktu mengubah semangat melayani menjadi semangat dilayani.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah <strong>pengendalikan diri, jiwa untuk melayani</strong> <strong>dan kemampuan untuk mengoreksi diri</strong>, hal ke empat yang tidak kalah penting adalah &#8220;<strong>keahlian</strong>&#8220;, atau <em>skill</em>. Saya lebih suka menyebutnya &#8220;Penguasaan terhadap Seni Kepemimpinan&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada yang memiliki skill sebagai pengajar, ada yang memiliki skill sebagai pelaku, ada pula yang memiliki skill sebagai [...]</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Seorang pemimpin sejati haruslah memulai kepemimpinannya dengan diri sendiri. Sebelum mengolah sesuatu di luar diri, ia harus dapat mengolah dirinya sendiri. Kegagalan para pemimpin kita selama ini semata-mata karena kegagalan mereka memimpin diri, membawa diri, mengolah diri.</em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.aumkar.org"><strong>Anand Krishna </strong></a></p>
<p style="text-align: justify;">Siapa sangka, khazanah budaya asal Indonesia punya segudang pelajaran dan pedoman bagi pemimpin agar mampu mengatasi berbagai masalah&#8230; termasuk krisis multi-bentuk yang saat ini masih melanda negeri tercinta.</p>
<p style="text-align: justify;">Kisah-kisah pewayangan semisal lakon kehidupan Rama dan Sinta, sarat dengan petuah tentang kepemimpinan sejati. Sungguh sayang, simbol-simbol wayang yang penuh makna ini, mulai tersingkirkan&#8230;padahal, bagi penulis buku ini, pemimpin yang tak menghormati budaya sendiri, tak mampu menggapai masa depan yang cerah.</p>
<p style="text-align: justify;">Buku ini merupakan &#8220;ramuan paling pas&#8221; dari filosofi kepemimpinan dari bumi Nusantara&#8230; di antaranya dari Negara Kertagama dan Astha-Brata&#8230;dengan kiat kepemimpinan modern ala Stephen Covey dari Barat. Sangat substantif, namun tetap ringan dan praktis.</p>
<p style="text-align: justify;">Disajikan dalam &#8220;aroma kasih&#8221; khas <a href="http://www.aumkar.org">Anand Krishna</a>, buku ini harus menjadi bacaan wajib bagi setiap orang yang ingin mendalami tentang seni kepemimpinan sejati.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1490" title="leadership" src="http://bukumeditasi.com/wp-content/uploads/2009/04/68a12ca3da87f7683e37aba6cc21f1a4.image.72x120.jpg" alt="leadership" width="72" height="120" />Tulisan di atas  adalah kutipan dari sampul buku &#8221; <strong>Self <a href="http://www.bukumeditasi.com/medis">Leadership</a> &#8211; Seni Memimpin Diri</strong> &#8220;.Cetakan pertama: Juli 2004. Ditulis oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a> <em>bersama<strong> Para sahabat dan Instruktur</strong></em>.  Diterbitkan oleh: <a href="http://www.oneearthmedia.net">PT. One Earth Media</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/leadership/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Stress</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/stress</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/stress#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 04:49:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Stress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: Mengajar Tanpa Dihajar Sterss &#8211; Berkarya     Tanpa Beban Stress (Seni Memberdaya Diri bagi Para Pendidik &#38; Pemimpin) oleh Anand Krishna bersama Para Instruktur MTDS *** [...] Dunia ini menawarkan sekian banyak profesi kepada kita. Kita bisa memilih yang mana saja. Tapi. Ada tiga profesi yang saya anggap sangat mulia. Pertama adalah profesi seorang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku:<strong> </strong></p>
<h2 style="text-align: left;"><strong>Mengajar Tanpa Dihajar <a href="http://www.bukumeditasi.com/medis">Sterss</a> &#8211; Berkarya     Tanpa Beban <a href="http://www.bukumeditasi.com/medis">Stress</a></strong></h2>
<p style="text-align: center;"><strong>(Seni Memberdaya Diri bagi Para Pendidik &amp; Pemimpin)<br />
</strong></p>
<h3 style="text-align: center;">oleh<strong><em> </em></strong><strong><em><strong><em><a href="http://www.aumkar.org">Anand Krishna</a> </em></strong></em></strong><em>bersama<strong> Para Instruktur MTDS</strong></em></h3>
</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">[...] Dunia ini menawarkan sekian banyak profesi kepada kita. Kita bisa memilih yang mana saja. Tapi. Ada tiga profesi yang saya anggap sangat mulia. Pertama adalah profesi seorang Guru &#8211; pendidik, pengajar. Lembaga, konstitusi guru ini sangat penting. Dan, yang saya maksud bukanlah lembaga pendidikan atau yayasan pengelola sekolah. Yang  saya maksud adalah lembaga &#8220;guru&#8221; itu sendiri. Guru bisa eksis tanpa bangunan sekolah dan lembaga pengelola. Tanpa guru, bangunan  sekolah semewah apapun, yayasan pengelola seprofesional apapun tidak berarti sama sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">Kekalahan dalam perang dunia kedua memporak-porandakan Jepang. Banyak petinggi Negara yang melakukan <em>hara-kiri</em>, bunuh diri. Mereka malu&#8230; Kekalahan itu sangat memalukan bagi mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemerintah Jepang harus melakukan inventarisasi terhadap aset dan sumber daya yang mereka miliki. Sementara, yang terpikir oleh Kaisar Jepang hanya satu,&#8221;berapa guru yang masih kita miliki?&#8221; Hebat, demikianlah cara berpikir seorang negarawan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kekurangan sumber daya manusia hanya bisa dipenuhi oleh para guru. Tanpa guru &#8211; masyarakat dan seluruh tatanan kemasyarakatan akan hancur lebur. [...]</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Sebagai bangsa, mestinya kita tidak hanya sibuk memikirkan nilai rupiah, dan panjang-pendeknya masa jabatan. Persoalan yang paling mendasar adalah bagaimana menata martabat bangsa. Dan untuk itu, pendidikan menjadi sangat strategis.&#8221;</em></p>
<p style="text-align: center;">-          <strong>Prof.Dr.H.Abdul Malik Fajar, MSc      &#8211; </strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Mentri Pendidikan Nasional R.I.<br />
</strong>
</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: center;"><em>&#8220;Kalau mau melahirkan Manusia Baru, kita harus mulai dari mana? Barangkali ada yang menjawab,&#8217;dari anak.&#8217; Betul, tapi &#8216;anak&#8217; itu ciptaan siapa? Yang membentuk kepribadiannya siapa lagi kalau bukan seorang guru?&#8221;</em></p>
<p style="text-align: center;">-  <strong><a href="http://www.aumkar.org">Anand Krishna</a><br />
</strong>
</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Diperlukan &#8220;Manusia Baru&#8221; untuk membangkitkan kembali martabat bangsa ini. Dan para guru, memiliki peran teramat penting. Tapi, bila guru sudah terbebani oleh seribu satu macam masalah, bagaimana bias memikirkan akhlak dan kesadaran anak didiknya?</p>
<p style="text-align: justify;">Dari kesadaran itulah lahir program Mengajar Tanpa Dihajar <a href="http://www.bukumeditasi.com/medis">Stress</a> (MTDS) yang sekarang ini dijadikan buku. Buku ini, merupakan upaya untuk mengembalikan &#8220;semangat mendidik&#8221;, yang dipersembahkan kepada para pendidik, kepada para guru.</p>
<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w :WordDocument> </w><w :View>Normal</w> <w :Zoom>0</w> <w :TrackMoves /> <w :TrackFormatting /> <w :PunctuationKerning /> <w :ValidateAgainstSchemas /> <w :SaveIfXMLInvalid>false</w> <w :IgnoreMixedContent>false</w> <w :AlwaysShowPlaceholderText>false</w> <w :DoNotPromoteQF /> <w :LidThemeOther>EN-US</w> <w :LidThemeAsian>X-NONE</w> <w :LidThemeComplexScript>X-NONE</w> <w :Compatibility> <w :BreakWrappedTables /> <w :SnapToGridInCell /> <w :WrapTextWithPunct /> <w :UseAsianBreakRules /> <w :DontGrowAutofit /> <w :SplitPgBreakAndParaMark /> <w :DontVertAlignCellWithSp /> <w :DontBreakConstrainedForcedTables /> <w :DontVertAlignInTxbx /> <w :Word11KerningPairs /> <w :CachedColBalance /> </w> <m :mathPr> <m :mathFont m:val="Cambria Math" /> <m :brkBin m:val="before" /> <m :brkBinSub m:val=" " /> <m :smallFrac m:val="off" /> <m :dispDef /> <m :lMargin m:val="0" /> <m :rMargin m:val="0" /> <m :defJc m:val="centerGroup" /> <m :wrapIndent m:val="1440" /> <m :intLim m:val="subSup" /> <m :naryLim m:val="undOvr" /> </m> </xml>< ![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w :LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w :LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w :LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w> </xml>< ![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Bukan saja menjelaskan penyebab <a href="http://www.bukumeditasi.com/medis">stress</a> dan ketidakbahagiaan, buku ini juga memberikan petunjuk praktis bagi para guru, dan bagi pembaca, untuk mencapai kebahagiaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Keunikan buku ini adalah, ia lahir mendahului teori. Buku ini didasarkan pada pengalaman Forum Kebangkitan Jiwa (FKJ) dalam memberikan pelatihan pada lebih dari 1.000 orang guru di wilayah Jabotabek, Banten, Yogyakarta dan Pulau Bali.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;">***</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1561" title="Meditasi|Self Empowerment" src="http://bukumeditasi.com/wp-content/uploads/2009/04/21e27941067dd25e9e71e.image.73x120.jpg" alt="Meditasi|Self Empowerment" width="73" height="120" />Tulisan di atas<span> </span>adalah kutipan dari sampul buku berjudul ”<strong> Mengajar Tanpa Dihajar <a href="http://www.bukumeditasi.com/medis">Sterss</a> – Berkarya Tanpa Beban <a href="http://www.bukumeditasi.com/medis">Stress</a></strong><span> &#8211; </span><strong>(Seni Memberdaya Diri bagi Para Pendidik &amp; Pemimpin)</strong>“. Cetakan pertama Desember 2003. Ditulis oleh <strong><em><a href="http://www.aumkar.org">Anand Krishna</a> </em></strong><em>bersama<strong> Para Instruktur MTDS </strong></em>.<span> </span>Diterbitkan oleh: <a href="http://www.oneearthmedia.net">PT. One Earth Media</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/stress/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reinkarnasi</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/reinkarnasi</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/reinkarnasi#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 04:58:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Reinkarnasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: REINKARNASI &#8211; Hidup Tak Pernah Berakhir diutlis oleh Anand Krishna *** Bertanya Pada Diri Sendiri Pernahkah Anda mengunjungi suatu tempat untuk pertama kalinya, namun mendapatkan kesan seolah-olah pernah berada di tempat itu sebelumnya? Pernahkah Anda menghadapi suatu situasi untuk pertama kalinya, namun terasa seolah-olah pernah melewati situasi yang sama? Pernahkah Anda bertemu dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku:</p>
<h2 style="text-align: left;"><a href="http://www.bukumeditasi.com/meditatif"><strong>REINKARNASI</strong></a><strong> &#8211; <em>Hidup Tak Pernah Berakhir</em></strong></h2>
<h3 style="text-align: center;">diutlis oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a></h3>
<p align="center">***</p>
<p align="center"><strong>Bertanya Pada Diri Sendiri</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pernahkah Anda mengunjungi suatu tempat untuk pertama kalinya, namun mendapatkan kesan seolah-olah pernah berada di tempat itu sebelumnya?</p>
<p style="text-align: justify;">Pernahkah Anda menghadapi suatu situasi untuk pertama kalinya, namun terasa seolah-olah pernah melewati situasi yang sama?</p>
<p style="text-align: justify;">Pernahkah Anda bertemu dengan seseorang untuk pertama kalinya, namun langsung merasa begitu dekat dengan dirinya?</p>
<p style="text-align: justify;">Pernahkah Anda melihat seseorang dan sebelum terjadi komunikasi apa pun, sudah langsung merasa tidak simpatik terhadapnya?</p>
<p style="text-align: justify;">Pernahkah Anda melihat sesuatu dalam mimpi, dan berapa lama kemudian, apa yang terlihat dalam mimpi menjadi kenyataan?</p>
<p style="text-align: justify;">Perhatikan kesenangan-kesenangan Anda, apa yang Anda senangi? Anda lahir di Indonesia, namun mungkin senang masakan Cina, senang baca cerita-cerita silat dari Cina, suka nonton film-film Cina. Di antara para sahabat Anda bahkan kebanyakan warga keturunan Cina. Mengapa demikian? [...]</p>
<p style="text-align: justify;">Lewat halaman-halaman buku ini, saya ingin berdialog dengan Anda, dan Anda, dan Anda. Saya ingin bicara dengan manusia Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Selama ratusan tahun, Anda mengurung diri dalam kamar Anda yang kecil dan tak berjendela. Entah berapa kali, telah saya panggil nama Anda. Entah sejak kapan saya berusaha untuk membangunkan Anda, untuk membuat Anda sadar akan warna-warna kehidupan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan sekarang Anda telah terjaga. Jangan tertidur lagi. Tinggalkan ranjang Anda. Sejak begitu lama, telah saya tunggui Anda. Ada sesuatu yang ingin saya sampaikan kepada Anda. Siapkah Anda menerima saya, untuk menerima apa yang ingin saya bagi dengan Anda?  [...]</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Ketika ulat menjadi kepompong, ia meninggalkan badan wadagnya dan lahirlah mahluk baru. Ketika saatnya tiba, badan wadag kepompong itu pecah. Keluar cairan amis, dan lahirlah kupu-kupu. Karena semuanya itu masih dapat kita saksikan dengan mata kasat kita, kita menyebutnya proses metamorphose. Ketika badan wadag kupu-kupu itu hancur, kita menyebut kupu-kupu itu mati .</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah metamorphose dan kematian itu berbeda secara radikal? Lalu bagaimana dengan kematian kita?</p>
<p style="text-align: justify;">Buku ini merupakan pengalaman yang dahsyat dari penulisnya, <strong><a href="http://www.aumkar.org">Anand Krishna</a></strong>. Berangkat dari pengalaman itu, ia akan memandu Anda untuk mengalaminya:</p>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan Astral, Regresi ke masa lalu, Regresi ke masa kecil, Regresi ke kelahiran sebelumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tinggalkan prasangka Anda, dan alamilah sendiri!!</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan di atas  adalah kutipan-kutipan dari, buku &#8221; <strong><a href="http://www.bukumeditasi.com/meditatif">REINKARNASI</a> &#8211; Hidup Tak Pernah Berakhir</strong> &#8220;. Cetakan ketiga: Mei 2000. Ditulis oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a>.  Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama. (cetakan pertama: Mei 1998)</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/reinkarnasi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kematian</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/kematian</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/kematian#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 04:54:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Kematian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: KEMATIAN Panduan untuk Menghadapinya dengan Senyuman ditulis oleh Anand Krishna *** MENGHADAPI  MAUT Apa yang sedang kau baca ini dapat meningkatkan kesadaranmu. Bacalah sebelum ajalmu tiba. Renungkan maknanya. Dan ingatlah isinya. Apabila kau tidak dapat mengingatnya, mintalah bantuan seseorang untuk membacakannya, ketika maut datang untuk menjemputmu. Jika kau menghadapi kematian dengan penuh kesadaran, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku:</p>
<h2 style="text-align: left;"><a href="http://www.bukumeditasi.com/meditatif"><strong>KEMATIAN</strong></a><strong><br />
</strong></h2>
<h2 style="text-align: left;"><em><strong>Panduan untuk Menghadapinya dengan Senyuman</strong></em></h2>
<h3 style="text-align: center;">ditulis oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a></h3>
<p style="text-align: center;"><strong><em>***<br />
</em></strong></p>
<p align="center"><strong>MENGHADAPI  MAUT</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Apa yang sedang kau baca ini dapat meningkatkan kesadaranmu. Bacalah sebelum ajalmu tiba. Renungkan maknanya. Dan ingatlah isinya. Apabila kau tidak dapat mengingatnya, mintalah bantuan seseorang untuk membacakannya, ketika maut datang untuk menjemputmu.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika kau menghadapi <a href="http://www.bukumeditasi.com/meditatif">kematian</a> dengan penuh kesadaran, tak perlu lagi ada yang membacakan buku ini untukmu. Apa pun keyakinanmu, kepercayaanmu, agamamu, tidak menjadi masalah, karena yang diungkapkan dalam buku ini adalah kebenaran tentang <a href="http://www.bukumeditasi.com/me">kematian</a> &#8211; sesuatu yang terjadi pada setiap orang, apa pun [...]</p>
<p style="text-align: center;"><strong>ANJURAN</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebarluaskan isi buku ini. Bacakan kepada mereka yang sakit, yang sekarat bahkan kepada mereka yang sudah meninggal. Mendengarkan isi buku ini sekali pun sudah cukup. Semasa hidup, walaupun kau tidak menghayatinya, pada saat <a href="http://www.bukumeditasi.com/meditatif">kematian</a> kau akan mengingatnya kembali, karena daya ingatmu akan berlipat ganda setelah <a href="http://www.bukumeditasi.com/meditatif">kematian</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Apabila ada yang membacakannya pada saat <a href="http://www.bukumeditasi.com/meditatif">kematian</a>, hendaknya tidak diiringi dengan suara tangis. Hendaknya, ruangan itu dalam keadaan hening dan bersih.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum mulai membaca isi buku ini, ucapkan doa sesuai dengan kepercayaanmu. Lalu, perhatikan [...]</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Ketidaksadaran akan jati diri menciptakan rasa takut akan <a href="http://www.bukumeditasi.com/meditatif">kematian</a>. Ia yang menyadari jati dirinya tidak akan takut mati. Ia tahu persis bahwa <a href="http://www.bukumeditasi.com/meditatif">kematian</a> bagaikan daun pintu. Di baliknya ada kehidupan lain, yang jauh lebih indah.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><a href="http://www.bukumeditasi.com/meditatif">Kematian</a> mengangkat tirai yang menutupi sekian banyak hal dari penglihatan kita semasa hidup. Kita menjadi lebih sadar akan jatidiri dan kebenaran dunia ini.&#8221;</em></p>
<p style="text-align: right;"><strong>Hazrat Inayat Khan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Banyak sekali diantara kita yang menduga dan menggambarkan <a href="http://www.bukumeditasi.com/meditatif">kematian </a>sebagai lorong serba gelap dan sendu! Kalau Anda termasuk di dalamnya, setelah membaca buku ini pandangan Anda akan berubah. Anda siap menjadi pelukis kehidupan dan <a href="http://www.bukumeditasi.com/meditatif">kematian</a> dengan sapuan warna-warna ceria!</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih terkenal dengan <strong><em>The Tibetan Book of the Dead</em></strong>, dalam bahasa aslinya, Tibet, <strong><em>Bardo Thos Grol Chen Mo </em></strong>berarti <strong>Panduan untuk Mencapai Kebebasan Abadi lewat Pemahaman tentang <a href="http://www.bukumeditasi.com/meditatif">Kematian</a></strong>. Melalui tangan<a href="http://www.aumkar.org"> Anand Krishna</a>, naskah klasik dari abad kedelapan ini disadur sedemikian rupa sehingga menjadi Panduan Siap Pakai. Dan Anda tahu, hanya orang yang paham tentang <a href="http://www.bukumeditasi.com/meditatif">kematian</a> yang dapat hidup dengan benar!</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1275" title="kematian" src="http://bukumeditasi.com/wp-content/uploads/2009/04/kematian.jpg" alt="kematian" width="100" height="167" />Tulisan di atas  adalah kutipan-kutipan dari buku berjudul : &#8221; <strong><a href="http://www.bukumeditasi.com/meditatif">KEMATIAN</a> &#8211; Panduan untuk Menghadapinya dengan Senyuman</strong> &#8220;. Cetakan kedua: Maret 2000. Ditulis oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a>.  Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama. <em>(Cetakan pertama: Agustues 1999)</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/kematian/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kehidupan</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/kehidupan</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/kehidupan#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 04:46:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: KEHIDUPAN - Panduan untuk Meniti Jalan ke Dalam Diri ditulis oleh Anand Krishna *** Bekal Yang Tak Pernah Basi Begitu agungnya kehidupan ini! Perjalanan kehidupan yang sedang Anda tempuh ini tak pernah berakhir. Anda membutuhkan koper perjalanan yang kuat, awet dan tak aus karena waktu. &#8220;Kasih&#8221; adalah satu-satunya merek yang dapat diandalkan. Jangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku:</p>
<h2><a href="http://www.bukumeditasi.com/meditatif"><strong>KEHIDUPAN -</strong></a><strong> </strong></h2>
<h2><strong><em>Panduan untuk Meniti Jalan ke Dalam Diri</em></strong><em> </em><strong> </strong></h2>
<h3 style="text-align: center;">ditulis oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a></h3>
<h3 style="text-align: center;">***</h3>
<p align="center"><strong>Bekal Yang Tak Pernah Basi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Begitu agungnya <a href="http://www.bukumeditasi.com/meditatif">kehidupan</a> ini! Perjalanan <a href="http://www.bukumeditasi.com/meditatif">kehidupan</a> yang sedang Anda tempuh ini tak pernah berakhir. Anda membutuhkan koper perjalanan yang kuat, awet dan tak aus karena waktu. &#8220;Kasih&#8221; adalah satu-satunya merek yang dapat diandalkan. Jangan memilih sesuatu yang lebih rendah mutu dan nilainya. Jangan menawar. Berapa pun harganya, belilah! Berapa pun yang Anda harus bayar, tetap masih murah. Kasih akan mewarnai perjalanan hidup Anda dengan kepercayaan diri. Dengan kasih, perjalanan hidup Anda akan lebih nyaman.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan kasih, kini Anda dapat menikmati dan merayakan <a href="http://www.bukumeditasi.com/meditatif">kehidupan </a>Anda sambil menari, menyanyi dan bergembira-ria!</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Sebelum Anda Melanjutkan Membaca Buku Ini</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sambil jalan bersamaku, ingatlah temanku, aku tidak meminta kamu untuk mengikutiku, karena kamu tidak akan bisa melakukannya. Suatu saat aku berjalan begitu cepat, sehingga walau kamu lari untuk mengejarku, kau tak akan mencapaiku. Jangan melakukan itu, mengikuti aku akan membuat hidupmu tidak berharga. Mengikuti aku berarti berakhirnya komunikasi antara aku dan kamu. [...]</p>
<p style="text-align: justify;">[...] Aku punya sesuatu untuk kusampaikan padamu. Apabila aku katakan &#8220;sesuatu untuk disampaikan&#8221; , aku bermaksud bahwa , pada suatu saat kau pun akan punya sesuatu untuk disampaikan kepadaku. Aku menghormati hubungan dua arah seperti itu; itulah komunikasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sungguh menyenangkan sekali perjumpaan dengan kamu lewat halaman-halaman buku ini. Kau akan mengenal diriku. Seperti teman-teman lain yang pernah kuajak bicara setelah meditasi bersama; sekarang aku ingin bicara dengan kamu. Petemuan ini indah!</p>
<p style="text-align: justify;">Kau akan mendengar aku dan apabila kau maju selangkah lagi, kau akan memahamiku, bukan sekedar mendengar.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak sekali pertanyaan yang akan [...]</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi para penjelajah rohani &#8211; terlepas dari agama yang ia peluk &#8211; hidup ini menawarkan cakrawala yang merentang tanpa batas, menembus langit tertinggi. Keluasan cakrawala itu menyibakkan misteri yang agung, yang membuat hidup ini menjadi suatu selebrasi, suatu perayaan. Dengan bekal yang tak pernah basi &#8211; yaitu cinta kasih &#8211; pengembaraan itu tak akan pernah membosankan, dan kepenuhan hidupnya menjadi hadiah cuma &#8211; cuma bagi kebahagiaan sesama yang sering terjebak oleh keresahan dan kekhawatiran yang bersumber pada hal-hal yang serba semu.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<h3 style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><strong><em>Buku kecil ini adalah kado besar bagi mereka yang mencari </em></strong></span></h3>
<h3 style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><strong><em>apa arti hidup penuh.</em></strong></span></h3>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1205" title="kehidupan" src="http://bukumeditasi.com/wp-content/uploads/2009/04/kehidupan.jpg" alt="kehidupan" width="100" height="161" />Tulisan di atas  adalah kutipan-kutipan dari, buku &#8221; <strong><a href="http://www.bukumeditasi.com/meditatif">KEHIDUPAN</a> &#8211; <em>Panduan untuk Meniti Jalan ke Dalam Diri</em></strong> &#8220;. Cetakan pertama: 1997. Ditulis oleh<a href="http://www.aumkar.org"> <strong><em>Anand Krishna</em></strong></a>.  Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/kehidupan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

