<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Buku Meditasi &#187; Kebahagiaan</title>
	<atom:link href="http://bukumeditasi.com/tag/kebahagiaan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bukumeditasi.com</link>
	<description>Buku Spiritual dan Buku Meditasi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 May 2012 03:02:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Kebahagiaan</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/kebahagiaan</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/kebahagiaan#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 May 2009 03:56:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kebijaksanaan Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kebahagiaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: ATMA BODHA, Menggapai Kebenaran Sejati ,Kesadaran Murni dan Kebahagiaan Kekal oleh Anand Krishna *** Sejak kelahirannya sudah tampak tanda-tanda istimewa. Konon, ia mulai belajar di Gurukula ketika berumur 3 tahun, dan hanya membutuhkan empat tahun untuk menguasai semua cabang ilmu yang diajarkan di sana. Dialah Shankara, yang pada usia 7 tahun sudah menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku:</p>
<h2 style="text-align: left;"><strong><em>ATMA BODHA</em></strong>, <em>Menggapai Kebenaran Sejati ,Kesadaran Murni dan </em><a href="http://www.bukumeditasi.com/kematian"><em>Kebahagiaan</em></a><em> Kekal</em></h2>
<h4 style="text-align: center;">oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong> </a></h4>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak kelahirannya sudah tampak tanda-tanda istimewa. Konon, ia mulai belajar di Gurukula ketika berumur 3 tahun, dan hanya membutuhkan empat tahun untuk menguasai semua cabang ilmu yang diajarkan di sana. Dialah <strong>Shankara</strong>, yang pada usia 7 tahun sudah menjadi seorang <em>pandit</em>, seorang sarjana.</p>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan hidupnya tidak hanya mengantar dia sampai di situ. Ia bahkan menjadi seorang meditator, yang karena kharisma dan wawasannya mendapat julukan <strong><em>Jagadguru Shankaraachaarya</em></strong> atau Guru Sejagad yang mengajar dari pengalaman. Karena kedalamannya, bahkan dia disebut sebagai <strong><em>Sadguru</em></strong>, Guru Sejati, yang akan melakukan reformasi adat, peraturan, hukum dan penghayatan agama di India.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Atma Bodha</em></strong> adalah buah karya peninggalannya yang terus memberi inspirasi kepada orang yang berani menyelami diri, orang-orang yang berani mempertanyakan dogma-dogma, orang-orang yang siap untuk dikikis kepicikannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk yang belum siap, berhati-hatilah dan diskusikanlah dengan guru-guru Anda, karena Anda akan berubah bila merenungkan dengan serius ayat-ayat dalam buku ini!</p>
<p style="text-align: justify;">&#8230; Seribu tahun berlalu sudah, sejak <strong><em>Bhaaratvarsha</em></strong>, India dikunjungi oleh seorang <strong><em>Mahaatmaa</em></strong>. Kunjungan terakhir oleh Siddhartha, Sang Buddha, telah mengubah pola hidup dan cara berpikir wangsa <strong><em>Bhaarat</em></strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedatanga Shankara seribu tahun kemudian memang sudah ditunggu-tunggu. Anak cucu <strong><em>Bhaarat </em></strong>selalu membuka diri terhadap perubahan. Peraturan mereka, adat mereka, bahkan apa yang disebut &#8220;hukum agama&#8221; pun tidak baku. Semua terbuka bagi pembaharuan, bagi penyesuaian, bahkan perombakan total sesuai dengan tuntutan jaman.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat Shankara lahir, ajaran Sang Buddha sudah mulai banyak diselewengkan. Banyak pula yang meninggalkan rumah tangga dan melarikan diri dari tanggung jawab, dengan menggunakan dalil agama: &#8220;Bukankah Sang Buddha sendiri melakukan hal itu? Di pun meninggalkan istana, istri dan anak yang baru lahir. Salahkah kami bila mengikuti jejaknya?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Lain Siddharta, lain mereka. Shiddarta mencari Kebenaran. Mereka mencari pembenara. Kelahiran Shankara justru untuk meruntuhkan pembenaran-pembenaran dan kemunafikan seperti itu, tapi oleh banyak pihak yang tidak memahaminya. Dia dicap sebagai musuh Buddha [...]</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1313" title="Atma Bodha" src="http://bukumeditasi.com/wp-content/uploads/2009/05/56ab9fb591051409f6c85ce29221e6ec.image.72x120.jpg" alt="Atma Bodha" width="72" height="120" />Tulisan di atas  adalah kutipan-kutipan dari buku: <strong><em>&#8220;</em></strong><strong><em>Atma Bodha</em></strong>, <em>Menggapai Kebenaran Sejati ,Kesadaran Murni dan </em><a href="http://www.bukumeditasi.com/kematian"><em>Kebahagiaan</em></a><em> Kekal<strong> </strong><strong>&#8220;</strong></em>, ditulis oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a>.  Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/kebahagiaan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

