Tsunami

Judul Buku :

Membaca Ayat-Ayat Allah dari Tragedi Tsunami

ditulis oleh  Ulil Abshar – Abdualla, dr. Sarbini Abdul Murad, Maya Safira Muchtar dan Anand Krishna.

***

Tragedi besar selalu menyisakan kesempatan bagi umat manusia untuk merenung dan memperbaiki kekeliuran maupun ketidaksadarannya. Jumlah korban yang mencapai ratusan ribu jiwa akibat gempa bumi dan badai tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004, semestinya sudah cukup menjadi alasan bagi masyarakat Indonesia untuk mencari makna dan pelajaran di balik bencana besar ini.

Sayangnya tak semua orang merasa perlu belajar dan berubah. Dengan menyebut bahwa tragedi tsunami adalah “cobaan” atau “azab Tuhan” misalnya, maka tak ada lagi ruang tersisa bagi manusia untuk memperbaiki kesalahannya – karena semuanya adalah urusan Tuhan dan di luar kemampuan manusia untuk memahaminya.

Membaca Ayat-Ayat Allah dari Tragedi Tsunami adalah upaya dari sejumlah orang yang merasa perlu mencari tahu dimanakah kesalahan kita, secara individu maupun kolektif, yang turut memberikan kontribusi bagi apa yang terjadi di Aceh. Menurut buku ini konsepsi kita yang keliru tentang Tuhan serta budaya kekerasan yang kita biarkan terus terjadi, sama-sama merupakan “sumbangan kita” bagi tragedi Aceh .

Yang menarik, buku ini juga menyinggung penemuan ilmu pengetahuan modern tentang hubungan alam, khususnya air, terhadap kesadaran manusia.

Menampilkan sejumlah tokoh muda visioner serta spiritualis universal, buku ini adalah “pengetuk pintu” batin bagi mereka yang mendambakan kebangkitan Indonesia menuju masa depan yang lebih damai, sadar dan beradab.

***

Tsunami adalah sebuah ayat dari Tuhan. Dan saya percaya peringatan ini bagi kita semua, bukan bagi orang Aceh saja. Orang Aceh dipilih oleh Tuhan tapi peringatan ini bagi kita semua. Jangan sampai kita kehilangan maknanya.”

Anand Krishna

***

TSUNAMITulisan di atas  adalah kutipan dari sampul buku: “Membaca Ayat-Ayat Allah dari Tragedi Tsunami, ditulis oleh  Ulil Abshar – Abdualla, dr. Sarbini Abdul Murad, Maya Safira Muchtar dan Anand Krishna.    Editor oleh Ahmad Yulden Edwin, Wandy N Tuturoong .  Diterbitkan oleh: PT.One Earth Media. (2005)

Comments are currently closed.