<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Buku Meditasi &#187; Marriage</title>
	<atom:link href="http://bukumeditasi.com/tag/marriage/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bukumeditasi.com</link>
	<description>Buku Spiritual dan Buku Meditasi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Jan 2012 05:12:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Marriage</title>
		<link>http://bukumeditasi.com/marriage</link>
		<comments>http://bukumeditasi.com/marriage#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 07:24:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Marriage]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukumeditasi.com/?p=201</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: 7 Steps Toward a Happy Marriage-Saptapadi  Tujuh Langkah Menuju Keluarga Bahagia ditulis oleh Anand Krishna *** &#8230; Wilayah luas dari Pegunungan Himalaya hingga Kepulauan Nusantara secara kolektif disebut Wilayah Peradaban Shintu di Cina, Syin atau Shin dan kemudian Hind atau Hindu oleh sejarawan Arab, kemudian Indies, Indishe, Indo, India, oleh bangsa-bangsa Eropa. Kepulauan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku:<strong></strong></p>
<h2 style="text-align: left;"><strong></strong><strong>7 Steps Toward a Happy </strong><a href="http://www.bukumeditasi.com/medis-meditasi"><strong>Marriage</strong></a>-Saptapadi  Tujuh Langkah Menuju Keluarga Bahagia<strong> </strong></h2>
<p style="text-align: center;">ditulis oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a></p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">&#8230; Wilayah luas dari Pegunungan Himalaya hingga Kepulauan Nusantara secara kolektif disebut Wilayah Peradaban Shintu di Cina, Syin atau Shin dan kemudian Hind atau Hindu oleh sejarawan Arab, kemudian Indies, Indishe, Indo, India, oleh bangsa-bangsa Eropa.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepulauan Nusantara yang sebelumnya dikenal dengan sebutan Dvipantara -  Kepulauan di antara Dua Benua, Benua Asia dan Australia &#8211; berada dalam wilayah peradaban yang sama. Peradaban yang sudah maju dan mencapai ketinggian tak terhingga ketika Eropa dan Amerika belum dikenal.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi para saudagar dari mancanegara, kepulauan Nusantara adalah <strong><em>Svarnadwipa</em></strong> &#8211; Kepulauan Emas. Svarnabhumi &#8211; Bumi Emas. Ketika leluhur Kubilai Khan baru belajar membakar daging sebelum dimakan, kita sudah mengenal cara masak dengan menggunakan rempah-rempah yang ada di kepulauan kita. &#8220;Pergilah hingga Lembah Syin untuk menuntut ilmu,&#8221; demikian bunyi sebuah pepatah popular di kawasan Timur Tengah.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepulauan Nusantara memiliki warisan budaya yang kelak akan mempengaruhi para pemikir Yunani seperti Plato, Socrates dan Aristoteles. &#8220;Kenalilah Dirimu!&#8221; &#8211; Inti dan induk filsafat ini bersasal dari wilayah peradaban kita. Para teolog di Timur Tengah di kemudian hari akan mengekspornya ke benua Eropa.[...]</p>
<p style="text-align: justify;">Dari warisan budaya yang kaya ini kita memperoleh &#8220;landasan yang kuat&#8221; bagi perkawinan. Landasan yang kukuh. Landasan berdasarkan saling percaya, saling hormat, dan diatas segalanya, kasih! Tidak ada unsure tindas-menindas; tidak ada dasar subordinansi. Suami dan istri berdiri di atas landasan yang sama, <em>platform </em>yang sama. Sama tinggi, sama rendah. Tidak ada yang lebih penting. Keduanya sama-sama penting.</p>
<p style="text-align: justify;">Dasar-dasar perkawinan ini sungguh sangat ilmiah. Tidak sembarang dibuat, tetapi berdasarkan &#8220;kesadaran manusia&#8221; seutuhnya, sepenuhnya. Ada tujuh lapisan kesadaran yang biasa disebut [...]</p>
<p align="center"><em>Sepasang suami istri yang bertahan dalam perkawinannya,</em></p>
<p align="center"><em>dan hidup bersama dari hari ke hari adalah sebuah mukjizat&#8230;</em></p>
<p align="center"><strong><em>Bill Cosby</em></strong></p>
<p align="center"><em>Sejak awal-mula dunia ini, perkawinan tetap menjadi sebuah misteri.</em></p>
<p align="center"><em>Mereka yang belum kawin ingin kawin; mereka yang sudah kawin ingin mengakhirinya.</em></p>
<p align="center"><strong><em>Ralph Waldon Emerson</em></strong></p>
<p align="center"><em>Seorang perempuan mengawini seorang pria dengan penuh harapan bahwa pada suatu ketika pria pilihannya akan berubah. Seorang pria mengawini seorang perempuan dan berharap ia tak pernah berubah.</em></p>
<p align="center"><em>Karena itu, keduanya kecewa.</em></p>
<p align="center"><strong><em>Albert Einstein</em></strong></p>
<p><strong><em>Saptapadi </em></strong>adalah tujuh langkah bagi mereka yang hendak menjadikan perkawinan tempat berpijak untuk memasuki Pertemuan Agung.</p>
<p><strong><em>Saptapadi</em></strong> adalah tujuh langkah bagi mereka yang tak ingin perkawinan hanya menjadi pertemuan antara dua badan di atas satu ranjang.</p>
<p><strong><em>Saptapadi</em></strong> adalah tujuh langkah bagi mereka yang ingin perkawinan menjadi sarana untuk tumbuh dan berkembang bersama menjadi manusia sempurna.</p>
<p><strong><em>Saptapadi</em></strong> adalah warisan bagi kita yang mendambakan kesucian sebuah perkawinan&#8230;kebahagiaan yang sejati.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1485" title="marriage" src="http://bukumeditasi.com/wp-content/uploads/2009/04/11171859a3ae29a920237a93b20bdcb1.image.75x120.jpg" alt="marriage" width="75" height="120" />Tulisan di atas  adalah kutipan dari sampul buku berjudul: &#8220;<strong>7 Steps toward a happy </strong><a href="http://www.bukumeditasi.com/medis-meditasi"><strong>marriage</strong></a>-Saptapadi tujuh langkah menuju keluarga bahagia&#8221;  oleh <a href="http://www.aumkar.org"><strong><em>Anand Krishna</em></strong></a>.  Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukumeditasi.com/marriage/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

