June 25th, 2009 by admin
Judul Buku :
” Dari Syariat Menuju Mohabbat“- Sebuah Dialog bersama Syahrudin SE,Ir.Harry Suryanto, Drs.Anung Inggito, Ir.Yayan Sunarya, dan Anand Krishna
Ketika syariat dipahami sebagai peraturan yang sudah baku, maka ia pun terhenti fungsinya sebagai “jalan” – jalan untuk mencapai keadaan tertinggi yang dapat dicapai seorang anak manusia.
Syariat semestinya mengantar kita pada Mohabbat, pada Kasih yang tercermin dalam pikiran, perkataan dan tindakan. Dalam keseharian kita.
Buku kecil ini, merupakan rekaman atas perenungan sejumlah orang untuk memberikan makna baru pada penerapan syariat. Mereka ber ijtihad dan menemukan maknanya yang universal.
Neo syariat, dapat lahir dari semangat seperti ini. Syariat yang luwes dan akan membangkitkan Indonesia menjadi “bumi kebanggaan Para Nabi”. Bumi yang damai untuk semua agama dan kepercayaan.
Sebuah diskusi yang berbuah manis, dan mencerahkan.
Dengan menjadikan syariat sebagai “jalan” untuk menuju “Mohabbat”, kita tidak akan mempersoalkan “jalan-jalan berbeda” yang ditempuh oleh para pejalan lain – karena kita semua sedang menuju sebuah tujuan yang sama. Memaksakan syariat akan menciptakan masyarakat yang “terkotak-kotak”.
H.Muhammad Djum’at Abrory Djabar,SH
Tulisan di atas adalah kutipan dari sampul buku: ”Dari Syariat Menuju Mohabbat”- Sebuah Dialog bersama Syahrudin SE,Ir.Harry Suryanto, Drs.Anung Inggito, Ir.Yayan Sunarya, dan Anand Krishna. Diterbitkan oleh: PT.One Earth Media.
June 25th, 2009 by admin
Judul Buku :
” FIQR Memesuki Alam Meditasi Lewat Gerbang Sufi” , ditulis oleh Anand Krishna
Di tengah aksi kekerasan yang terjadi di berbagai bagian dunia, pesan dan intisari ajaran sufi menjadi semakin relevan. Kekerasan bukanlah solusi. Kasih adalah satu-satunya solusi.
Lewat buku ini, Anand Krishna tidak hanya mengajak Anda untuk berenang dalam kolam kasih, tetapi juga mengajak Anda untuk memasuki pencerahan para sufi melalui proses Takhali atau pembersihan diri, Tahilli atau pembenahan diri, dan Tajalli atau pencerahan.
Penulis buku ini menjelaskan tahap-tahap tersebut dan memberikan latihan untuk setiap tahap. Lewat 52 kisah untuk 52 minggu dan renungan-renungan dari Maestro Sufi Hazrat Inayat Khan, Tajalli menjadi sebuah pengalaman dari hari ke hari, sepanjang hidup.
Tulisan di atas adalah kutipan dari sampul buku: “FIQR Memesuki Alam Meditasi Lewat Gerbang Sufi ” , ditulis oleh Anand. Diterbitkan oleh: PT.Gramedia Pustaka Utama.
June 25th, 2009 by admin
Judul Buku :
” Islam Esoteris, Kemuliaan dan Keindahannya” , ditulis oleh Anand Krishna bersama Achmad Chodjim dan Moulana Wahiduddin Khan, pengantar oleh Dr.Komaruddin Hidayat.
Bagi para sufi, para mistik, para yogi dan para pengembara rohani, agama tak lebih dari sekadar jalan menuju tujuan akhir, yaitu Allah, Tuhan, Buddha, Bapak di Sorga, Ahura Mazda, Satnaam, Sampai di tujuan, mereka bisa saling berpelukan. “Luar biasa ya? Kita lewat jalan berbeda-beda, tapi bertemu di sini!”
Yang mempermasalahkan jalan dan mengatakan bahwa jalannya paling baik dan paling benar sesungguhnya patut dikasihani. Mereka belum sampai pada tujuan. Mereka masih dalam perjalanan!
Islam Esoteris, Kemuliaan dan Keindahannya, adalah sebuah dialog dan sharring pergulatan hidup batin para penulisnya. Karena itu, untuk bisa menyelam dan ikut mereguk kekayaannya, kita memerlukan lebih dari sekadar pendekatan fiqih dan teologi yang sudah mapan.
Buku ini produk perjalanan hidup dan pengalaman batin serta penalarn kritis sang penulis, sehingga isi buku ini sulit kalau diukur dengan ukuran-ukuran esoteris. Makanya buku ini sedikit banyak akan menimbulkan kontroversi. Namun semua itu akan memperkaya wawasan kita kalau kita mau membuka diri untuk berempati dan memberikan apresiasi secara wajar atas pergulatan dan pengembaraan hidup penulisnya dalam rangka mencari makna kehidupan yang lebih otentik.
Dr. Komaruddin Hidayat
Direktur Pembinaan Perguruan Tinggi Islam, Departemen Agama RI.
Direktur Yayasan Wakaf Paramadina
Tulisan di atas adalah kutipan dari sampul buku: ” Islam Esoteris, Kemuliaan dan Keindahannya” , ditulis oleh Anand Krishna bersama Achmad Chodjim dan Moulana Wahiduddin Khan, pengantar oleh Dr.Komaruddin Hidayat. Diterbitkan oleh: PT.Gramedia Pustaka Utama.