December 15th, 2010 by admin
Judul Buku:
Pembelajaran untuk Berkesadaran
***
Seorang lelaki berusia 70 tahun berangkat seorang diri dari India dengan menggunakan kapal laut menuju Amerika tanpa bekal, tanpa kenalan, demi memenuhi keinginan guru spiritualnya untuk menyebarkan Berita Baik Kesadarn Kasih. Lelaki itu adalah Abhay Charanaravinda Bhaktivedanta Swami Prabhupada ( 1 September 1896-14 November 1977). Kelak dikenal sebagai pendiri International Society for Krishna Conciousness. Darimana dia memperoleh kekuatan untuk melakukan perjalanan itu?
Ajaran dan kehidupan Chaitaya-lah yang menjadi pendorong batin Prabhupada. Chaitaya berate “Kesadran”, yaitu Kesadaran akan Kasih Ilahi, Kesadaran akan kasih terhadap sesama mahluk, Kesadaran akan kebersamaan seluruh umat manusia. Sri Chaitaya Mahaprabhu meninggalkan 8 ayat kesadaran, the Ultimate Learning-pembelajaran tertinggi – bagi kita semua. Shiksha Shatakam, kumpulan 8 ayat ini, bias menjadi pemandu bagi setiap panembah, setiap bhakta.
Kendati demikian, persis seperti ilmu-ilmu tinggi lainnya, pembelajaran ini pun menuntut kualifikasi awal, yaitu keterbukaan diri kita untuk menemukan jati diri, untuk menemukan sumber kesadaran di dalam diri, untuk menemukan kasih dan cinta sejati. Ayat-ayat pembelajaran ini ditunjukan kepada mereka yang tidak puas dengan identitas semua pemberian dunia dan siap menemukan identitas diri yang sebenarnya.
***
Tulisan di atas adalah kutipan-kutipan dari sampul buku: “The Ultimate Learning, Pembelajaran untuk Berkesadaran ”. Ditulis oleh Anand Krishna. Diterbitkan oleh: PT. Gramedia Pustaka Utama. (September 2010)
December 15th, 2010 by admin
Judul Buku:
Puncak Evolusi Kemanusiaan
Ditulis oleh Anand Krishna dan Dr. Bambang Setiawan
“Evolusi Spiritual adalah evolusi dari ketidaksadaran menuju kesadaran. Inilah evolusi yang sedang kita jalani saat ini.”
***
Roda evolusi sains dan teknologi terus berputar dan berhasil mengantarkan kita pada era baru saat ini. Namun ketika perkembangan kecerdasan otak dan kemampuan intelektualitas yang mendasari evolusi itu tidak diimbangi dengan perkembangan spiritualitas dalam diri kita, kerusakanlah yang kita dapati, antara lain pencemaran lingkungan, konflik, perang, serta segala sesuatu yang tidak selaras dan tidak harmonis. Dengan otak yang cerdas dan intelek yang laju berkembang, manusia ternyata cenderung menggunakan pengetahuan, sains, dan teknologi untuk kepentingannya, entah untuk dirinya sendiri, keluarganya, kelompoknya, partainya, umatnya, atau golongannya.
Sains dan spiritualitas bukanlah dua ekstrem atau dua kubu yang terpisah. Pertemuan seorang ilmuwan, ahli bedah syaraf Dr.Bambang Setiawan (almarhum) dengan seorang spiritualis, Anand Krishna, menunjukkan bahwa sains dan spiritualitas saling melengkapi. Evolusi spiritual semestinya mendapat perhatian kita sebagaimana halnya kita menaruh perhatian pada kecerdasan otak. Jika hal ini terjadi, dengan sendirinya kecerdasan otak dan kecemerlangan daya piker akan menjadi berkah dan menunjang keselarasan alam, kedamaian, serta keharmonisan antarmanusia dan sesame mahluk hidup.
***
Tulisan di atas adalah kutipan dari sampul buku: “ Neospirituality & Meuroscience – Puncak Evolusi Kemanusiaan”, ditulis oleh Anand Krishna dan Dr.Bambang Setiawan. Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama – (2010)
December 15th, 2010 by admin
Judul Buku:
Youth Challenges and Empowerment
Taklukkan Tantangan dan Berdayakan Dirimu
***
Program Youth Empowerment bikin aku ngerti kalo kita, pemuda pemudi Indonesia , emang wajib dan kudu hukumnya berkarya buat bangsa. Kalo bukan kita yang muda-muda, siapa lagi?
Udah gitu, program ini gak Cuma bikin kita ngerti, tapi juga ngajarin kita cara berkarya buat bangsa. Program ini bikin kita bersemangat untuk berkarya, disiplin, dan membantu mengembangkan potensi diri. Seru banget kan? Nah, udah saatnya kita pemuda dan pemudi bangkit untuk kejayaan Indonesia!
- Gilang Nadia Putri, Mahasiswi
Peringatan bagi Orang Tua: Jangan biarkan purta-putri Anda membaca buku ini bila Anda mengharapkan kepatuhan buta dari mereka. Jangan biarkan mereka terpengaruh oleh isi buku ini, yang dapat membuat mereka menjadi mandiri seketika, sekarang dan saat ini juga.
Peringatan bagi kaum muda: Bacalah buku ini bila kau merasa tidak puas dengan apa yang kau dengar dan yang kau lihat di sekitarmu. Bacalah buku ini bila kau tertantang untuk mengubah keadaan dengan terlebih dahulu merubah dirimu. Bacalah buku ini bila kau memiliki keinginan yang membara untuk mengantar bangsamu pada masa depan yang lebih cemerlang daripada masa lalunya. Bacalah buku ini bila kau ingin mandiri, percaya diri, dan mengembangkan potensi diri!
Penulis dan Penerbit buku ini tidak bertanggungjawab atas perubahan yang terjadi pada diri pembaca buku ini, yaitu ia lebih mementingkan keluarga besar bangsa dan warga sedunia di atas kepentingan keluarga kecil dan kepentingan kelompok tertentu.
***
Tulisan di atas adalah kutipan dari sampul buku: “Youth Challenges and Empowerment- Taklukkan Tantangan dan Berdayakan Dirimu “, ditulis oleh Anand Krishna. Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama – (2010)